Sukses

Health

Pentingnya Peran Orangtua untuk Deteksi Dini dan Memahami Penyakit Kanker Ginjal pada Anak

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, isu penyakit kanker pada anak menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan oleh para orangtua. Biasanya, orangtua seringkali merasa bingung dengan gejala penyakit kanker ginjal pada anak. Bahkan, tidak jarang orangtua yang merasa takut sehingga enggan untuk melakukan pemeriksaan sejak awal.

Berdasarkan hal tersebut, peran orangtua menjadi sangat penting dalam membantu untuk mengatasi penyakit kanker ginjal pada anak. Apabila penyakit kanker ginjal pada anak sudah terdeteksi dan dirujuk serta mendapatkan terapi, maka keberhasilan pengobatan dapat memungkinkan untuk terjadi. Namun, jika orangtua merasa takut sehingga enggan melakukan pemeriksaan dini, hal tersebut dapat menjadi hambatan dalam proses mencegah atau menyembuhkan kanker ginjal pada anak.  

Deteksi dini dapat dilakukan sedari awal oleh orangtua. Misalnya, ketika orangtua memandikan anak dan menemukan adanya benjolan perut, hal itu perlu tindakan lanjut dengan segera memeriksakan si kecil kepada dokter anak. Di sisi lain, terkadang orangtua merasa kesulitan untuk membedakan penyakit yang berupa benjolan di perut. Apakah benjolan di perut termasuk tumor atau sebagai gejala dari kanker ginjal? Bagaimana perbedaan gejala kanker ginjal pada anak dan dewasa? Oleh sebab itu, untuk mengetahui jawabannya, Sahabat Fimela dapat menyimak penjelasan berikut

Perbedaan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa

Sebelum beralih pada perbedaan gejala kanker pada anak dan dewasa. Terdapat pembahasan perbedaan tumor dan kanker yang disampaikan oleh Dr. Nur Melani Sari, Sp.A, Subsp. HO(K) sebagai Hemato Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tumor merupakan istilah umum untuk pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Selain itu, tumor dapat bersifat jinak maupun ganas. Sementara itu, kanker adalah tumor ganas yang sel-selnya dapat tumbuh secara tidak terkendali sehingga dapat menyebar ke organ lain yang ada di tubuh.

Lalu, bagaimana perbedaan kanker ginjal pada anak dan dewasa? Umumnya, kanker ginjal pada anak disebabkan oleh wilms tumor, bukan disebabkan oleh gaya hidup. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya wilms tumor, seperti kelainan genetik tertentu, kelainan perkembangan ginjal, dan sindrom bawaan.

"Di sisi lain, kanker ginjal pada orang dewasa yang paling sering terjadi adalah renal cell carcinoma (RCC). Terdapat beberapa faktor risiko kanker ginjal pada orang dewasa, yaitu kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan faktor genetik. Jadi, penyebab dan mekanisme penyakit kanker ginjal pada anak dan orang dewasa sangat berbeda" ujar Dr. Nur Melani Sari saat konfersi pers bersama IDAI pada (10/3)

Cara Mengenali dan Mengobati Kanker Ginjal pada Anak

Umumnya, perut anak menjadi membesar atau terdapat benjolan di perut. Selain itu, gejala umum lainnya adalah demam. Gejala demam ini lebih jarang diketahui orang tua, tetapi biasanya ditandai dengan tekanan darah anak biasanya meningkat. Oleh karena itu, anak yang mempunyai gejala kanker ginjal cenderung mudah lelah karena pertumbuhan sel. Pertumbuhan sel membutuhkan energi sehingga anak cepat lelah dan letih. Bahkan, apabila benjolan menjadi semakin membesar, hal tersebut dapat menekan ke organ lainnya di perut seperti usus. 

Berdasarkan hal tersebut, untuk memastikan diagnosis yang tepat, para orangtua dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti USG abdomen, CT scan, pemeriksaan darah dan urine, serta evaluasi oleh dokter spesialis. Dengan melakukan beberapa langkah pemeriksaan secara dini dan teratur, kanker ginjal pada anak memiliki kesembuhan yang tinggi, terutama jika ditemukan pada stadium awal. Melalui terapi yang tepat, kanker ginjal pada anak dapat sembuh sekitar 80-90 persen, tergantung pada stadium dan kondisi penyakit.

Lalu, apakah kanker ginjal pada anak dapat dicegah? Penyakit kanker ginjal pada anak tidak dapat dicegah sepenuhnya karena terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko kanker anak. Berbagai faktor tersebut, seperti kelainan genetik tertentu dan riwayat keluarga. Akan tetapi, orangtua dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan anak, imunisasi lengkap, pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, dan menghindari paparan asap rokok. 

Sahabat Fimela, kanker pada anak tentunya berbeda dengan dewasa. Dengan melakukan deteksi dini, orangtua dapat mengenal gejala sedari awal. Melakukan penundaan pemeriksaan, berarti memberikan peluang untuk kanker ginjal pada anak bertumbuh dan berkembang sehingga penanganan medis menjadi lebih sulit.

“Anak anak kita jangan terlambat terdeteksi. Dari orang tua jangan denial, kecepatan untuk diagnosis sangat menentukan kedepannya,” ujar Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A sebagai ketua pengurus pusat IDAI.

 

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading