Sukses

Health

Akibat Jika Gigi Susu Anak Tidak Tanggal, Berikut Penjelasannya

ringkasan

  • Gigi susu yang tidak tanggal pada waktunya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk gangguan pertumbuhan gigi permanen.
  • Kondisi gigi susu yang tertahan bisa mengakibatkan gigi permanen tumbuh miring, berjejal, meningkatkan risiko karies, masalah gusi, serta memengaruhi kemampuan bicara dan mengunyah anak.
  • Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika gigi susu anak tidak tanggal sesuai usia yang seharusnya untuk mencegah komplikasi serius dan memastikan perkembangan gigi yang optimal.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, setiap orang tua pasti menantikan momen ketika gigi susu pertama anak mulai tanggal, menandakan transisi menuju gigi permanen. Umumnya, gigi susu anak akan mulai copot pada usia 6–7 tahun, diawali dengan gigi seri depan pada rahang atas dan bawah. Proses ini berlanjut secara bertahap hingga semua gigi susu digantikan oleh gigi permanen, biasanya selesai pada usia 12-13 tahun.

Namun, bagaimana jika gigi susu tidak tanggal pada waktunya? Kondisi ini dikenal sebagai gigi susu yang tertahan (over-retained primary teeth) dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Gigi susu yang tidak lepas dapat menghalangi pertumbuhan gigi permanen yang seharusnya, menyebabkan komplikasi yang mungkin memerlukan intervensi dokter gigi.

Memahami jadwal normal tanggalnya gigi susu dan risiko jika tidak terjadi dapat membantu orang tua lebih waspada. Pemeriksaan gigi rutin sangat dianjurkan untuk memantau perkembangan gigi anak dan memastikan tidak ada masalah yang terlewatkan, demi senyum sehat si kecil di masa depan.

Gangguan Pertumbuhan Gigi Permanen dan Penyelarasan

Salah satu akibat paling umum dari gigi susu yang tidak tanggal adalah terganggunya erupsi atau pertumbuhan gigi permanen. Gigi susu yang tertahan dapat menghalangi gigi permanen untuk tumbuh pada posisi yang benar, menyebabkan masalah penyelarasan.

Kondisi ini seringkali menghasilkan apa yang dikenal sebagai 'gigi hiu' (shark teeth), di mana gigi permanen tumbuh di belakang atau di atas gigi susu yang masih ada. Akibatnya, gigi permanen bisa tumbuh miring atau berjejal (crowding), yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan akan perawatan ortodontik seperti kawat gigi di kemudian hari.

Jika gigi susu masih ada saat gigi permanen mulai erupsi, gigi permanen tersebut mungkin terdorong ke posisi yang salah, menyebabkan gigi bengkok atau berjejal.

Risiko Masalah Gigi, Gusi, dan Fungsi Mulut

Gigi susu yang tertahan lebih rentan terhadap karies atau gigi berlubang karena strukturnya yang lebih tipis dan rapuh dibandingkan gigi permanen. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau infeksi yang berpotensi memengaruhi gigi di sekitarnya.

Selain itu, masalah periodontal atau gusi juga dapat terjadi jika gigi susu yang tertahan tidak diobati. Ketika gigi susu bertahan terlalu lama, perkembangan gigitan anak yang tepat dapat terpengaruh, sehingga memengaruhi kemampuan mereka untuk mengunyah atau berbicara dengan jelas.

Dalam beberapa kasus, gigi susu dapat menyatu dengan tulang rahang, kondisi yang disebut ankilosis, yang mencegahnya melonggar secara alami dan seringkali memerlukan pencabutan profesional.

Dampak pada Perkembangan Rahang dan Estetika

Gigi susu yang tertahan juga dapat mengganggu perkembangan rahang yang tepat pada anak. Hal ini bisa menyebabkan masalah ortodontik di masa depan yang memerlukan perawatan khusus.

Selain masalah fungsional, ada pula dampak estetika. Gigi susu yang tertahan di antara gigi permanen dapat terlihat aneh karena ukurannya yang lebih kecil, terutama jika itu adalah gigi depan.

Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri anak, terutama jika gigi mereka tidak sejajar atau mereka belum kehilangan gigi sebanyak teman-teman sebaya mereka. Oleh karena itu, pemantauan dan intervensi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading