Sukses

FimelaMom

3 Pengganti Susu Anak yang Aman dan Bergizi

Fimela.com, Jakarta - Susu sering menjadi sumber nutrisi penting bagi anak, terutama untuk mendukung pertumbuhan tulang, gigi, dan daya tahan tubuh. Namun, tidak semua anak dapat mengonsumsi susu sapi dengan nyaman. Beberapa anak mengalami alergi, intoleransi laktosa, atau sekadar tidak menyukai rasa susu, sehingga orang tua perlu mencari alternatif yang aman dan tetap bernutrisi.

Memilih pengganti susu anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Orang tua perlu memastikan bahwa alternatif yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, seperti protein, kalsium, vitamin D, dan lemak sehat. Tanpa pemilihan yang tepat, anak berisiko mengalami kekurangan gizi yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Kabar baiknya, ada berbagai pilihan pengganti susu anak yang aman dan bergizi jika dipilih dan diberikan dengan cara yang benar. Berikut beberapa alternatif yang bisa menjadi pilihan orang tua sesuai kebutuhan anak.

1. Susu Nabati yang Difortifikasi

Susu nabati seperti susu kedelai, susu almond, atau susu oat bisa menjadi pilihan bagi anak yang tidak cocok dengan susu sapi. Namun, pastikan memilih produk yang difortifikasi dengan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 agar kandungan nutrisinya mendekati susu sapi.

Di antara susu nabati, susu kedelai termasuk yang paling direkomendasikan karena kandungan proteinnya cukup tinggi. Meski begitu, orang tua tetap perlu membaca label kemasan dan menghindari produk dengan tambahan gula berlebih.

2. Makanan Sumber Kalsium dan Protein

Jika anak tidak minum susu, kebutuhan nutrisi tetap bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari. Sumber kalsium dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, tahu, tempe, ikan teri, serta kacang-kacangan. Sementara itu, protein bisa didapatkan dari telur, ikan, daging tanpa lemak, dan produk olahan kedelai.

Mengombinasikan berbagai jenis makanan ini membantu memastikan anak mendapatkan nutrisi lengkap meski tanpa konsumsi susu.

3. Peran Suplemen jika Diperlukan

Dalam beberapa kondisi tertentu, dokter mungkin merekomendasikan suplemen kalsium atau vitamin D sebagai pengganti nutrisi dari susu. Suplemen ini sebaiknya diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan agar dosisnya aman dan sesuai dengan usia anak.

Suplemen bukan pengganti utama makanan, tetapi berfungsi sebagai pendukung jika kebutuhan nutrisi anak belum tercukupi dari makanan sehari-hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading