Sukses

Health

Alasan Ilmiah Kenapa Putus Cinta Menurunkan Nafsu Makan

Fimela.com, Jakarta Setiap pasangan yang menjalin hubungan asmara pasti mengharapkan hubungan yang langgeng dan penuh cinta selamanya. Namun sayangnya, harapan terkadang hanya jadi harapan karena kenyataannya bertolak belakang. Tidak sedikit pasangan yang akhirnya putus cinta di tengah jalan. Tidak sedikit pasangan yang akhirnya merasakan sakit hati, kecewa dan terluka karena cinta yang dijaga selama ini kandas juga. 

Saat putus cinta, siapapun pasti akan merasa terluka, kecewa dan hancur. Sebagian besar orang bahkan akan mengalami penurunan semangat hidup. Beberapa bahkan kehilangan nafsu makannya selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Apakah kamu juga pernah merasakan kehilangan nafsu makan saat putus cinta? Kira-kira, kenapa nafsu makan berkurang saat putus cinta?

Penyebab Hilangnya Nafsu Makan Saat Putus Cinta

Mengutip dari laman delish.com, seorang peneliti dari Belanda mengungkapkan jika menurunkan nafsu makan saat putus cinta disebabkan oleh hormon yang rusak. Saat putus cinta, hormon bahagia dalam diri seseorang mengalami penurunan drastis. Putus cinta membuat detak jantung lebih tinggi sehingga kadar kortisol dan adrenalin meningkat. 

Saat kortisol dan adrenalin meningkat, ini memungkinkan seseorang jadi kesulitan tidur dan sakit perut. Ini juga memungkinkan seseorang berada pada kondisi stres tinggi, tidak semangat dan dalam mode bertahan hidup. Hal inilah yang selanjutnya menurunkan nafsu makan bahkan membuat nafsu makan hilang sepenuhnya. 

Gert Ter Horst, sang peneliti mengatakan, “Area otak yang bertanggung jawab atas emosi dan rasa sakit emosional juga mengatur bagaimana kita makan, kebutuhan kita akan makan, dan apa yang kita rasa.”

Risiko Kegemukan Saat Putus Cinta

Putus cinta bisa saja menurunkan nafsu makan. Namun jangan salah, penelitian lanjutan yang dilakukan ahli menemukan jika penurunan nafsu makan saat putus cinta atau stres sejenis justru bisa menyebabkan kegemukan. Kenapa hal ini bisa terjadi? 

Penelitian menemukan jika saat emosi kacau balau dan nafsu makan turun selama putus cinta, sebagian besar orang akan cenderung memilih makanan yang berlemak, mengandung banyak gula dan garam sebagai sumber energi saat ia lapar. Bagi beberapa orang mungkin akan merasa lebih baik saat makan makanan berlemak dan manis ini. Dan itu mendorongnya makan lebih banyak. Jika ini tidak diatasi dengan baik, ini akan meningkatkan risiko kegemukan. 

Meski begitu, tidak sedikit orang yang putus cinta kehilangan nafsu makannya sama sekali dan membuatnya tak mau makan makanan apapun. Ini tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh dan psikis. Jika kamu sedang berada dalam fase putus cinta, usahakan untuk tidak larut dalam kesedihan mendalam. Tetap perhatikan kesehatan fisik dan psikismu. Yakinlah bahwa semua akan baik-baik saja bahkan lebih baik ke depannya. 

#WomenForWomen

What's On Fimela
Loading