Fimela.com, Jakarta - Serabi menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih banyak disukai karena teksturnya yang lembut dengan aroma khas yang menggugah selera. Biasanya serabi dibuat dengan warna putih atau kecokelatan, tetapi adonan juga dapat dikreasikan menggunakan ubi ungu untuk menghasilkan tampilan yang lebih menarik sekaligus memberikan rasa khas dari bahan tersebut.
Ubi ungu dapat memberikan warna alami yang cantik pada serabi tanpa harus mengandalkan pewarna makanan. Ketika dipadukan dengan kuah santan yang gurih dan sedikit manis, rasa serabi menjadi semakin kaya. Teksturnya yang lembut juga membuat jajanan ini cocok disajikan sebagai camilan sore, teman minum teh atau kopi, maupun hidangan untuk keluarga.
Membuat serabi ubi ungu sebenarnya tidak terlalu sulit selama adonan memiliki konsistensi yang tepat dan proses memasaknya dilakukan dengan api kecil. Kunci lainnya adalah memastikan ubi benar-benar halus agar tidak meninggalkan gumpalan di dalam adonan. Lantas bagaimana resep serabi ubi ungu dengan kuah santan? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (26/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Advertisement
Resep Serabi Ubi Ungu dengan Kuah Santan
Bahan Serabi Ubi Ungu
- 150 gram ubi ungu, kukus dan haluskan
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung terigu
- 400 ml santan
- 50 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh ragi instan
- 1/2 sendok teh baking powder
- 1 butir telur
- 1 lembar daun pandan
- Minyak atau margarin secukupnya untuk mengoles cetakan
Bahan Kuah Santan
- 500 ml santan
- 100 gram gula merah, sisir halus
- 2 sendok makan gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan
- 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
Cara Membuat Serabi Ubi Ungu
1. Masak Santan untuk Adonan
Tuangkan santan ke dalam panci, kemudian masukkan daun pandan dan garam. Masak menggunakan api kecil sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah. Tidak perlu sampai mendidih terlalu lama, cukup panaskan hingga santan terasa hangat dan aromanya keluar. Setelah itu, matikan api dan biarkan santan menjadi hangat.
Santan yang terlalu panas sebaiknya tidak langsung dicampurkan dengan ragi karena suhu tinggi dapat mengganggu aktivitas ragi. Karena itu, tunggu sampai santan cukup hangat sebelum digunakan dalam adonan. Langkah sederhana ini membantu menjaga proses fermentasi tetap berjalan dengan baik.
Sisihkan sebagian santan untuk adonan dan sebagian lainnya untuk kuah. Pastikan takaran tetap sesuai agar konsistensi adonan serabi tidak terlalu encer atau terlalu kental.
2. Campurkan Bahan Kering
Masukkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, garam, ragi instan, dan baking powder ke dalam wadah. Aduk semua bahan kering hingga tercampur rata. Tepung beras menjadi bahan utama yang memberikan karakter khas pada serabi, sedangkan sedikit tepung terigu membantu memberikan struktur pada adonan.
Pastikan ragi dan baking powder tersebar merata sebelum bahan cair dimasukkan. Hal ini penting agar tidak ada bagian adonan yang mengembang secara tidak merata ketika dimasak.
Setelah bahan kering tercampur, buat bagian tengahnya sedikit berongga. Masukkan telur dan ubi ungu yang sudah dihaluskan ke bagian tersebut. Ubi sebaiknya benar-benar lembut agar mudah menyatu dengan adonan.
3. Buat Adonan Serabi hingga Halus
Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk menggunakan whisk. Jangan langsung menuangkan seluruh santan sekaligus karena akan lebih sulit mendapatkan konsistensi yang tepat. Aduk hingga ubi, tepung, telur, dan santan benar-benar menyatu.
Adonan serabi sebaiknya memiliki tekstur yang cukup cair untuk dituangkan ke dalam cetakan, tetapi tidak terlalu encer seperti adonan crepe. Jika masih terdapat gumpalan ubi atau tepung, adonan dapat disaring agar hasil serabi lebih halus.
Setelah adonan tercampur, tutup wadah menggunakan kain bersih atau penutup. Diamkan selama kurang lebih 30–60 menit di tempat yang tidak terlalu dingin. Waktu fermentasi dapat disesuaikan dengan kondisi adonan dan suhu ruangan. Selama proses ini, adonan sebaiknya tidak sering dibuka atau diaduk.
4. Panaskan Cetakan dan Masak Serabi
Panaskan cetakan serabi atau wajan kecil dengan api kecil hingga panasnya cukup stabil. Olesi permukaannya dengan sedikit minyak atau margarin. Jangan menggunakan api besar karena bagian bawah serabi bisa cepat gosong sementara bagian atas belum matang.
Tuangkan satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan, kemudian biarkan adonan menyebar secara alami. Jika menggunakan cetakan cekung, adonan biasanya akan membentuk bagian tengah yang lebih tebal. Masak hingga permukaannya mulai muncul pori-pori dan bagian atas tampak lebih set.
Serabi sebaiknya dimasak dengan api kecil dan tidak perlu sering dibalik. Jika bagian atas sudah matang dan bagian bawah berwarna kecokelatan, angkat perlahan. Ulangi proses tersebut hingga seluruh adonan habis. Olesi cetakan kembali jika diperlukan agar serabi tidak mudah menempel.
Advertisement
Cara Membuat Kuah Santan
Masukkan santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci. Masak menggunakan api kecil sambil terus diaduk perlahan. Pengadukan penting dilakukan agar santan tidak pecah dan gula merah dapat larut secara merata.
Setelah gula larut dan kuah mulai panas, masukkan larutan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Maizena berfungsi membantu memberikan sedikit kekentalan pada kuah sehingga teksturnya tidak terlalu encer ketika disiramkan di atas serabi.
Masak hingga kuah mendidih perlahan dan teksturnya sedikit mengental. Jangan memasaknya terlalu lama dengan api besar. Setelah matang, matikan api dan angkat daun pandan. Kuah santan dapat disajikan hangat atau dibiarkan sedikit mendingin sesuai selera.
Cara Menyajikan Serabi Ubi Ungu
Susun beberapa serabi ubi ungu di atas piring atau mangkuk saji. Siramkan kuah santan secukupnya di atasnya. Perpaduan warna ungu dari serabi dengan kuah santan berwarna putih kecokelatan membuat tampilannya cukup menarik, terutama jika disajikan dalam keadaan masih hangat.
Jika ingin tekstur serabi tetap terasa lembut, jangan menyiram kuah terlalu banyak sekaligus sebelum disajikan. Kuah dapat ditambahkan sedikit demi sedikit sesuai selera. Serabi juga dapat disajikan bersama potongan kecil nangka jika ingin mendapatkan aroma buah yang lebih kuat.
Untuk acara keluarga, serabi dapat dibuat dalam ukuran kecil sehingga lebih mudah disantap. Sajikan dalam keadaan hangat sebagai camilan sore atau hidangan penutup setelah makan. Rasa manis dari ubi dan gula merah akan berpadu dengan gurihnya santan sehingga menghasilkan cita rasa yang sederhana tetapi tetap khas.
Advertisement
Tips agar Serabi Ubi Ungu Lembut dan Tidak Bantat
Gunakan ubi ungu yang sudah matang sempurna setelah dikukus. Ubi yang masih keras akan lebih sulit dihaluskan dan dapat membuat adonan memiliki gumpalan. Setelah dikukus, haluskan ubi selagi masih hangat agar teksturnya lebih mudah menjadi lembut. Jika ingin hasil adonan benar-benar halus, ubi yang sudah dihaluskan dapat disaring sebelum dicampurkan.
Perhatikan juga suhu santan ketika membuat adonan. Santan yang terlalu panas dapat mengganggu kerja ragi, sedangkan santan yang terlalu dingin dapat membuat proses fermentasi berjalan lebih lambat. Gunakan santan dalam kondisi hangat kuku dan berikan waktu yang cukup bagi adonan untuk beristirahat.
Saat memasak, jangan tergoda menggunakan api besar agar serabi cepat matang. Api kecil membantu bagian bawah matang secara perlahan tanpa membuatnya cepat gosong. Setiap cetakan dan kompor memiliki karakter panas yang berbeda, sehingga waktu memasak dapat disesuaikan dengan kondisi serabi. Perhatikan perubahan tekstur dan warna daripada hanya berpatokan pada waktu.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Serabi Ubi Ungu dengan Kuah Santan
1. Apakah serabi bisa dibuat menggunakan ubi ungu segar?
Bisa. Ubi ungu sebaiknya dikukus terlebih dahulu sampai empuk, kemudian dihaluskan sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Cara ini membuat ubi lebih mudah menyatu dengan tepung dan menghasilkan tekstur serabi yang lebih lembut.
2. Mengapa serabi ubi ungu bisa menjadi bantat?
Serabi dapat menjadi bantat jika adonan tidak difermentasi dengan baik, ragi sudah tidak aktif, komposisi cairan kurang tepat, atau adonan terlalu sering diperlakukan setelah proses fermentasi. Penggunaan api yang terlalu besar juga dapat membuat bagian luar cepat matang sementara bagian dalam belum mendapatkan tekstur yang diharapkan.
3. Apakah santan untuk adonan harus dimasak terlebih dahulu?
Santan dapat dipanaskan terlebih dahulu, terutama jika ingin mendapatkan aroma santan yang lebih harum. Namun, sebelum dicampurkan dengan ragi, santan perlu didinginkan hingga hangat agar tidak terlalu panas dan mengganggu aktivitas ragi.
4. Apakah serabi ubi ungu bisa dibuat tanpa ragi?
Bisa, tetapi karakter teksturnya dapat berbeda. Ragi membantu memberikan tekstur dan aroma khas pada serabi melalui proses fermentasi. Jika tidak menggunakan ragi, bahan pengembang lain dapat digunakan sesuai resep, tetapi hasil akhirnya tidak selalu sama dengan serabi yang difermentasi.
5. Bagaimana cara menyimpan serabi ubi ungu agar tetap enak?
Serabi yang sudah matang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup setelah benar-benar tidak panas. Jika ingin disimpan lebih lama, letakkan di dalam lemari pendingin dan hangatkan kembali sebelum disajikan. Kuah santan sebaiknya disimpan secara terpisah agar serabi tidak cepat menjadi terlalu lembek.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358641/original/020890200_1790400524-Gemini_Generated_Image_i22tyzi22tyzi22t.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358069/original/049100200_1790321816-d2cd16f2-9e34-4e0d-add0-f44d529a4927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357933/original/007271200_1790314780-IMG_2772.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357968/original/007801600_1790316414-nanas_goreng_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357846/original/001327900_1790309889-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357827/original/006665000_1790308997-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357418/original/044789300_1790245904-IMG_4182.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357356/original/091697100_1790243231-IMG_4164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357350/original/008494800_1790242946-IMG_3400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357296/original/041026000_1790240873-IMG_4183.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444713/original/015888500_1765786658-Ferdy_Sambo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355770/original/048168500_1790141986-Aqeela_Calista__Celebrity_of_The_Year________Selamat_untuk_Aqeela_Calista_yang_berhasil_meraih_pengh__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357505/original/043047300_1790251816-smiling-young-redhead-girl-holding-cash-isolated-yellow.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358617/original/066621200_1790396336-Shopee_Festival_Batik_Nusantara.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431227/original/006632000_1764732396-red-cat-studio-xzwk_z2yBo0-unsplash.jpg)