Sukses

Health

Sikat Gigi Salah Bisa Picu Penyakit Jantung, Perubahan Ini Bisa Menyelamatkan Hidupmu!

ringkasan

  • Banyak orang menyikat gigi dengan cara yang salah, padahal teknik yang benar sangat penting untuk kesehatan mulut dan keseluruhan tubuh.
  • Kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes akibat peradangan sistemik.
  • Mengadopsi kebiasaan menyikat gigi yang tepat, menggunakan sikat elektrik, membersihkan sela gigi, dan rutin ke dokter gigi adalah kunci menjaga kesehatan optimal.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mungkin banyak dari kita merasa sudah menguasai seni menyikat gigi sejak usia dini. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan rutin ini bisa jadi selama ini keliru? Para ahli memperingatkan bahwa sebagian besar orang mungkin melakukannya dengan cara yang tidak tepat, dan kesalahan sederhana ini berpotensi memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan jangka panjang.

Kesalahan dalam menyikat gigi tidak hanya memengaruhi keindahan senyummu, tetapi juga dapat berdampak luas pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Kebersihan mulut yang buruk ternyata memiliki kaitan erat dengan berbagai penyakit sistemik, seperti penyakit jantung dan diabetes, yang seringkali tidak disadari banyak orang.

Maka dari itu, memahami dan menerapkan teknik menyikat gigi yang benar bukan hanya tentang menjaga gigi tetap bersih. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi diri dari risiko kesehatan yang lebih besar, bahkan berpotensi menyelamatkan hidupmu dari ancaman penyakit serius di kemudian hari.

Teknik Menyikat Gigi yang Benar Menurut Ahli: Rahasia Gigi Sehat Optimal

Para ahli gigi menekankan bahwa menyikat gigi yang efektif jauh lebih dari sekadar menggosok permukaan gigi secara asal. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan plak dan bakteri terangkat sempurna, menjaga kesehatan gusi, dan mencegah masalah mulut lainnya.

Pertama, perhatikan sudut sikat gigi. Dr. Sarah Jarvis, seorang dokter umum dan penasihat kesehatan, menyarankan untuk memegang sikat gigi pada sudut 45 derajat terhadap gusi. Gerakan ini memungkinkan bulu sikat menjangkau dan membersihkan garis gusi, area di mana plak dan bakteri sering menumpuk dan sulit dijangkau jika sudutnya salah.

Kedua, gunakan tekanan yang lembut saat menyikat. Menyikat gigi terlalu keras justru dapat merusak email gigi dan menyebabkan resesi gusi, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Nigel Carter, Kepala Eksekutif British Dental Health Foundation. Tekanan yang lembut namun konsisten sudah sangat cukup untuk menghilangkan plak tanpa menimbulkan kerusakan pada gigi dan gusi yang sensitif.

Terakhir, pastikan durasi menyikat gigi cukup. Sebagian besar ahli merekomendasikan menyikat gigi selama minimal dua menit, dua kali sehari. Untuk membantu memastikan durasi yang tepat, Sahabat Fimela bisa menggunakan timer atau memilih sikat gigi elektrik yang seringkali dilengkapi dengan timer bawaan.

Dampak Luas Kebersihan Mulut Buruk: Bukan Sekadar Gigi Berlubang

Sahabat Fimela, kebersihan mulut yang buruk ternyata tidak hanya berakhir pada gigi berlubang atau bau mulut. Kondisi ini memiliki kaitan kuat dengan berbagai masalah kesehatan sistemik yang jauh lebih serius, memengaruhi organ vital dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Ini adalah alasan mengapa menjaga kebersihan mulut adalah investasi kesehatan jangka panjang.

Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah hubungannya dengan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyakit gusi kronis dan peningkatan risiko penyakit jantung. Bakteri yang berasal dari mulut dapat masuk ke aliran darah, memicu peradangan di arteri, dan berkontribusi pada aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Inilah mengapa menyikat gigi dengan benar bisa menjadi salah satu cara untuk "menyelamatkan hidupmu" dari ancaman penyakit kardiovaskular.

Selain itu, ada hubungan dua arah yang signifikan antara penyakit gusi dan diabetes. Penyakit gusi yang parah dapat mempersulit pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes. Di sisi lain, penderita diabetes juga lebih rentan terhadap infeksi gusi, menciptakan lingkaran setan yang memperburuk kedua kondisi tersebut. Menjaga kebersihan mulut menjadi sangat krusial bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes.

Secara umum, peradangan yang terjadi di mulut akibat infeksi bakteri dapat memicu respons peradangan di seluruh tubuh. Peradangan sistemik ini dikaitkan dengan berbagai kondisi kronis lainnya, menunjukkan betapa pentingnya kesehatan mulut sebagai cerminan dan pemicu kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan pentingnya rutinitas menyikat gigi yang benar.

Rekomendasi Ahli untuk Perubahan Kebiasaan Sikat Gigi yang Lebih Baik

Untuk memastikan Sahabat Fimela mendapatkan kebersihan mulut yang optimal dan sekaligus melindungi kesehatan tubuh secara keseluruhan, para ahli merekomendasikan beberapa perubahan penting dalam rutinitas harian. Menerapkan saran-saran ini dapat membuat perbedaan besar dalam jangka panjang.

Pertimbangkan untuk beralih ke sikat gigi elektrik. Banyak ahli gigi merekomendasikan sikat gigi elektrik karena kemampuannya yang lebih efektif dalam menghilangkan plak dibandingkan sikat manual. Selain itu, sikat gigi elektrik seringkali dilengkapi dengan sensor tekanan dan timer, membantu Sahabat Fimela menyikat dengan tekanan yang tepat dan durasi yang cukup.

Jangan lupakan pembersihan interdental. Menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan semua area. Penting untuk membersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan benang gigi atau sikat interdental. Langkah ini krusial untuk menghilangkan partikel makanan dan plak yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi, mencegah penumpukan bakteri di area yang sulit dijangkau.

Terakhir, jangan lewatkan kunjungan rutin ke dokter gigi. Pemeriksaan gigi dan pembersihan profesional secara teratur sangat penting untuk mendeteksi dan mengatasi masalah sejak dini. Dokter gigi juga dapat memberikan saran yang dipersonalisasi sesuai kondisi mulutmu, memastikan kamu mendapatkan perawatan terbaik untuk senyum sehat dan tubuh yang bugar.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading