Sukses

FimelaMom

Pahami Apa Itu Braxton Hicks Contractions, Kontraksi Latihan Rahim

ringkasan

  • Kontraksi Braxton Hicks adalah kontraksi rahim ringan dan tidak teratur yang berfungsi sebagai "latihan" tubuh mempersiapkan persalinan sejati, umumnya terasa di trimester kedua atau ketiga kehamilan.
  • Perbedaan utama dengan kontraksi persalinan sejati terletak pada pola yang tidak teratur, intensitas yang tidak meningkat, dan kemungkinan berhenti dengan perubahan posisi atau aktivitas.
  • Pemicu umum kontraksi ini meliputi dehidrasi, aktivitas fisik, kandung kemih penuh, aktivitas seksual, atau sentuhan pada perut, dan penting untuk membedakannya dari tanda persalinan sejati.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, selama masa kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan menakjubkan sebagai persiapan menyambut kehadiran si kecil. Salah satu fenomena yang seringkali menimbulkan pertanyaan adalah kontraksi rahim yang tidak teratur, dikenal sebagai braxton hicks contractions. Kontraksi ini sering disebut sebagai "kontraksi latihan" atau "persalinan palsu" karena berfungsi melatih rahim tanpa menandakan persalinan yang sebenarnya telah dimulai.

Meskipun kontraksi ini diyakini dapat dimulai sejak usia kehamilan sekitar 6 minggu, sensasinya umumnya baru terasa jelas pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Braxton hicks contractions merupakan pengencangan dan relaksasi otot rahim yang sporadis, terjadi secara acak, dan tidak berirama.

Memahami perbedaan antara braxton hicks contractions dengan kontraksi persalinan sejati sangat penting. Hal ini membantu Sahabat Fimela tetap tenang dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan. Kontraksi "latihan" ini adalah bagian normal dari perjalanan kehamilan, namun tidak berarti persalinan akan segera tiba.

Mengenal Lebih Dekat Braxton Hicks Contractions

Braxton hicks contractions adalah kontraksi rahim ringan yang terasa seperti pengencangan di area perut Anda. Kontraksi ini merupakan pengencangan dan relaksasi otot rahim yang sporadis, yang membantu tubuh mempersiapkan diri untuk persalinan yang sebenarnya.

Meskipun dapat dimulai sejak minggu keenam kehamilan, sebagian besar ibu hamil baru merasakan kontraksi di trimester kedua atau ketiga. Kontraksi ini umumnya berlangsung antara 15 hingga 30 detik, meskipun bisa mencapai dua menit. Sensasinya tidak teratur, tidak dapat diprediksi, dan tidak berirama.

Wanita sering menggambarkan braxton hicks contractions terasa seperti kram menstruasi ringan atau pengencangan di area perut tertentu yang datang dan pergi. Perut bisa terasa kencang dan keras selama kontraksi ini. Meskipun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kontraksi ini jarang terasa menyakitkan.

Perbedaan Krusial Braxton Hicks Contractions vs. Kontraksi Persalinan Sejati

Penting bagi Sahabat Fimela untuk dapat membedakan braxton hicks contractions dari kontraksi persalinan sejati. Kontraksi ini tidak memiliki pola yang teratur dan datang serta pergi secara acak. Sebaliknya, kontraksi persalinan sejati terjadi pada interval yang teratur, mengikuti pola, dan semakin kuat, lebih lama, serta lebih dekat seiring waktu.

Kontraksi ini tidak bertambah intensitasnya. Sementara itu, kontraksi persalinan sejati secara bertahap akan meningkat kekuatannya dan menjadi lebih menyakitkan. Kontraksi "latihan" ini mungkin berhenti saat Anda berjalan, beristirahat, atau mengubah posisi. Berbeda dengan kontraksi persalinan sejati yang akan terus berlanjut terlepas dari tingkat aktivitas atau posisi Anda.

Braxton hicks contractions tidak menyebabkan pembukaan atau pelebaran serviks. Tujuan kontraksi persalinan sejati adalah untuk menipiskan dan melebarkan serviks sebagai persiapan kelahiran. Lokasi nyeri juga berbeda; kontraksi ini biasanya terasa di satu area perut depan, sedangkan kontraksi persalinan sejati dapat menyebar ke seluruh perut, serta ke punggung bawah.

Pemicu dan Fungsi Penting Braxton Hicks Contractions Bagi Ibu Hamil

Meskipun penyebab pasti braxton hicks contractions tidak sepenuhnya jelas, beberapa faktor dapat memicu atau memperburuknya. Dehidrasi adalah salah satu penyebab paling umum dari kontraksi ini. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga asupan cairan yang cukup.

Aktivitas fisik yang tinggi atau setelah berolahraga juga dapat memicu braxton hicks contractions. Selain itu, kandung kemih yang penuh dapat menjadi pemicu kontraksi ini. Kontraksi juga bisa terjadi setelah berhubungan seks atau bahkan hanya karena sentuhan pada perut ibu.

Braxton hicks contractions memiliki fungsi penting dalam persiapan tubuh untuk persalinan. Kontraksi ini dianggap berperan dalam mengencangkan otot rahim sebagai persiapan untuk proses persalinan. Selain itu, meskipun tidak menyebabkan pelebaran serviks, kontraksi ini mungkin berperan dalam pelunakan serviks.

Kapan Harus Waspada? Tanda Bahaya Selain Braxton Hicks Contractions

Meskipun braxton hicks contractions adalah hal yang normal, ada beberapa situasi di mana Sahabat Fimela harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan. Jangan tunda untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami pendarahan vagina apa pun.

Perhatikan juga jika terjadi kebocoran cairan konstan atau jika ketuban Anda pecah, baik berupa semburan maupun rembesan. Tanda bahaya lainnya adalah kontraksi yang kuat setiap 5 menit selama satu jam, terutama jika intensitasnya terus meningkat.

Perubahan yang jelas dalam gerakan bayi Anda, atau jika Anda merasakan kurang dari 10 gerakan setiap 2 jam, juga memerlukan perhatian medis segera. Terakhir, jika Anda mengalami tanda-tanda persalinan sebelum 37 minggu kehamilan, seperti nyeri punggung bawah, tekanan panggul, atau kram seperti menstruasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading