Sukses

Relationship

8 Penyebab Seseorang Mengalami Putus Cinta yang Menyakitkan

Fimela.com, Jakarta Setiap hubungan yang sedang dijalani tentu akan tumbuh dan berkembang, selain itu terkadang akan ada fase dimana seseorang mengalami hubungan yang cukup sulit. Sehingga akan membuat pasangannya memutuskan tanpa alasan.

Didalam sebuah pertemuan tentu akan ada perpisahan, dibalik perpisahan itulah yang terdapat rasa menyakitkan, tidak peduli apa yang menyebabkan seseorang putus. Tetapi, memulai perpisahan ketika orang lain tidak ingin mutus akan menyebabkan kesedihan, rasa bersalah, dan kekhawatiran.

Putus cinta terkadang akan menyebabkan perasaan terluka serta penolakan, meskipun keputusan itu menyakitkan tetapi ada beberapa cara yang sehat untuk menghadapi putus cinta. Berikut beberapa penyebab seseorang mengalami putus cinta yang kerap sekali terjadi:

1. Perilaku yang Buruk

Mungkin saat pertama kali pendekatan (pdkt) dengan seseorang yang kamu suka, akan bertemu dengan sifat yang baik dan membuat kamu nyaman selalu berada di sisinya. Perilaku atau sifat yang dimiliki seseorang tentu semakin lama akan jelas terlihat seiring bertambahnya waktu, terutama saat kamu sudah memasuki masa pacaran 2 tahun.

Tentu, saat bersama pasangan yang memiliki perilaku buruk akan membuat kamu tidak nyaman, padahal kita juga tidak dapat merubah sifat yang dimilikinya. Hal inilah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami putus cinta, perilaku yang baik bukanlah salah satu cerminan untuk membuat seseorang bertahan lama.

2. Selingkuh

Salah satu penyebab yang membuat seseorang mengatakan putus adalah perselingkuhan, mungkin kamu sering mendengar dengan istilah “apapun masalah, keculai perselingkuhan tidak dapat dimaafkan”. Istilah tersebut sekarang sudah menjadi pedoman bagi para perempuan maupun laki-laki yang sudah berpasangan, perselingkuhan bukanlah sebuah kesengajaan atau kelalaian dalam hubungan.

3. Tidak Supportive

Tentu setiap pasangan mengharapkan seseorang yang dapat mendukung dengan apa yang mereka inginkan, menjadi pasangan yang supportive tentulah mudah. Jika kamu tidak mendukung seseorang yang kamu cintai, atau mungkin dia sedang mengalami kesusahan karena beberapa masalah lainnya dapat membuat mereka berfikir bahwa kamu tidak memperdulikannya. Jika kamu ingin mempertahankan sebuah hubungan, belajarlah untuk peduli dan mendukung.

4. Kemarahan yang Salah Arah

Hal ini mungkin kerap sekali terjadi diantara pasanganmu atau mungkin kamu pernah mengalami hal ini, dan membuat diantara kalian putus. Apakah kamu sedang mengalami hari dan hati yang sangat buruk? Tentu terkadang akan memberikan energi negatif saat bertemu dengan orang dan terkadang akan memperburuk masalah.

Keresahan dan kemarahan kamu dengan pekerjaan atau tugas, jangan sampai kamu luapkan dipasanganmu. Jika kamu membutuhkan ketenangan, yang perlu kamu lakukan adalah mengubah dan membutuhkan suasana hati yang baik. Selain itu kamu juga perlu menceritakan bahwa hari ini kamu sedang mengalami masalah yang buruk.

5. Toxic

Jika kamu memiliki teman atau pasangan yang toxic tentu akan merasa tidak tahan dan keluar dari circle ataiu hubungan tersebut, seseorang yang toxic terkadang akan memberikan efek negatif dan sulit bagi kita untuk mengontrol hal-hal yang ada didalam hidupmu.

Hal inilah yang terkadang akan membuat seseorang mengatakan putus, karena mereka bertemu dengan seseorang yang tidak menghargai pasangannya.

6. Berbohong

Ya, salah satu hal yang membuat seseorang mengalami putus cinta karena kebohongan. Saat kamu melakukan sesuatu yang membuat pasanganmu tidak suka, ada baiknya untuk mengakui hal tersebut segera. Tinggalkan kebohongan karena hal ini dapat memperbaiki kualitas hubunganmu dengan pasangan.

7. Komunikasi yang Buruk

Dalam sebuah hubungan, diam bukanlah emas. Semakin banyak kamu berbicara tentu akan semakin baik perasaanmu terhadapnya, komunikasi adalah salah satu hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, hal ini tidaklah dilarang. Jika kamu memiliki komunikasi yang buruk maka akan membuat hubungan tidak berkembang dan kesulitan untuk menghadapi saat adanya masalah.

8. Menyerah

Setiap ada masalah yang dihadapi terkadang akan membuat beberapa orang lebih sering menyerah untuk mempertahkan hubungan. Padahal menyerah dalam sebuah hubungan akan memperburuk, menyerah berbeda dengan mengalah. Hubungan yang sedang dijalani adalah tentang sebuah kompromi.

Berpisah dengan seseorang tentu sangat menyedihkan, selain itu hal ini terkadang akan membuat banyak orang bertanya dan melakukan intropeksi diri apa yang salah diantara mereka. Setiap hubungan tentu pernah menghadapi sebuah masalah, inilah yang membuat hubungan ditanyakan bagaimana cara mereka dapat bekerja sama menghadapi maslaah tersebut.

What's On Fimela
Loading