Sukses

Health

Perbedaan Demam Tifoid dan Tifus yang Harus Diketahui, Jangan Sampai Keliru

Fimela.com, Jakarta Tidak ada orang yang ingin merasakan sakit. Selain terasa tak nyaman, sakit membuat kegiatan sehari-hari jadi terganggu. Salah satu jenis penyakit yang cukup umum dialami oleh kebanyakan orang adalah penyakit tipes.

Kamu mungkin familiar dengan penyakit tipes. Penyakit tipes ini banyak disalahartikan sebagai penyakit tifus. Padahal istilah medis untuk penyakit tipes adalah penyakit demam tifoid. Demam tifoif dan tifus adalah dua penyakit yang berbeda namun sering dianggap sama.

Nah daripada kamu keliru memahami kedua penyakit ini, sebaiknya simak penjelasannya dalam artikel ini. Berikut penjelasan mengenai penyebab penyakit demam tifoid dan tifus yang sering dianggap sama.

Penyebab Demam Tifoid dan Tifus

Penyebab Demam Tifus

Demam tifus disebabkan oleh bakteri rickettsia atau orientia, yang ditularkan oleh tungau atau kutu yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi buruk atau ditularkan oleh hewan yang terinfeksi. Serangga dan parasit juga dapat menyebarkan bakteri tifus saat mereka menggigit tubuhmu dan meninggalkan kotoran yang mengandung bakteri di kulit.

Ada tiga jenis utama tifus, masing-masing disebabkan oleh bakteri yang berbeda:

  • Murine tifus, ditularkan oleh kutu ke manusia jika kutu tersebut menggigit hewan yang terinfeksi, terutama tikus.
  • Epidemi tifus, varietas langka yang disebabkan oleh kutu tubuh yang terinfeksi. Salah satu jenis epidemik dapat disebarkan oleh tupai terbang yang terinfeksi, tapi itu jarang terjadi.
  • Scrub tifus, disebabkan oleh tungau atau kutu yang terinfeksi.

Penyebab Demam Tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut hidup di usus sehingga menyebabkan penyakit tifoid. Setelah itu, kotoran orang yang terinfeksi juga dapat mencemari makanan dan air dan menularkannya pada orang lain. 

Kondisi ini dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri. Seseorang bisa terinfeksi jika menyentuh makanan atau minuman tanpa mencuci tangan. Selain itu, bisa juga karena air limbah yang mengandung kotoran masuk ke air minum atau makanan yang kamu konsumsi. 

 

Gejala Demam Tifoid dan Tifus

Gejala Demam Tifus:

Tubuh akan terasa sakit sekitar 10 hari hingga dua minggu setelah bakteri tifus masuk ke tubuh. Kamu mungkin akan mengalami gejala berikut:

  • Panas dingin
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, seperti saat flu.
  • Ruam di kulit setelah gejala lain muncul.

Selain itu, gejala pada setiap jenis tifus juga berbeda. Pada tifus murine, gejalanya dapat berupa:

  • Batuk
  • Tidak selera makan
  • Mual
  • Sakit perut
  • Muntah

Sedangkan gejala tifus epidemik dapat berupa:

  • Kebingungan
  • Batuk
  • Nafas sesak
  • Sementara itu, pada tifus scrub terdapat tambahan gejala berupa:
  • Keropeng gelap di area tempat tungau menggigit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala Demam Tifoid:

Biasanya gejala muncul satu hingga tiga minggu setelah terpapar penyakit. Gejala awal meliputi:

  • Demam rendah tapi perlahan meningkat setiap hari, kemungkinan mencapai 40,5 derajat celcius.
  • Sakit kepala.
  • Lemah dan lelah.
  • Nyeri otot.
  • Berkeringat banyak.
  • Batuk kering.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Diare atau sembelit.
  • Ruam.
  • Perut terasa bengkak.

Jika pada gejala awal tidak ditangani segera, maka gejala dapat bertambah, yaitu berupa:

  • Mengigau
  • Terbaring lemah dengan mata setengah tertutup.
  • Komplikasi yang mengancam jiwa dapat berkembang pada saat ini.

Pada beberapa orang, gejala dapat kambuh lagi hingga dua minggu setelah demam mereda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading