Sukses

Beauty

Kulit Gatal dan Sensitif Saat Puasa, Tanda Dehidrasi atau Alergi?

ringkasan

  • Kulit gatal saat puasa sering disebabkan oleh dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan.
  • Alergi makanan atau produk perawatan kulit juga dapat memicu kulit gatal dan sensitif.
  • Menjaga hidrasi dan menggunakan produk yang lembut dapat membantu merawat kulit selama puasa.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat menjalankan puasa, banyak yang mengalami masalah kulit seperti gatal dan sensitif. Kondisi ini sering kali menjadi tanda dehidrasi atau bahkan reaksi alergi. Apa penyebabnya? Mari kita bahas lebih dalam mengenai kulit gatal dan sensitif saat puasa.

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kulit gatal dan sensitif selama puasa. Ketika asupan cairan berkurang, kulit bisa kehilangan kelembapan yang diperlukan. Menurut MÄNN Skincare, peningkatan kehilangan air transepidermal adalah perubahan umum yang terjadi pada kulit saat puasa. Hal ini membuat kulit terasa kering dan gatal.

Selain dehidrasi, alergi juga dapat memicu kulit gatal dan sensitif. Perubahan pola makan atau paparan alergen tertentu saat berbuka puasa bisa menjadi faktor penyebabnya. Mari kita lihat lebih dekat kedua faktor ini.

Kulit Gatal dan Sensitif Akibat Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan, yang berakibat pada rasa gatal dan sensitif. Dr. Vaibhav Kalambe menjelaskan bahwa kurangnya asupan air dan perubahan pola makan dapat menyebabkan kulit menjadi kusam dan kering. Gejala dehidrasi pada kulit meliputi:

  • Kulit terasa kencang dan sensitif.
  • Kulit tampak kusam dan kasar.
  • Gatal dan iritasi.
  • Kekeringan dan pengelupasan.

Untuk mengatasi dehidrasi kulit, penting untuk menjaga hidrasi yang cukup. Dr. Kalambe merekomendasikan untuk minum banyak air saat sahur dan berbuka. Selain itu, penggunaan pelembap berbasis krim dapat membantu mengunci kelembapan di kulit. Hindari juga mandi dengan air panas yang dapat memperparah dehidrasi.

Kulit Gatal dan Sensitif Akibat Alergi

Meskipun dehidrasi menjadi penyebab utama, alergi juga bisa berkontribusi. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, tetapi juga dapat memicu reaksi alergi dari makanan tertentu. Dr. Marisa Garshick menyarankan untuk menghindari produk perawatan kulit yang mengandung bahan keras dan wewangian yang dapat mengiritasi kulit.

Reaksi alergi dapat terjadi ketika kulit sensitif bereaksi terhadap zat tertentu. Penyebab umum alergi kulit meliputi:

  • Wewangian dalam produk perawatan kulit.
  • Pembersih dan sabun yang keras.
  • Faktor lingkungan seperti polusi.

Untuk mengatasi alergi kulit, pilihlah produk perawatan yang lembut dan lakukan uji tempel sebelum menggunakan produk baru. Jika gejala berlanjut, konsultasikan dengan dermatolog untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kulit gatal dan sensitif saat puasa sering kali disebabkan oleh dehidrasi. Namun, alergi juga dapat menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Penting untuk menjaga hidrasi yang cukup dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai agar kulit tetap sehat selama bulan puasa.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading