Sukses

FimelaMom

Panduan MPASI Awal Bayi Sesuai Anjuran Dokter Anak

Fimela.com, Jakarta - Moms, memasuki fase MPASI sering terasa seperti melangkah ke bab baru yang penuh harap sekaligus kehati-hatian. Di satu sisi, ada rasa bahagia melihat si kecil mulai mengenal dunia rasa. Di sisi lain, muncul keinginan kuat untuk memastikan setiap suapan benar-benar aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya. Kabar baiknya, panduan dari dokter anak dan sumber tepercaya dapat menjadi pegangan yang menenangkan.

Mengutip buku "Mommyclopedia: Tanya Jawab tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak" karya dr. Meta Hanindita, Sp.A., MPASI pertama yang direkomendasikan adalah makanan pokok atau staple food yang menjadi sumber energi utama dan bersifat paling hipoalergenik. Pendekatan ini membantu bayi beradaptasi secara bertahap terhadap makanan padat, sekaligus meminimalkan risiko reaksi alergi.

Mengapa MPASI Awal Itu Penting?

MPASI bukan sekadar pengenalan rasa. Fase ini adalah fondasi penting untuk membentuk kebiasaan makan sehat, mencukupi kebutuhan gizi, dan mendukung perkembangan organ pencernaan bayi. Pada usia sekitar enam bulan, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama, namun kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat. Di sinilah MPASI berperan sebagai pelengkap yang strategis.

Dokter anak menyarankan agar MPASI pertama bersifat sederhana, mudah dicerna, dan bernutrisi. Prinsipnya bukan soal variasi sebanyak-banyaknya, melainkan kualitas dan keseimbangan. Dengan langkah yang tepat sejak awal, Moms membantu si kecil tumbuh optimal dan membangun hubungan positif dengan makanan.

 

 

Beras sebagai Makanan Pokok MPASI Pertama

Di Indonesia, makanan pokok yang paling umum adalah beras. Beras dipilih sebagai MPASI awal karena sifatnya yang hipoalergenik, teksturnya mudah diolah menjadi bubur halus, dan relatif aman untuk sistem pencernaan bayi yang masih berkembang. Bubur beras menjadi “kanvas” awal yang netral untuk memperkenalkan rasa dan tekstur.

Namun, penting untuk dipahami bahwa beras memiliki kandungan zat besi, seng, dan kalsium yang relatif rendah. Artinya, beras tidak bisa berdiri sendiri sebagai sumber nutrisi tunggal. Agar kebutuhan gizi bayi terpenuhi, beras perlu dipadukan dengan sumber makanan lain yang kaya zat gizi mikro dan makro.

Sebagai alternatif, bubur susu terfortifikasi juga dapat menjadi pilihan MPASI pertama. Produk ini biasanya telah diperkaya zat besi dan nutrisi penting lainnya, sehingga membantu menutup kekurangan yang tidak terpenuhi dari beras saja. Tetap perhatikan kesiapan bayi dan rekomendasi dokter anak sebelum memilih jenis MPASI yang digunakan.

 

 

Prinsip Melengkapi Makanan Pokok

Moms, kunci MPASI yang seimbang terletak pada kombinasi. Makanan pokok berupa beras sebaiknya dikombinasikan dengan berbagai kelompok makanan agar bayi mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Berikut panduan penting yang perlu diperhatikan.

1. Kacang-Kacangan sebagai Sumber Protein Nabati

Kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang kedelai, dan kacang merah merupakan sumber protein nabati yang baik. Protein berperan penting dalam pembentukan sel, jaringan, dan sistem imun bayi. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat dan beberapa mineral yang mendukung kesehatan pencernaan.

Pengolahannya perlu diperhatikan, Moms. Pastikan kacang dimasak hingga benar-benar lunak dan dihaluskan dengan tekstur yang sesuai usia bayi. Dengan cara ini, bayi dapat memperoleh manfaat nutrisinya tanpa kesulitan mencerna.

2. Sumber Hewani untuk Zat Besi dan Asam Amino Esensial

Sumber protein hewani seperti ayam, ikan, daging sapi, hati ayam, telur, dan keju sangat dianjurkan dalam MPASI. Zat besi dari sumber hewani lebih mudah diserap tubuh bayi dan berperan penting dalam mencegah anemia serta mendukung perkembangan otak.

Moms bisa memperkenalkan sumber hewani satu per satu dengan porsi kecil, lalu mengamati respons bayi. Variasi sumber hewani juga membantu memperkaya profil asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal.

3. Sayuran dan Buah Berwarna Hijau Gelap dan Oranye

Sayuran dan buah berdaun hijau gelap serta berwarna oranye, seperti bayam, brokoli, wortel, dan pepaya, kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Warna-warna alami ini menandakan kandungan beta-karoten, vitamin C, dan zat gizi lain yang penting untuk sistem imun dan kesehatan mata.

Mengombinasikan sayur dan buah dengan bubur beras membantu bayi mengenal rasa alami sejak dini. Moms tak perlu khawatir soal rasa pahit atau manis, karena fase MPASI adalah waktu terbaik untuk membentuk preferensi makan yang sehat.

4. Minyak dan Lemak sebagai Sumber Energi Tambahan

Lemak sering kali terlupakan, padahal perannya sangat penting. Minyak sayur, margarin, mentega, dan minyak zaitun membantu meningkatkan kepadatan energi MPASI. Lemak juga mendukung penyerapan vitamin larut lemak dan berperan dalam perkembangan otak bayi.

Tambahkan minyak atau lemak dalam jumlah kecil pada MPASI bayi. Sentuhan sederhana ini dapat membuat makanan lebih bernutrisi tanpa mengubah rasa secara drastis.

 

 

Menyusun MPASI dengan Penuh Kesadaran

Moms, menyusun MPASI bukan soal mengikuti tren, melainkan memahami kebutuhan unik si kecil. Perhatikan tanda kesiapan bayi, seperti mampu duduk dengan bantuan, tertarik pada makanan, dan refleks menjulurkan lidah yang mulai berkurang. Mulailah dengan tekstur halus, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan mengunyah dan menelan.

Yang tak kalah penting, ciptakan suasana makan yang positif. Duduklah bersama bayi, berikan contoh, dan nikmati prosesnya tanpa paksaan. MPASI adalah perjalanan panjang yang akan membentuk kebiasaan makan anak hingga dewasa.

MPASI awal bayi adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi masa depan kesehatan anak. Dengan memilih makanan pertama yang direkomendasikan dokter anak, seperti makanan pokok beras yang diperkaya dengan kacang-kacangan, sumber hewani, sayur dan buah, serta lemak sehat, Moms telah memberikan pondasi nutrisi yang kuat.

Percayalah, setiap upaya penuh cinta yang Moms lakukan hari ini akan menjadi investasi berharga bagi tumbuh kembang si kecil. Jalani fase MPASI dengan tenang, penuh kesadaran, dan optimisme. Karena di setiap suapan, ada harapan besar untuk masa depan yang lebih sehat dan cerah.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading