Fimela.com, Jakarta - Kecemasan ekonomi yang melanda generasi muda di Amerika Serikat telah memicu munculnya dua pola perilaku keuangan yang sangat berbeda, yaitu gaya hidup hemat atau frugal living dan doom spending. Kedua pendekatan ini menjadi cerminan bagaimana kaum muda berupaya menghadapi ketidakpastian finansial yang terus membayangi. Dilansir dari berbagai sumber, generasi Z dan Milenial di Amerika Serikat kini menghadapi tingkat kecemasan finansial yang cukup tinggi. Bahkan, 60% warga Amerika mengaku khawatir dengan kondisi dunia dan ekonomi saat ini, dengan kekhawatiran utama meliputi biaya hidup, inflasi, serta kondisi stabilitas politik. Kekhawatiran ini tidak hanya bersifat umum, sebab situasi global dan ekonomi saat ini memicu kecemasan terhadap keuangan pribadi mereka, yang pada akhirnya memengaruhi cara 59% dari mereka dalam membelanjakan uang.
Berbagai faktor menjadi pemicu utama kecemasan finansial di kalangan generasi muda. Biaya hidup yang melonjak tinggi dan inflasi menjadi kekhawatiran dominan. Selain itu, biaya perumahan juga menjadi beban signifikan, sebagai kekhawatiran finansial utama yang menyebabkan stres.
Gaji yang tidak sebanding dengan biaya hidup saat ini turut menambah daftar kekhawatiran. Beban utang, termasuk utang mahasiswa, merupakan sumber kecemasan besar bagi Milenial dan Gen Z. Lebih lanjut, tagihan perawatan kesehatan dan medis menjadi kekhawatiran finansial terbesar di kalangan Milenial dan Gen Z. Ketidakpastian pekerjaan dan pendapatan juga menjadi faktor pemicu stres.
Advertisement
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya jaring pengaman finansial. Gen Z dan Milenial yang memiliki tabungan cukup untuk menutupi pengeluaran lebih dari satu bulan jika kehilangan pendapatan. Akibatnya, kecemasan finansial ini berdampak serius pada kesehatan mental, di mana Gen Z melaporkan kehilangan tidur karena kekhawatiran keuangan. Milenial, merasa tidak ada gunanya menabung karena ketidakpastian kondisi dunia dan ekonomi.
Di tengah tekanan ekonomi, frugal living atau hidup hemat menjadi salah satu respons adaptif generasi muda. Pendekatan ini berfokus pada kehati-hatian finansial, stabilitas, dan pengeluaran berbasis nilai. Gen Z, yang telah melewati berbagai badai ekonomi mulai dari krisis 2008 hingga pandemi, memiliki cara pandang unik terhadap pendidikan, karier, dan uang. Kombinasi inflasi yang meningkat dan utang mahasiswa telah membentuk mereka menjadi individu yang berhati-hati secara finansial, dengan fokus pada stabilitas dan pengeluaran yang didasari nilai.
Berlawanan dengan frugal living, muncul pula fenomena doom spending, yaitu perilaku pengeluaran uang secara sembrono tanpa memedulikan konsekuensi finansial di masa depan. Perilaku ini seringkali berfungsi sebagai mekanisme koping untuk mengatasi stres dan kecemasan ekonomi. Seperti yang dijelaskan, doom spending terjadi ketika seseorang berbelanja untuk mengatasi stres yang berasal dari hal-hal seperti kondisi ekonomi dan keuangan pribadi.
Advertisement
Frugal Living: Strategi Hemat di Tengah Ketidakpastian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985930/original/046339500_1649160444-kinga-cichewicz-ppWX6_Z1-Qo-unsplash.jpg)
Prioritas menabung menjadi ciri khas Gen Z, bahkan lebih dari generasi lainnya. Mereka cenderung menunda pengeluaran besar seperti pembelian rumah dan mobil, serta aktif membangun dana darurat. Gen Z mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kesehatan finansial mereka, seperti menabung atau melunasi utang. Mayoritas juga fokus pada pengurangan pengeluaran, misalnya mengurangi frekuensi makan di luar dan berbelanja di toko kelontong yang lebih terjangkau.
Tidak hanya itu, banyak Gen Z yang secara aktif mencari sumber daya untuk meningkatkan literasi finansial mereka. Sebanyak menginginkan bank mereka menawarkan hotline saran finansial, dan menginginkan akses ke kursus finansial daring. Perilaku belanja juga berubah, dengan banyak orang dewasa muda beralih ke toko barang bekas dan situs penjualan kembali untuk hadiah liburan. Konsep minimalisme juga menawarkan jalan keluar dari stres finansial, mendorong fokus pada kepemilikan dan pembelian hanya barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
Fenomena Doom Spending sebagai Pelarian Stres
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3018102/original/093620400_1578636974-nursultan-bakyt-Y0YYO_oelIo-unsplash.jpg)
Istilah doom spending sendiri merupakan sebutan baru untuk pengeluaran sembrono tanpa memedulikan konsekuensi finansial di masa depan. Fenomena ini cukup umum, dengan melakukan doom spending untuk mengatasi stres. Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan generasi muda. Survei lain juga menunjukkan bahwa 35% Gen Z dan 43% Milenial terlibat dalam perilaku ini.
Penyebab utama doom spending adalah stres dan kecemasan yang mendalam tentang keadaan ekonomi, biaya hidup, inflasi, dan peristiwa dunia. Selain itu, aliran berita negatif yang terus-menerus di media sosial turut berperan; lebih dari separuh Gen Z (53%) dan Milenial (49%) mengakui bahwa paparan berita buruk tersebut mendorong mereka untuk berbelanja demi menghilangkan stres. Banyak yang merasa sia-sia menabung karena ketidakpastian masa depan, sehingga memilih untuk menikmati uang saat ini. Pengeluaran ini memberikan "dopamin instan" yang meredakan kecemasan sementara, sejalan dengan tren ekonomi hadiah kecil (little treat economy) di mana generasi muda mencari kepuasan instan.
Namun, doom spending membawa konsekuensi serius. Perilaku ini dapat menyebabkan peningkatan utang atau memperdalam utang yang sudah ada, serta menguras tabungan atau bahkan membuat seseorang tidak memiliki tabungan sama sekali. Hampir separuh (44%) orang Amerika merasa pesimis tentang masa depan finansial mereka. Pada akhirnya, doom spending menghambat pencapaian tujuan finansial inti, seperti melunasi utang atau menabung untuk meningkatkan situasi hidup, sehingga terasa semakin jauh dari jangkauan.
Advertisement
Kontradiksi Perilaku: Menabung Sambil Memanjakan Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748094/original/029139800_1552292202-Brooke_Cagle.jpg)
Perilaku finansial generasi muda seringkali menunjukkan kontradiksi yang menarik antara keinginan untuk hidup hemat dan kecenderungan untuk doom spending. Kebiasaan finansial Gen Z bisa tampak kontradiktif pada pandangan pertama; mereka membuat anggaran terperinci, tetapi mengakui pembelian impulsif. Mereka khawatir tentang uang, tetapi ragu meminta teman membayar kembali makan malam. Mereka menginginkan keamanan finansial, namun juga merangkul gagasan untuk memanjakan diri setelah setiap 'kemenangan' atau sedikit ketidaknyamanan.
Ini menciptakan konflik internal yang nyata. Meskipun Gen Z memiliki keinginan kuat untuk menabung dan bekerja keras, hal ini sering bertentangan dengan kebiasaan pengeluaran mereka yang terlibat dalam "ekonomi konsumsi." Mereka harus menyeimbangkan kehati-hatian finansial dengan pengeluaran yang bersifat memanjakan diri sendiri.
Beberapa orang dewasa muda merasionalisasi perilaku ini dengan menunda tabungan untuk tujuan besar seperti membeli rumah, namun tetap terlibat dalam pengeluaran diskresioner untuk hal-hal seperti kopi, produk kecantikan, atau perjalanan. Bagi mereka, ini adalah bentuk kepuasan instan di tengah ketidakpastian. Konsep-konsep seperti girl math dan soft-life budgeting muncul sebagai cara Gen Z merasionalisasi pengeluaran yang tampaknya kontradiktif ini, di mana mereka mencoba menyeimbangkan perencanaan masa depan dengan penghargaan emosional di masa kini.
Pada akhirnya, baik frugal living maupun doom spending adalah dua sisi mata uang yang sama. Keduanya merupakan manifestasi dari kecemasan ekonomi yang mendalam dan dibentuk oleh ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan dan tekanan sosial yang terus-menerus.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4666216/original/069496600_1701161611-anthony-tran-vXymirxr5ac-unsplash.jpg)
![Sederet artis Tanah Air hadirkan inspirasi kebaya modern di perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mana yang jadi favoritmu? [@lunamaya @bubahalfian @raffinagita1717]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LuJvZfc01ZS4sd2WqEUlkD128-k=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326579/original/010060200_1787028064-collage-1787026780260.jpg)
![Alyssa Daguise buktikan bahwa dirinya tak hanya sekadar bumil glowing tapi juga fashionable mama [@alyssadaguise]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3unXmjBHzsgf6tbkHdT7tylJAUg=/0x23:1080x1103/200x200/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554685/original/000301200_1776091833-SnapInsta.to_670688104_18581626381057164_3767344184430632019_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3101437/original/083158700_1586842056-dennis-cortes-6Mnof7cxaS4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385091/original/067376900_1760872133-hailey-reed-2sgWX9pd8sI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4163303/original/046898400_1663574972-pablo-toledo-gHhkxZpbehs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326039/original/086062600_1786952206-IMG_2436.jpeg)
![Sahabat Fimela, foto keluarga yang terlihat spontan justru sering terasa lebih natural dan penuh cerita dibanding pose yang terlalu formal. f[Dok/freepik.com/pchvector]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/dvcaFlLD52L-XiJszSMZSwrQzQY=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631062/original/040957100_1778229336-12873.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/I06S8psEhvKoujosPxpjt2fx_2Q=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546748/original/085344500_1775364892-happy-mother-with-kid-nature.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5577315/original/015170800_1778050348-jcomp_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497029/original/010044200_1770614000-girl-drawing-hearts-paper.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5440208/original/015712600_1765425683-IMG-20251211-WA0006.jpg)
![Slow parenting adalah cara mengasuh anak dengan lebih sadar, tidak terburu-buru, dan tidak terobsesi pada pencapaian atau kesempurnaan. [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wkg4QJD6r_Y8ORUak3tmjKCWapM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537552/original/023367100_1774426600-2827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5358209/original/051376200_1758601058-jcomp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4924911/original/042391200_1724308056-f7ca7dbd-cd2f-42cf-b88c-a710ed60ab34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326303/original/059022100_1786977477-IMG_1859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326309/original/008888500_1786980087-78100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326288/original/066964800_1786973936-1001566046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326300/original/038999500_1786976395-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_21.04.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326296/original/058938200_1786975704-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_11.20.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546748/original/085344500_1775364892-happy-mother-with-kid-nature.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385091/original/067376900_1760872133-hailey-reed-2sgWX9pd8sI-unsplash.jpg)
![Sederet artis Tanah Air hadirkan inspirasi kebaya modern di perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mana yang jadi favoritmu? [@lunamaya @bubahalfian @raffinagita1717]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ng5Sqth2JzYHjwWJH-EZ4JIE3M0=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326579/original/010060200_1787028064-collage-1787026780260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575733/original/002871600_1778049181-KamranAydinov_on_Magnific.jpg)