Fimela.com, Jakarta - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Namun, tanpa disadari, pola asuh yang diterapkan bisa jadi tidak efektif atau bahkan merusak, yang pada akhirnya berdampak serius pada perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologis. Penting bagi para orang tua untuk mengenali tanda-tanda ini agar dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Mengenali kapan gaya pengasuhan membutuhkan perbaikan adalah langkah krusial. Pola asuh yang tidak tepat dapat menghambat anak mengembangkan kemandirian, kemampuan memecahkan masalah, hingga kesehatan mentalnya. Dengan memahami ciri-ciri pola asuh yang bermasalah, orang tua dapat mengambil tindakan proaktif untuk memperbaiki interaksi dan pendekatan mereka dalam mendidik anak.
Profesor Eric Storch, seorang ahli psikologi dari Baylor College of Medicine (AS), menegaskan bahwa mengalami suka dan duka kehidupan adalah salah satu cara utama agar anak bisa berkembang dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Ia mengatakan, “Suka duka kehidupan juga mengembangkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dan mengatasi kesulitan.”
Advertisement
Advertisement
Ketika Proteksi Berlebihan Menghambat Kemandirian Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5056466/original/070365600_1734519484-mom-watching-television-with-her-children__1_.jpg)
Salah satu pola asuh yang seringkali tidak disadari dampaknya adalah pengasuhan yang terlalu protektif atau overprotective parenting. Gaya ini umumnya didorong oleh kecemasan orang tua yang berlebihan, dengan keinginan kuat untuk melindungi anak dari segala pengalaman buruk. Psikolog klinis Maura Francis menjelaskan, “Pola pengasuhan yang terlalu protektif biasanya didorong oleh kecemasan orang tua. Hal itu berakar dari keinginan untuk mencegah anak mendapatkan pengalaman buruk.”
Orangtua yang terlalu protektif cenderung mengambil alih masalah anak agar mereka tidak merasakan ketidaknyamanan. Misalnya, saat anak mengalami kesulitan, orang tua akan ikut campur dan mengambil kendali untuk membantu menyelesaikannya. “Saat anak mengalami kesulitan, orang tua yang terlalu protektif akan ikut nimbrung. Bukan cuma membantu memberikan pendapat, tapi juga mengambil kendali untuk membantu menyelesaikan masalah. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak terhindar dari rasa tidak nyaman,” demikian dijelaskan.
Tanda-tanda lain dari pola asuh ini termasuk sering berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah anak, alih-alih membimbing anak untuk mengatasinya sendiri. Selain itu, orang tua mungkin berbicara tanpa henti kepada anak atau pihak lain karena kekhawatiran berlebihan akan kesejahteraan buah hati mereka.
Orangtua yang terlalu protektif juga kerap tidak menghormati privasi anak, selalu ingin tahu segala sesuatu yang terjadi pada mereka. “Karena terlalu khawatir, orang tua yang terlalu protektif biasanya selalu ingin tahu segala sesuatu yang terjadi pada anak. Mereka tidak bisa menghormati hak anak untuk memiliki dunia batin dan privasinya sendiri,” demikian sumber menjelaskan. Mereka juga cenderung mengatur semua keputusan anak tanpa diskusi, mulai dari pilihan pakaian hingga hobi, dengan dalih mengetahui yang terbaik.
Beberapa tanda lebih lanjut dari pola asuh yang terlalu protektif meliputi melarang anak melakukan aktivitas fisik yang wajar, selalu menjadi penyelamat dari setiap konflik yang dihadapi anak, dan melakukan pengawasan ekstrem setiap waktu. Pola asuh ini dapat membuat anak menjadi penakut, kurang percaya diri, sulit mengatasi masalah sendiri, mudah cemas, hingga berisiko menjadi korban perundungan.
Dampak Pola Asuh Beracun dan Keterlibatan yang Tidak Seimbang
Selain proteksi berlebihan, ada pula pola asuh beracun atau toxic parenting yang dapat merusak psikologis anak. Gaya pengasuhan ini didefinisikan sebagai pola asuh yang melibatkan kontrol berlebihan, hukuman fisik, dan penolakan emosional, yang berpotensi menyebabkan trauma pada anak. Pola asuh beracun dapat meninggalkan luka emosional mendalam yang berdampak hingga anak dewasa, menyebabkan rendah diri, kecemasan, dan kesulitan dalam hubungan interpersonal.
Keterlibatan orangtua yang tidak seimbang juga merupakan tanda pola asuh yang buruk. Pola asuh yang buruk dapat didefinisikan sebagai gaya pengasuhan yang mengakibatkan perilaku anak nakal, bahkan dapat menyebabkan kejahatan. Hal ini terjadi ketika orang tua memprioritaskan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan terbaik anak-anaknya.
Keterlibatan yang tidak seimbang dapat terlihat dari dua sisi ekstrem. Pertama, orangtua yang terlalu sedikit terlibat, sehingga lalai dan gagal menanggapi kebutuhan anak di luar kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Kedua, orang tua yang terlalu terlibat, justru dapat menyebabkan kerugian dengan mengambil kendali keputusan dan melakukan terlalu banyak peran untuk anak. Akibatnya, anak menjadi terhambat untuk belajar menjadi diri sendiri.
Advertisement
Mengabaikan Kebutuhan Anak dan Keharusan Beradaptasi
Pola asuh yang mengabaikan atau neglectful parenting ditandai dengan kurangnya keterlibatan orangtua dalam kehidupan anak dan sedikitnya tuntutan atau kontrol. Meskipun orang tua mungkin menyediakan kebutuhan dasar, mereka seringkali terpisah dari kebutuhan emosional, sosial, dan perkembangan anak. Anak-anak yang diasuh dengan gaya ini cenderung memiliki kontrol diri yang buruk, kurang mandiri, dan harga diri rendah. Mereka juga mungkin terasingkan dari kehidupan keluarga dan berisiko terlibat dalam kenakalan remaja atau membolos sekolah.
Pola asuh yang mengabaikan juga dapat membuat anak merasa tidak berharga, cemas, dan depresi. Orang tua dengan pola asuh ini mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri, kurang menunjukkan kehangatan emosional, jarang berkomunikasi, dan tidak terlibat dalam kegiatan sekolah atau pertemanan anak.
Di sisi lain, pola asuh juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, teknologi, dan perubahan sosial. Apa yang dulu mudah diterapkan kini kemungkinan sudah tidak relevan lagi. Psikolog anak dan remaja Grace E. Sameve menekankan bahwa mengasuh anak merupakan proses belajar terus-menerus. Oleh karena itu, orangtua harus senantiasa beradaptasi, terbuka, dan kritis terhadap informasi baru.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/388970/original/039445900_1708425916-WhatsApp_Image_2024-02-15_at_12.52.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221001/original/039983400_1747298018-asian-middle-aged-woman-teach-her-daughter-homework-drawing-home-lifestyle-mother-kid-happy-fun-spend-time-together-living-room-modern-home-evening.jpg)
![Alyssa Daguise buktikan bahwa dirinya tak hanya sekadar bumil glowing tapi juga fashionable mama [@alyssadaguise]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3unXmjBHzsgf6tbkHdT7tylJAUg=/0x23:1080x1103/200x200/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554685/original/000301200_1776091833-SnapInsta.to_670688104_18581626381057164_3767344184430632019_n.jpg)
![Jessica Iskandar bersama suami dan ketiga anaknya merayakan Natal di Amerika Serikat. Di hari Natal, keluarga good looking ini tampil dengan set piyama merah motif tartan. [@inijedar]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/8S9tq6adu7Lf48sIAj8rCfJnvG8=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464355/original/036447700_1767686496-IMG_3139_2_.jpeg)
![Audi Marissa menunjukkan betapa bahagia dirinya menjadi seorang ibu anak satu saat pemotretan [@audimarissa]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/7s-G3ngfseB0GpHRuXf1TyRuNwc=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463212/original/058403400_1767602053-SnapInsta.to_610572557_18554326282030387_7856265766271261292_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558411/original/013851200_1776417859-boy-doing-homework-kitchen_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183122/original/083260200_1744164492-mom-daughter-making-high-five_23-2148500053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596166/original/020088100_1633665874-beautiful-mother-blue-shirt-apron-is-preparing-fresh-vegetable-salad-home_1157-13939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479646/original/098401200_1768984292-front-view-mother-girl-playing-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4692327/original/076878600_1703038223-Ilustrasi_ibu_dan_anak_laki-lakinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558504/original/066205000_1776421326-Cave_exploration_in_Margaret_River.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558405/original/023538800_1776417540-family-silhouettes-having-fun-sunset-full-shot_1_.jpg)
![Cara sederhana mengembalikan semangat anak ketika aktivitas di luar ruangan. [Dok/Pexels.com/Kampus Production].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Ie6UxEYCvIFvx3NQ06TZhW93vqU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6382474/original/010776200_1779257699-pexels-kampus-8813498.jpg)
![Tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarkan anak-anak Anda siapa orang asing dan bagaimana menghindari situasi yang tidak aman. [Dok/Freepik.com/8photo].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/zFFS7z1fCurpYIUhYs3J-SNgk2Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6381971/original/071138000_1779257156-expressive-young-girl-posing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558436/original/000952700_1776418431-mother-with-daughter-airport.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6923772/original/013235800_1779694202-pexels-gustavo-fring-4173218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205517/original/071517900_1666856136-nicolas-lobos-KTfAuP8gtYM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6300970/original/028657900_1779175528-pexels-polina-kovaleva-5885513.jpg)
![Secara sederhana, clean eating berarti mengonsumsi makanan utuh (whole foods) yang minim proses. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/mN2lbfc2P-MYKXU9NKopK-vkMvk=/0x0:7360x4148/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393112/original/017172700_1761542889-pretty-young-woman-eating-red-cherry-tomato-holding-bowl-mixed-salad-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5930743/original/028326200_1778828329-people-taking-community-action_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5750140/original/060606100_1778650521-high-angle-woman-doing-creative-journaling_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3398986/original/073745900_1615454866-pexels-rachel-claire-4577811.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552507/original/011890300_1775811031-full-shot-mother-girl-nature.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221001/original/039983400_1747298018-asian-middle-aged-woman-teach-her-daughter-homework-drawing-home-lifestyle-mother-kid-happy-fun-spend-time-together-living-room-modern-home-evening.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558411/original/013851200_1776417859-boy-doing-homework-kitchen_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183122/original/083260200_1744164492-mom-daughter-making-high-five_23-2148500053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577158/original/026283000_1694778891-jordan-whitt-KQCXf_zvdaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261730/original/044268900_1781756195-IMG_3586.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8334769/original/066412100_1782205387-44994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3281497/original/094550300_1603955124-037192400_1552637059-098603900_1476093234-Oknum_Polisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8330035/original/075601100_1782199992-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_14.25.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288306/original/082788800_1752907256-1003053670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8325871/original/052697300_1782195472-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_13.16.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8333353/original/000683100_1782203679-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450942/original/071086900_1766211016-bumbu_jadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8329177/original/069012500_1782199059-03e2b2a6-2368-4e22-947a-0f435aa7bbde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491798/original/032901900_1770106554-Acar_Timun_dan_Wortel.jpg)