Sukses

FimelaMom

Apa Itu Permissive Parenting? Ketika Batasan Longgar Membuat Anak Sulit Diatur

Fimela.com, Jakarta - Permissive Parenting merupakan salah satu pola asuh yang ditandai dengan sikap orangtua yang hangat, penuh kasih sayang, dan responsif terhadap kebutuhan anak, tetapi cenderung memberikan sedikit aturan atau batasan. Dalam pola asuh ini, orangtua lebih sering memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan keinginannya sendiri tanpa banyak tuntutan maupun konsekuensi.

Sekilas, pendekatan ini terlihat menyenangkan karena anak merasa didengarkan dan tidak terlalu dibatasi. Namun, kurangnya aturan yang konsisten dapat membuat anak kesulitan memahami perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, anak bebas menentukan waktu tidur, menggunakan gawai tanpa batas waktu, atau mendapatkan apa yang diinginkan meskipun sebelumnya sudah diberikan larangan.

Dilansir dari American Psychological Association (APA), orangtua dengan pola permissive parenting cenderung bersikap hangat, tetapi kurang tegas dalam menetapkan batasan, mengawasi aktivitas, dan menuntut perilaku yang sesuai dengan usia anak. Akibatnya, anak bisa terbiasa mendapatkan kebebasan tanpa memahami pentingnya aturan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka kesulitan mengenali batasan serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Dampak Permissive Parenting, Anak Bisa Kesulitan Memahami Aturan dan Batasan

Kurangnya aturan dalam pola asuh permissive parenting dapat memengaruhi cara anak memahami batasan dan mengendalikan perilakunya. Ketika anak terbiasa mendapatkan kebebasan tanpa arahan yang jelas, mereka bisa kesulitan membedakan keinginan pribadi dengan hal-hal yang perlu dilakukan.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Beberapa dampak yang dapat muncul akibat pola asuh ini antara lain:

  • Sulit mengendalikan diri: Anak cenderung bertindak mengikuti keinginan sesaat karena kurang terbiasa dengan aturan dan batasan.
  • Mudah frustrasi: Anak bisa kesulitan menerima penolakan atau menghadapi keadaan ketika keinginannya tidak terpenuhi.
  • Kurang memahami tanggung jawab: Minimnya konsekuensi membuat anak kurang terbiasa mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan.
  • Kesulitan mengikuti aturan: Anak dapat mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan di rumah maupun lingkungan sekolah.

Dilansir dari American Psychological Association, anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif cenderung memiliki kemampuan pengendalian diri dan kemandirian yang lebih rendah. Meski begitu, dampaknya dapat berbeda pada setiap anak, tergantung lingkungan dan pola pengasuhan yang diterapkan.

Mengapa Anak Tetap Membutuhkan Aturan dan Batasan dari Orangtua?

Memberikan kebebasan kepada anak memang penting untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Namun, kebebasan tersebut tetap perlu diimbangi dengan aturan dan batasan yang jelas. Melalui arahan orangtua, anak dapat belajar memahami perilaku yang sesuai, mengenali konsekuensi dari tindakannya, serta mengetahui tanggung jawab yang perlu dijalankan.

Ada beberapa alasan mengapa batasan tetap dibutuhkan dalam pengasuhan anak:

  • Membantu anak belajar disiplin: Aturan sederhana, seperti jadwal tidur dan waktu bermain, membantu anak membangun rutinitas.
  • Melatih pengendalian diri: Anak belajar menunda keinginan dan memahami bahwa tidak semua hal bisa didapatkan sesuai kemauannya.
  • Membangun rasa tanggung jawab: Anak mulai memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang perlu diterima.
  • Memberikan rasa aman: Batasan yang konsisten membantu anak mengetahui apa yang diharapkan orangtua sehingga mereka merasa lebih terarah.

Dilansir dari UNICEF, penerapan batasan yang positif dan konsisten dapat membantu anak memahami perilaku yang diharapkan sekaligus mengembangkan kemampuan mengatur diri, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas tindakan mereka dalam berbagai situasi sehari-hari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading