Sukses

Health

Benarkan Menstruasi Datang Lebih Awal Setelah Berhubungan Intim? Cek Faktanya

Fimela.com, Jakarta Mengetahui ada darah yang keluar dari miss v setelah berhubungan intim, tentu menjadikanmu bertanya-tanya apa yang terjadi. Terlebih lagi jika jadwal menstruasi masih lama atau belum waktunya. Mungkinkah berhubungan intim bisa membuat jadwal menstruasi datang lebih awal? 

Mengutip dari laman elitedaily.com, Dr Sherry Ross seorang Pakar kesehatan seksual wanita sekaligus penulis She-ology, mengungkapkan jika kecil kemungkinan seks bisa membuat jadwal menstruasi datang lebih awal. Datangnya menstruasi setelah berhubungan intim bisa jadi karena itu memang sudah jadwalnya.

Kenapa Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim?

Ada beberapa alasan yang membuat darah keluar setelah berhubungan intim. Alasan paling umum adalah adanya risiko masalah kesehatan tertentu terutama yang terkait dengan kesehatan reproduksi organ intim. Keluarnya darah dari miss v setelah berhubungan intim juga bisa terjadi karena masih adanhya darah menstruasi lama yang belum keluar. 

Menurut dokter obgyn, Kendra Segura, berhubungan intim memang bisa membuatmu seolah-olah mengalami menstruasi lebih awal. Hal ini bisa terjadi jika kamu memiliki darah lama yang belum sepenuhnya keluar pada periode menstruasi sebelumnya. Kendra mengatakan, “Berhubungan intim seolah-olah membuat menstruasi datang lebih awal. Terutama jika kamu memiliki darah lama di rahim yang belum sepenuhnya keluar.”

Pentingnya Mengetahui Frekuensi Pendarahan

Ketika kamu mengalami pendarahan setelah berhubungan intim, yang penting untuk diketahui adalah frekuensi pendarahan. Apakah pendarahan ini terjadi sesekali atau terjadi lebih sering. Dokter obgyn, Danielle Jones mengungkapkan, “Jika itu adalah masalah yang berulang, maka kami akan melakukan pemeriksaan, memastikan dengan melakukan pap smear terbaru, dan memeriksa untuk melihat apakah ada masalah lain.”

Para ahli mengungkapkan jika ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko pendarahan setelah berhubungan intim. Hal tersebut antaranya peradangan serviks, polip rahim, robekan mikro pada dinding vagina, rendahnya estrogen yang berhubungan dengan menopause, displasia serviks, atau, dalam kasus ekstrim adalah kanker serviks. Pendarahan juga dikaitkan dengan penggunaan sex toys, seks yang kasar, atau masalah vagina seperti vaginosis bakterialis.

Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga kita semakin bijak dalam menjaga kesehatan tubuh terutama kesehatan organ intim.

#WomenForWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading