Sukses

Health

Siap-Siap! Vaksinasi Booster akan Dilakukan Secara Masif

Fimela.com, Jakarta Pelaksanaan vaksinasi booster akan terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Seperti yang dikatakan oleh Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, perencanaan terkait vaksinasi ketiga Covid-19 tersebut akan dilakukan secara masif.

Lebih lanjut Riza meminta masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan kesiapan fasilitas serta dukungan tenaga kesehatan yang tersedia. Dikutip dari Liputan6.com, Rabu (26/1/2022), Wagub Riza berkata, "Boosternya sudah 296.486, tentu nanti kita upayakan, selain tempat-tempat yang sudah ada akan kita lakukan peningkatan, kita sambil menunggu ketersediaan vaksin booster nanti kita menyesuaikan."

Melihat bagaimana ketika menangani vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua, Riza positif bahwa pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster ini akan sama baiknya. Saat vaksinasi dosis pertama dan kedua, setiap harinya Pemprov DKI Jakarta bisa memberikan vaksinasi kepada ratusan ribu masyarakat.

Lebih tepatnya, vaksinasi dalam satu hari bisa dilakukan untuk 100 ribu hingga 200 ribu masyarakat.

Varian Omicron di Jakarta Meningkat

Perkembangan Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta terus mengalami penambahan angka. Per Senin 24 Januari 2022, kasus positif varian Omicron kini mencapai 1.584 orang.

Angka tersebut merupakan data yang dinyatakan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia. Selain itu ia melanjutkan bahwa 1.058 orang dari angka tersebut adalah pelaku perjalanan luar negeri, sementara 526 orang lain adalah kasus transmisi lokal.

Kemudian Dwi menjelaskan bahwa terdapat peningkatan untuk kasus harian positif Covid-19 sebanyak 1.993 orang. Angka tersebut menyebabkan total kasus kini menjadi sebanyak 881.300 kasus. Dikarenakan hal tersebut, kasus aktif pun mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 1.431.

Untuk saat ini jumlah total kasus aktif yang terdiri dari pasien yang masih dirawat dan diisolasi sudah mencapai 10.488. Dari angka tersebut, 83,6 persen atau tepatnya 8.762 orang adalah kasus transmisi lokal, sedangkan jumlah sisanya merupakan para pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, terdapat persentase tingkat kesembuhan 97,3 persen dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 857.215. Lalu, untuk persentase tingkat kematian adalah 1,5 persen dengan jumlah 13.597 orang meninggal dunia.

Dwi menjelaskan bahwa WHO menetapkan standar persentase kasus positif atau positivity rate tidak lebih dari 5 persen, namun positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,5 persen.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

#Women for Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Apakah Vaksinasi Saat di Bulan Ramadan Dapat Membatalkan Ibadah Puasa?
Artikel Selanjutnya
Vaksinasi di Bulan Ramadan, Batalkan Puasa?