Sukses

Health

Redakan Alergi Lebih Cepat Agar Tetap Produktif Menjalani Keseharian

Fimela.com, Jakarta Alergi adalah suatu perubahan reaksi atau respon pertahanan tubuh yang menolak dan tidak tahan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Alergi timbul karena perubahan reaksi tubuh karena menjadi rentan terhadap suatu bahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari

Zat-zat asing yang menimbulkan reaksi alergi disebut alergen. Masuknya alergen ke dalam tubuh akan memicu respon imun, terbentuk antibodi (IgE) pada permukaan selmast. Kekebalan tubuh atau antibodi menyerang apapun yang menurutnya dapat membahayakan tubuh, termasuk alergen. Namun reaksinya kadang berlebihan dan malah menimbulkan hal-hal kurang nyaman bagi penderitanya.

Alergi menjadi topik dari media gathering virtual  Bayer mengenai “Alergi Reda Lebih Cepat, Tetap Produktif Tanpa Khawatir” yang dihadiri oleh Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, Dr. Gunawan Purdianto, dan Jeff Lai.

Pada sambutannya, Jeff Lai selaku Country Division Head Pharmaceuticals Bayer Indonesia mengatakan, Insiden global gangguan alergi meningkat dengan cepat. Sebanyak 8-10% dari populasi global menderita satu atau lebih penyakit alergi.

Selain itu, prevalensi rinitis alergi mempengaruhi 10-30%, alergi kulit lebih dari 20%, dan alergi makanan adalah 8%. Survei alergi 2021 di Amerika Serikat menunjukkan bagaimana alergi dapat mempengaruhi kualitas hidup.

 

Cara Masuknya Alergen

Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik menjelaskan, “Alergi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien. Ada beberapa cara alergen masuk ke dalam tubuh, yaitu lewat inhalan (saluran napas), ingestan (saluran cerna), injektan (suntikan) dan kontak langsung dengan kulit. Respons pada alergi bisa berbeda-beda, tergantung dari sumber alergen dan bagaimana cara alergen itu masuk ke tubuh.”

Reaksi alergi yang umum dijumpai, bisa berupa alergi kulit seperti urtikaria / biduran dan alergi pernafasan berupa rinitis alergi. Di Indonesia, angka kejadian alergi berkisar antara 20% - 64%. Gejala atau reaksi alergi memiliki tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari yang umum sampai yang parah (anafilaksis).

Reaksi umum alergi bisa berupa: bersin dan hidung gatal, berair atau tersumbat (rinitis alergi); mata gatal, merah, berair (konjungtivitis); sesak napas dan batuk; ruam merah yang menonjol dan gatal; bibir, lidah, mata atau wajah bengkak; sakit perut, merasa sakit, muntah atau diare; kulit kering, merah dan pecah-pecah.

Beberapa Komplikasi Dari Alergi

Komplikasi dari alergi tentu beragam tergantung dari bentuk reaksinya. Rinitis alergi jika tidak diobati dapat menyebabkan sinusitis, otitis media, polip nasal, apnea. Asma bronkial dapat berkomplikasi menjadi pneumotoraks, emfisema subkutan.

Dermatitis atopik bisa berkomplikasi menjadi infeksi sekunder yang disebabkan oleh Staphylococcus, eksim herpetikum, dermatitis kontak sekunder (karena antibiotik), dermatitis tangan (melalui kontak yang berlebihan dengan air). Komplikasi atopi yang terjadi pada mata yaitu keratokonjungtivitis atopik, keratoconus dan katarak atopik.

Alergi juga dapat menyebabkan reaksi yang sangat parah, yang disebut anafilaksis atau syok anafilaksis yang dapat mengancam jiwa. Hal ini bisa menyebabkan gagal napas akut dan dalam beberapa kasus yang parah ditemukan edema laring akut, bronkospasme, hipotensi, sianosis dan syok.

Manajemen Alergi yang Baik

Bagi pejuang alergi penting sekali untuk mengetahui faktor pemicu alerginya (alergen) agar bisa menghindar dari kemungkinan timbulnya gejala.

Maka dari itu, manajemen alergi yang tepat sejak dini sangat dibutuhkan. Salah satu bentuknya dapat dilakukan sendiri yaitu dengan mengubah gaya hidup, seperti menggunakan filter udara dan menghindari alergen.

Namun, yang lebih penting adalah pemilihan obat yang tepat, sehingga penderitanya dapat meredakan gejalanya dengan lebih cepat dan kembali produktif tanpa gangguan. Perawatan alergi mencakup obat seperti antihistamin untuk mengontrol gejala yang ada.

Obat ini dapat digunakan saat alergi terjadi dan saat merasa gejala reaksi alergi untuk mencegah reaksi berlebihan. Salah satu jenis anti-histamin yaitu Incidal-OD® dari Bayer. Sebagai obat darurat untuk mengantisipasi munculnya gejala alergi tanpa diduga.

Tentang Incidal-OD

Dr. Gunawan Purdianto, MA Manager & Medical Expert – GM PT Bayer Indonesia menjelaskan, “Incidal-OD dari Bayer adalah salah satu anti-histamin yang bisa digunakan untuk semua jenis alergi, baik alergi yang bersifat sering (daily) atau alergi musiman (seasonal). Salah satu keunggulan Incidal-OD adalah kecepatan mula kerja obat yang bisa dicapai dalam 20 - 40 menit saja.

Artinya, penderitanya akan merasakan redanya alergi setelah 20-40 menit mengonsumsi Incidal-OD®. Dengan demikian, penderita alergi bisa langsung kembali aktif dan produktif dalam kegiatan mereka kembali.

Incidal-OD bekerja dengan menghambat pengeluaran senyawa histamin, sehingga gejala-gejala alergi dapat ditekan. OD sendiri merupakan kependekan dari Once Daily, yang berarti obat ini cukup diminum sekali dalam sehari untuk meredakan alergi, sehingga lebih memudahkan penderita alergi untuk kembali produktif.

Kemudian yang juga perlu digaris-bawahi adalah Incidal-OD minim atau hampir tidak ada risiko interaksi dengan obat-obatan lain. Dengan demikian, kami berharap ke depannya Bayer dapat terus dapat berkontribusi agar pasien alergi selalu mendapatkan pengobatan yang lebih tepat, lebih cepat, dan lebih nyaman.

Saat ini, Incidal-OD sudah menjadi produk ‘blue dot’ atau obat bebas terbatas, sehingga obat ini dapat dibeli tanpa resep Dokter dan dapat diakses secara mudah di seluruh apotik atau toko obat berijin di seluruh Indonesia. Kemasan Incidal-OD blue dot dibuat lebih praktis yaitu 1 strip terdiri dari 4 kapsul, sehingga mudah dibawa ke mana saja

 

*Penulis: Sri Widyastuti

#WomenForWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading