Sukses

Health

Penyebab Anyang-anyangan Serta Cara Mengatasinya yang Wajib Kamu Ketahui

Fimela.com, Jakarta Mungkin kamu pernah mendengar mengenai anyang-anyangan. Penyakit ini memang sudah cukup dialami oleh kebanyakan orang di Indonesia. Kebanyakan orang menganggap anyang-anyangan adalah penyakit kesulitan buang air kecil. Dalam istilah medis, anyang-anyangan disebut dengan disuria.

Anyang-anyangan atau disuria lebih banyak dialami oleh perempuan. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga hari. Meskipun demikian, anyang-anyangan tidak boleh disepelekan.

Anyang-anyangan bisa menjadi gejala infeksi saluran kemih (ISK) yang sangat berbahaya, terutama bagi perempuan. Berikut penyebab anyang-anyangan serta cara mencegah dan mengatasinya.

Penyebab Anyang-anyangan

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri memasuki saluran kencing dan menumpuk di dalamnya. Keberadaan bakteri memicu peradangan yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, serta rasa nyeri yang semakin terasa saat buang air kecil.

2. Infeksi menular seksual

Bakteri atau virus penyebab infeksi menular seksual seperti herpes, klamidia, atau gonore dapat menginfeksi saluran kemih. Infeksi yang tidak ditangani bisa saja meluas hingga saluran kemih atas dan menimbulkan gejala yang lebih parah.

 

3. Kista ovarium

Kista ovarium terbentuk dari cairan yang menumpuk dalam indung telur. Lambat laun, kista dapat bertambah besar dan menekan kandung kemih. Selain sakit saat buang air kecil, kondisi ini juga ditandai dengan sakit panggul dan nyeri saat menstruasi.

4. Interstitial cystitis (sistitis)

Sistitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan, nyeri, dan radang pada kandung kemih. Penyakit ini biasanya merupakan dampak dari infeksi saluran kemih berulang atau penyakit lainnya yang mengganggu fungsi kandung kemih.

5. Reaksi bahan kimia

Beberapa orang lebih sensitif terhadap bahan kimia dalam sabun, tisu toilet, douche, pelumas, maupun produk sejenisnya. Saat terkena kulit, produk-produk ini bisa memicu reaksi alergi, iritasi, dan anyang-anyangan yang semakin terasa saat buang air kecil.

6. Infeksi atau iritasi vagina

Secara alamiah, berbagai jenis bakteri dan jamur hidup dalam vagina. Mikroba ini tidak akan menyebabkan masalah selama jumlahnya terkendali. Begitu keseimbangnya terganggu, bakteri dan jamur dapat tumbuh membludak dan mengakibatkan infeksi.

7. Batu kandung kemih

Batu kandung kemih terbentuk dari mineral urine yang menumpuk dan mengeras. Batu yang berukuran kecil biasanya terbawa keluar tubuh bersama urine. Namun, batu yang lebih besar dapat terjebak dalam kandung kemih dan menyebabkan anyang-anyangan.

Gejala Anyang-anyangan

Gejala anyang-anyangan dapat bervariasi, tetapi yang paling umum meliputi:

  • Nyeri atau perasaan terbakar saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil dengan volume kecil.
  • Urgensi untuk buang air kecil.
  • Rasa ingin buang air kecil setelah selesai buang air kecil.
  • Urin yang berbau tidak sedap atau berwarna keruh.
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau daerah panggul.

Cara Mencegah dan Mengatasi Anyang-anyangan

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya anyang-anyangan:

1. Minum banyak air

Minumlah cairan yang cukup setiap hari, terutama air putih. Hal ini dilakukan untuk membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi kemungkinan bakteri berkembang biak di dalamnya.

2. Jaga kebersihan area genital

Pastikan untuk menjaga kebersihan area genital dengan mencuci dengan air dan sabun yang lembut secara teratur. Membersihkan dari depan ke belakang setelah buang air besar juga penting untuk mencegah bakteri dari usus masuk ke saluran kemih.

3. Buang air kecil setelah berhubungan seksual

Buang air kecil setelah berhubungan seksual dapat membantu membersihkan saluran kemih dari bakteri yang mungkin masuk selama aktivitas seksual.

4. Hindari penggunaan produk iritan

Hindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi area genital, seperti pewangi, pembersih vagina yang kuat, atau produk kimia yang keras. Ini dapat mengganggu keseimbangan alami flora bakteri di area tersebut.

5. Hindari pakaian ketat

Pakaian yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dapat menciptakan kondisi yang lembab dan memungkinkan perkembangan bakteri. Gunakan pakaian longgar dan berbahan alami seperti katun untuk membiarkan udara mengalir dengan baik.

6. Jangan menahan buang air kecil

Usahakan untuk buang air kecil secara teratur dan jangan menahan kencing terlalu lama. Menahan kencing terlalu lama hanya akan membuat bakteri pada saluran kemih berkembang biak dan menyebabkan anyang-anyangan.

7. Perhatikan pola makan

Makan makanan yang seimbang dan memperhatikan pola makan yang sehat dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang baik. Konsumsi makanan yang kaya serat, buah-buahan, sayuran, dan sumber protein sehat.

Jika kamu sudah mengalami anyang-anyangan, pastikan jangan menahan buang air kecil. Perbanyak minum air putih hangat untuk memenuhi kebutuhan hidrasimu. Kamu juga bisa mengompres area perut bagian bawah dengan handuk hangat atau botol air hangat dapat membantu meredakan nyeri dan ketidaknyamanan yang kamu rasakan. Kalau gejala yang kamu alami tidak membaik, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar segera ditangani.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading