Sukses

Food

Resep Kue Putri Kandis Khas Jambi dengan Lapisan Warna Menarik

0(0)

Waktu Pembuatan330 Menit

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Fimela.com, Jakarta - Kue putri kandis merupakan salah satu kue basah tradisional legendaris khas Jambi yang terkenal akan tekstur lembut, rasa manis legit, serta aroma harum pandan yang menggugah selera. Kudapan istimewa ini kerap hadir mengisi berbagai momen spesial maupun perayaan hari besar seperti Lebaran.

Keunikan utama kue tradisional ini terletak pada perpaduan rasa gurih santan serta tampilan tumpukan adonan yang berselang-seling cantik. Jika Anda tertarik mencoba membuatnya sendiri di rumah, ikuti panduan praktis berikut ini.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan takaran bahan presisi beserta petunjuk langkah demi langkah untuk menyajikan kue berkualitas tinggi. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Fimela.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026).

Bahan-Bahan Kue Putri Kandis

Untuk menghasilkan cita rasa khas yang manis, gurih, dan beraroma harum alami, pemilihan bahan berkualitas sangat menentukan hasil akhir kue. Resep ini menggunakan perpaduan telur, santan kental, serta perasan daun pandan segar agar aromanya semakin memikat dan tidak bau amis.

Berikut adalah daftar bahan-bahan lengkap beserta takarannya yang perlu Anda siapkan untuk loyang ukuran 18x18x6 cm:

  • Telur ayam: 15 butir (buang 2 bagian putih telurnya)
  • Gula pasir: 450 gram
  • Tepung terigu: 75 gram (disarankan menggunakan terigu protein sedang)
  • Mentega/Margarin: 150 gram
  • Santan kental: 150 ml
  • Susu kental manis (SKM): 100 ml
  • Daun pandan segar: 14 lembar (dipotong-potong)
  • Perisa rhum / vanili cair / vanili bubuk: 1 sdt (sesuai selera)
  • Pewarna makanan hijau pandan: Secukupnya (opsional)
  • Air bersih: 30 ml (untuk campuran memblender pandan)

Cara Membuat Kue Putri Kandis

Proses pembuatan kue putri kandis memerlukan ketelitian terutama saat membagi adonan dan memanggang setiap lapisannya. Pembakaran secara bertahap dilakukan agar garis-garis lapisan warna tampak jelas dan cantik saat dipotong.

Ikuti petunjuk langkah-langkah pembuatan secara berurutan di bawah ini:

  1. Membuat Sari Pandan: Masukkan potongan daun pandan, 20 ml santan kental, dan 30 ml air ke dalam blender. Blender hingga halus, lalu saring dan tekan-tekan menggunakan sendok untuk mengambil air sarinya.
  2. Kocok Telur dan Gula: Siapkan wadah, masukkan 15 butir kuning telur beserta 13 putih telur dan gula pasir. Mixer dengan kecepatan sedang sebentar saja hingga gula larut dan tercampur rata.
  3. Campur Bahan Utama: Masukkan tepung terigu, perisa rhum/vanili, dan susu kental manis ke dalam adonan telur. Mixer kembali sebentar hingga rata, lalu tambahkan mentega dan mixer lagi sampai seluruh adonan menyatu.
  4. Bagi Adonan Sama Rata: Bagi adonan menjadi dua bagian sama banyak (masing-masing sekitar 750 ml).
  5. Pewarnaan Adonan: Biarkan adonan pertama berwarna kuning alami. Masukkan 20 ml air sari daun pandan ke adonan kedua, aduk rata, lalu tambahkan beberapa tetes pewarna hijau pandan jika ingin warnanya lebih pekat.
  6. Persiapan Loyang: Siapkan loyang ukuran 18x18x6 cm, alas bagian bawahnya dengan kertas roti, lalu olesi mentega secukupnya (sisi kanan dan kiri loyang tidak perlu diolesi).
  7. Memanggang Lapisan Pertama: Tuang 4 sendok makan adonan kuning ke dalam loyang dan ratakan. Panggang di rak bawah oven menggunakan api atas-bawah selama 15 menit hingga matang.
  8. Merapikan Lapisan: Keluarkan loyang, tusuk-tusuk permukaan kue yang menggelembung dengan lidi/tusuk gigi, lalu tekan-tekan secara perlahan agar adonan rata dan tidak merangkap udara.
  9. Memanggang Lapisan Selanjutnya: Tuang 4 sendok makan adonan hijau di atas lapisan pertama lalu ratakan. Pindahkan ke rak paling atas oven dan panggang menggunakan api atas saja selama 15 menit hingga permukaan sedikit kecokelatan.
  10. Lanjutkan Selang-Seling: Ulangi proses merapikan gelembung dan menuang adonan secara berselang-seling antara warna kuning dan hijau hingga seluruh adonan habis.
  11. Penyelesaian: Setelah lapisan terakhir matang, keluarkan dari oven dan biarkan kue dingin sepenuhnya di dalam loyang.
  12. Pemotongan dan Penyajian: Sisir tepi loyang dengan pisau plastik, balikkan kue untuk melepaskannya dari loyang, lalu lepas kertas rotinya. Potong-potong kue putri kandis dan siap disajikan.

Tips agar Hasilnya Maksimal

Membuat kue basah berlapis membutuhkan beberapa teknik khusus agar teksturnya tetap lembut, tidak bantat, dan tampilannya rapi. Kegagalan umum biasanya terjadi pada proses pemanggangan adonan dan gelembung udara yang tertinggal.

Berikut adalah tips dan trik penting yang perlu Anda perhatikan saat mempraktikkan resep ini:

  1. Gunakan Takaran Adonan yang Presisi: Gunakan gelas ukur saat membagi adonan menjadi dua warna agar jumlah dan ketebalan lapisan menjadi seimbang.
  2. Jangan Mengocok Telur Terlalu Lama: Cukup mixer adonan sampai gula larut dan bahan tercampur rata. Pengocokan yang terlalu lama akan membuat adonan mengembang berlebihan dan berongga besar.
  3. Selalu Menekan Gelembung Udara: Setiap kali satu lapisan matang, pastikan untuk menusuk gelembung udara dan menekan permukaannya perlahan dengan pemadat/setrika kue agar antar lapisan menempel sempurna dan tidak berongga.
  4. Perhatikan Pengaturan Api Oven: Gunakan api atas-bawah hanya untuk lapisan pertama. Untuk lapisan kedua dan seterusnya, gunakan api atas saja agar lapisan bawah tidak gosong.
  5. Gunakan Pisau Plastik Saat Memotong: Agar potongan kue terlihat rapi dan tidak lengket pada pisau, gunakan pisau plastik atau pisau yang dilapisi plastik wrap saat memotong kue yang sudah benar-benar dingin.

Pertanyaan Yang Sering Diajukan Seputar Kue Putri Kandis

Q: Mengapa kue putri kandis menggunakan banyak telur tetapi tidak berbau amis?

A: Penggunaan aroma alami dari perasan daun pandan segar serta penambahan perisa rhum atau vanili secara efektif menghilangkan aroma amis dari telur.

Q: Apakah loyang harus diolesi mentega di seluruh sisinya?

A: Cukup olesi bagian bawah loyang dan beri alas kertas roti. Bagian dinding/sisi kanan-kiri loyang sebaiknya tidak diolesi mentega agar adonan kue dapat memanjat dan menempel rata saat dipanggang.

Q: Bolehkah mengocok adonan tanpa menggunakan mixer?

A: Boleh, adonan bisa diaduk manual menggunakan pendorong/whisk atau tangan hingga gula larut. Pastikan adonan tidak dikocok hingga mengembang kaku.

Q: Kenapa lapisan kue harus ditekan-tekan setiap kali selesai dipanggang?

A: Menekan permukaan kue secara perlahan bertujuan untuk membuang perangkap udara/angin sehingga tekstur kue menjadi padat, lembut, padat berlapis, dan tampilannya rapi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

What's On Fimela
Loading