Sukses

Health

1 dari 2 Penderita Diabetes Mengidap Neuropati Perifer

Fimela.com, Jakarta Sejak 2021 lalu, Indonesia termasuk dalam negara dengan penderita kasus diabetes terbanyak di dunia. Dari tahun ke tahun peningkatan kasus diabetes di Indonesia terjadi secara signifikan. Diabetes sendiri adalah penyakit kronis yang terjadi karena penumpukkan gula darah berlebih dalam darah.

Pemicu utama meningkatnya gula darah adalah pola makan yang tak sehat, terutama makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula. Pasalnya, 1 dari 2 penderita diabetes cenderung mengidap neuropati perifer. Apa itu? 

Neuropati perifer adalah kondisi klinis kronis di mana sistem saraf perifer terjadi kerusakan. Gejala neuropati perifer ini bisa meliputi mati rasa, kesemutan, sensasi seperti ditusuk-tusuk, dan rasa terbakar pada tangan dan kaki. Penderita neuropati perifer banyak yang melaporkan bagaimana dampak terhadap kualitas hidup mereka, termasuk terjadinya penurunan kemampuan fisik dan juga gangguan tidur. Selain diakibatkan karena diabetes mellitus, obesitas, dan penyalahgunaan alkohol, kekurangan vitamin B merupakan faktor risiko tinggi lainnya yang menyebabkan kerusakan pada saraf perifer.

Sebuah perusahaan perawatan dan kesehatan, P&G Health, sebagai bagian dari Neuropathy Awareness Week 2023, mengumpulkan pakar kesehatan ternama secara global bersama 6000 tenaga kesehatan profesional dari seluruh Asia, India, Timur Tengah, dan Afrika dalam acara 'Demystifying Neuropathy Forum'. Acara yang diadakan di Mumbai dan disiarkan ke 8 negara tersebut membawakan diskusi mengenai panduan klinis terbaru dan temuan penelitian mengenai skrining serta masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat terkait Neuropati Perifer.

Gejala nyeri pada penderita Neuropati Perifer seringkali diabaikan

Neuropati perifer adalah penyakit yang menyerang saraf perifer, tepatnya terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Sangat umum terjadi oleh banyak orang, khususnya para penderita diabetes. Gejala yang dirasakan pun akan berbeda-beda pada setiap orang. Biasanya, mereka akan merasakan kesemutan atau mati rasa, nyeri seperti ditusuk, rasa sensasi terbakar, dan otot cenderung melemah, sehingga kesulitan untuk berjalan atau memegang suatu benda. Sayangnya, banyak orang yang meremehkan kondisi ini. Justru jika tidak ditangani dengan baik akan memperburuk kondisi kesehatan pasien tersebut.

"Bagi saya, sangat mengkhawatirkan bahwa bagi banyak dokter, nyeri neuropatik seringkali dianggap tidak terlalu penting dibandingkan dengan gejala lain yang dialami oleh pasien, meskipun itu adalah salah satu masalah yang paling memberatkan dan memiliki dampak yang luar biasa pada kualitas hidup pasien kita." kata Prof. Rainer Freynhagen, Kepala Departemen Anestesiologi, Perawatan Intensif, dan Pengobatan Nyeri di Rumah Sakit Benedictus Tutzing & Feldafing Jerman.

Menurut penelitian yang dilakukan Prof. Rainer Freynhagen, sekitar 50% dari pasien neuropati perifer tidak mendapatkan pengobatan yang baik. Meskipun cukup sulit untuk mengidentifikasi penyakit ini, tetapi bukan berarti tidak menjadi masalah jika tidak diobati. Nyeri neuropati perifer dianggap tidak terlalu penting dibandingkan gejala dari penyakit lainnya. Nyatanya ini menjadi salah satu masalah yang akan berdampak dalam jangka panjang. 

Telah dibuktikan oleh Dr. Satish V Khadilkar, Neurologis terkemuka, Profesor dan Kepala Departemen Neurologi di Bombay Hospital Institute of Medical Sciences di Mumbai, India bahwa 59% pasien menjadi kurang produktif dalam pekerjaannya. 

"PN diabetik menyebabkan nyeri secara signifikan dan menjadi masalah serius dalam status pekerjaan dan produktivitas kerja pasien. Dari pasien yang telah bekerja, 59% telah melaporkan menjadi kurang produktif dalam pekerjaan". Ujar Dr. Satish V Khadilkar.

Pengobatan yang benar untuk mengatasi neuropati perifer

Terkadang, seseorang yang mengidap neuropati perifer mungkin akan sedikit kesulitan untuk menggambarkan apa yang mereka rasakan. Beberapa pasien akan merasakan gejala-gejala yang sangat umum seperti kesemutan dan mati rasa, sementara beberapa lainnya tidak bisa. Untuk memastikannya bisa dilakukan dengan menjalani beberapa pengujian di laboratorium guna membantu mendapatkan gejala secara detail. 

"Pengujian sensori yang mudah dilakukan seperti pengujian persepsi getaran, uji tusuk jarum, uji monofilamen, dan sebagainya. Tidak memakan waktu lebih dari beberapa menit dan membantu dalam diagnosis, sementara tes laboratorium dapat membantu memperinci diagnosa." kata Dr. Ankia Coetzee, Endokrinologis, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Stellenbosch, Cape Town, Afrika Selatan.

Menyembuhkan pasien neuropati perifer dapat melibatkan berbagai pendekatan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan kerusakan saraf. Pertolongan pertama yang paling efektif adalah menghubungi pihak profesional untuk mendapatkan diagnosis yang pasti apa penyebab dari neuropati perifer. Ini akan menentukan perawatan seperti apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Selain itu, bisa mengonsumsi obat dan vitamin untuk mengurangi gejala dan mengendalikan nyeri neuropati perifer. Dr. Inna Eiberger, Direktur Medis Global, P&G Health Nerve Care Franchise merekomendasikan beberapa vitamin yang bisa membantu meningkatkan kesehatan saraf. 

"Vitamin B neurotropik sangat penting untuk kesehatan saraf dan mendukung regenerasi saraf. Vitamin B1 menyediakan energi bagi saraf, vitamin B6 membantu transmisi sinyal dalam saraf, sedangkan vitamin B12 mendukung regenerasi saraf…” ujar Dr. Inna Eiberg

Upaya bekerja sama dengan EcoMatcher

Sebagai bagian dari Neuropathy Awareness Week 2023, P&G Health juga mengumumkan kerjasamanya dengan EcoMatcher, sebuah perusahaan sosial, dalam program 'Hutan Global of Care' dengan menanam 2000 pohon di India, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Kolaborasi ini ditujukkan sebagai penghargaan atas upaya tanpa lelah dari seluruh ekosistem tenaga kesehatan (HCP), asosiasi medis, dan otoritas kesehatan dalam penelitian, kesadaran, dan pengelolaan holistik neuropati perifer.

Kampanye 'P&G Health Put Life Back in Your Hands' terinspirasi oleh gejala seperti mati rasa dan kesemutan yang dirasakan oleh mereka yang menderita neuropati perifer. Memberikan pemahaman tentang bagaimana mereka dengan kondisi tersebut tidak dapat merasakan kegembiraan dan kesenangan yang sama saat melakukan aktivitas rutin, yang berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan serta kesejahteraan emosional mereka.

 

*Penulis: Balqis Dhia.

#Breaking Boundaries

  • Diabetes (diabetes melitus) adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah.

    Diabetes

  • Neuropati perifer adalah kerusakan yang terjadi pada saraf tepi (perifer), yaitu jaringan saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang

    Neuropati Perifer

  • Mati rasa sering kali digunakan untuk menggambarkan keadaan hilangnya sensasi pada bagian tubuh tertentu.

    mati rasa

  • P&G

What's On Fimela
Loading