Sukses

Food

8 Cara Mengurangi Minyak pada Gorengan tanpa Tisu, Mudah dan Praktis

0(0)

ringkasan

  • Persiapan bahan dengan kadar air rendah dapat mengurangi penyerapan minyak pada gorengan.
  • Suhu minyak yang tepat (170-180°C) dan tidak menggoreng terlalu banyak sekaligus penting untuk hasil minim minyak.
  • Gunakan saringan, rak kawat, atau kertas penyerap minyak sebagai alternatif tisu untuk meniriskan gorengan.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Fimela.com, Jakarta - Gorengan menjadi hidangan favorit banyak orang berkat cita rasa gurih dan tekstur renyah. Meski begitu, sisa minyak berlebih sering membuat makanan terasa lebih berat saat dinikmati. Cara mengurangi minyak pada gorengan tanpa tisu dapat menjadi solusi praktis, bagi siapa saja supaya hasil masakan tetap lezat tanpa memerlukan perlengkapan khusus.

Hasil gorengan tidak hanya dipengaruhi oleh adonan atau bumbu, tetapi juga proses setelah makanan diangkat dari wajan. Penerapan cara mengurangi minyak pada gorengan tanpa tisu membantu menjaga tekstur tetap renyah, tampilan lebih menarik, serta membuat makanan terasa lebih nikmat saat disantap bersama keluarga.

Memahami teknik meniriskan gorengan secara tepat juga menjadi kebiasaan sederhana yang memberikan banyak manfaat. Melalui cara mengurangi minyak pada gorengan tanpa tisu, Sahabat Fimela bisa menyajikan aneka gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, ayam, maupun pisang goreng agar tidak dipenuhi minyak berlebih tanpa harus bergantung pada tisu dapur.

Berikut ulasan lengkap yang Fimela.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/7/2026).

1. Gunakan Saringan Kawat atau Rak Pendingin

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi minyak berlebih pada gorengan tanpa menggunakan tisu adalah memanfaatkan saringan kawat atau rak pendingin. Peralatan dapur sederhana ini memungkinkan minyak yang masih menempel pada permukaan makanan mengalir turun secara alami sehingga gorengan tidak terendam kembali oleh minyak yang baru saja keluar.

Setelah gorengan matang dan diangkat dari dalam wajan, jangan langsung meletakkannya di atas piring datar. Sebaiknya susun gorengan di atas rak kawat atau rak pendingin yang memiliki celah pada bagian bawah. Celah tersebut memberikan ruang bagi minyak untuk menetes sehingga permukaan makanan menjadi lebih kering.

Metode ini jauh lebih efektif dibandingkan menaruh gorengan langsung di atas piring. Apabila gorengan ditempatkan di permukaan datar, minyak akan berkumpul di bagian bawah makanan sehingga sebagian minyak kembali terserap. Akibatnya, gorengan menjadi lebih berminyak dan teksturnya lebih cepat melempem.

Selain membantu mengurangi kadar minyak, penggunaan rak pendingin juga menjaga sirkulasi udara di sekitar gorengan. Udara dapat mengalir dari berbagai sisi sehingga tekstur renyah pada lapisan luar tetap terjaga lebih lama.

2. Tiriskan dalam Posisi Berdiri

Untuk beberapa jenis gorengan seperti ayam goreng, ikan goreng, tempe goreng, atau tahu goreng, posisi saat proses penirisan juga sangat memengaruhi jumlah minyak yang masih menempel pada permukaannya.

Alih-alih meletakkan makanan dalam posisi datar, cobalah menempatkannya dalam posisi berdiri atau sedikit miring. Cara sederhana ini memanfaatkan gaya gravitasi sehingga minyak yang berada pada bagian permukaan maupun sela-sela makanan dapat mengalir turun dengan lebih cepat.

Sebagai contoh, ayam goreng dapat disandarkan pada rak peniris agar bagian rongga maupun lipatan kulit tidak menyimpan terlalu banyak minyak. Begitu pula ikan goreng yang memiliki bagian perut atau sayatan dapat ditiriskan dalam posisi miring agar minyak keluar secara maksimal.

Teknik ini sangat mudah dilakukan tanpa memerlukan peralatan tambahan, tetapi hasilnya cukup efektif untuk membuat gorengan terasa lebih ringan saat disantap sekaligus mempertahankan kerenyahannya.

 

3. Gunakan Saringan Besi Setelah Mengangkat Gorengan

Langkah sederhana berikutnya adalah memanfaatkan saringan besi sesaat setelah gorengan diangkat dari dalam minyak panas. Cara ini sering diterapkan oleh pedagang gorengan maupun pelaku usaha kuliner karena terbukti mampu mengurangi minyak sebelum makanan dipindahkan ke wadah penyajian.

Setelah gorengan matang, angkat menggunakan serokan atau saringan besi, lalu tahan beberapa saat di atas wajan selama kurang lebih 30 detik hingga satu menit. Pada waktu tersebut, minyak yang masih menempel akan menetes kembali ke dalam wajan sehingga jumlah minyak yang terbawa menjadi jauh lebih sedikit.

Selain membantu mengurangi minyak berlebih, cara ini juga membuat area penyajian tetap lebih bersih karena tidak banyak minyak yang menetes ke meja maupun piring. Apabila dilakukan secara konsisten, teknik sederhana ini dapat menghasilkan gorengan yang tampak lebih kering, renyah, dan memiliki tampilan yang lebih menggugah selera.

4. Goyangkan Saringan Secara Perlahan

Setelah gorengan diangkat menggunakan saringan atau serokan, jangan terburu-buru memindahkannya ke wadah penyajian. Luangkan waktu beberapa detik untuk menggoyangkan saringan secara perlahan agar minyak yang masih menempel dapat keluar lebih maksimal.

Gerakan ringan tersebut membantu melepaskan tetesan minyak yang masih berada pada permukaan gorengan maupun bagian sela-selanya. Tidak perlu menggoyangkan terlalu kuat karena dapat merusak bentuk makanan, terutama gorengan yang memiliki lapisan tepung tipis.

Beberapa kali goyangan ringan biasanya sudah cukup untuk mengurangi minyak dalam jumlah yang cukup signifikan. Setelah itu, gorengan dapat dipindahkan ke rak peniris atau wadah penyajian agar proses pengurangan minyak berlangsung lebih optimal.

Teknik sederhana ini sering dianggap sepele, padahal mampu memberikan hasil yang cukup berbeda pada tekstur maupun tampilan akhir gorengan.

 

5. Gunakan Minyak yang Benar-Benar Panas

Keberhasilan menghasilkan gorengan yang tidak terlalu berminyak sebenarnya sudah dimulai sejak proses menggoreng. Salah satu faktor yang paling menentukan adalah suhu minyak.

Pastikan minyak sudah benar-benar mencapai suhu ideal sebelum memasukkan bahan makanan. Minyak yang cukup panas akan membentuk lapisan luar makanan dalam waktu relatif singkat sehingga minyak tidak memiliki banyak kesempatan untuk meresap ke dalam bahan.

Sebaliknya, apabila minyak masih kurang panas, makanan akan menyerap minyak dalam jumlah lebih banyak sebelum bagian luarnya menjadi renyah. Akibatnya, gorengan terasa lebih berminyak, berat, dan kurang nikmat saat disantap.

Sebagai panduan sederhana, Anda dapat memasukkan sedikit adonan atau remah tepung ke dalam minyak. Apabila langsung muncul gelembung dan remah mengapung perlahan, berarti suhu minyak sudah cukup untuk mulai menggoreng.

6. Jangan Terlalu Banyak Mengisi Wajan

Kesalahan yang cukup sering dilakukan saat menggoreng adalah memasukkan terlalu banyak bahan ke dalam wajan sekaligus. Meskipun terlihat lebih cepat, kebiasaan ini justru dapat menurunkan kualitas hasil gorengan.

Ketika jumlah bahan terlalu banyak, suhu minyak akan turun secara drastis. Kondisi tersebut membuat makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang sehingga minyak lebih mudah terserap ke dalam permukaan maupun bagian dalam gorengan.

Selain menghasilkan gorengan yang lebih berminyak, terlalu banyak isi dalam wajan juga membuat proses memasak menjadi kurang merata. Sebagian makanan mungkin sudah matang, sedangkan bagian lainnya masih membutuhkan waktu lebih lama.

Agar hasilnya lebih baik, goreng bahan dalam jumlah secukupnya sesuai ukuran wajan. Suhu minyak akan tetap stabil sehingga setiap gorengan dapat matang secara merata, lebih renyah, dan tidak dipenuhi minyak berlebih.

 

7. Gunakan Rak Peniris Khusus

Saat ini tersedia berbagai jenis rak peniris gorengan berbahan logam yang dirancang khusus untuk membantu mengurangi minyak setelah proses menggoreng selesai. Rak ini banyak digunakan di dapur rumah tangga maupun usaha kuliner karena praktis dan efektif.

Rak peniris memiliki permukaan berlubang atau berbentuk kawat sehingga minyak dapat langsung menetes ke bagian bawah tanpa menggenang pada permukaan makanan. Selain itu, sirkulasi udara dapat berlangsung dengan baik sehingga gorengan tetap kering dan renyah.

Beberapa rak peniris bahkan dilengkapi wadah penampung minyak pada bagian bawah sehingga area dapur tetap bersih selama proses penirisan berlangsung. Peralatan ini sangat cocok digunakan apabila Anda sering memasak gorengan dalam jumlah banyak.

Menggunakan rak peniris khusus menjadi investasi sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas hasil gorengan sekaligus mempermudah proses penyajian.

8. Hindari Menumpuk Gorengan Saat Masih Panas

Setelah gorengan selesai ditiriskan, hindari langsung menumpuknya dalam satu wadah, terutama ketika kondisinya masih sangat panas. Kebiasaan ini sering membuat minyak dari gorengan yang berada di bagian atas mengalir turun ke makanan di bawahnya.

Selain meningkatkan jumlah minyak yang menempel, tumpukan gorengan juga membuat uap panas terperangkap. Uap tersebut akan berubah menjadi embun yang membuat lapisan luar gorengan kehilangan kerenyahannya dalam waktu singkat.

Agar hasilnya tetap renyah, susun gorengan dalam satu lapisan terlebih dahulu di atas rak peniris atau wadah yang memiliki sirkulasi udara baik. Beri jarak antargorengan agar uap panas dapat keluar secara alami.

Setelah suhu gorengan mulai menurun dan minyak berlebih sudah berkurang, barulah makanan dapat dipindahkan ke wadah saji atau disusun lebih rapat. Cara sederhana ini membantu mempertahankan tekstur renyah sekaligus membuat gorengan terasa lebih ringan saat dinikmati.

Pertanyaan Seputar Cara Mengurangi Minyak pada Gorengan

1. Bagaimana cara mengurangi minyak pada gorengan tanpa tisu?

Kamu dapat meniriskan gorengan menggunakan rak kawat, saringan besi, atau rak pendingin agar minyak menetes secara alami sebelum disajikan.

2. Apakah gorengan bisa ditiriskan tanpa menggunakan tisu dapur?

Bisa. Tisu dapur bukan satu-satunya cara untuk mengurangi minyak. Rak peniris, saringan logam, atau posisi penirisan yang tepat juga cukup efektif.

3. Mengapa gorengan sering terasa sangat berminyak?

Hal ini biasanya disebabkan oleh suhu minyak yang terlalu rendah, proses menggoreng yang terlalu lama, atau bahan makanan yang masih mengandung banyak air.

4. Apakah suhu minyak memengaruhi jumlah minyak yang terserap?

Ya. Minyak yang sudah mencapai suhu ideal membantu permukaan makanan cepat matang sehingga minyak tidak banyak meresap ke dalam gorengan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

What's On Fimela
Loading