Sukses

Health

Kenapa Risiko Jatuh pada Lansia Lebih Serius dari yang Dikira? Berikut Penjelasan Dokter

Fimela.com, Jakarta - Kejadian jatuh pada lansia di Indonesia meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan dampaknya jauh lebih serius dari yang sering dianggap sepele. Jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera serius seperti patah tulang atau cedera kepala, yang berdampak besar pada kualitas hidup mereka, bahkan mengakibatkan kemunduran fisik, mental, maupun psikososial.

Menurut dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Seraphim Medical Center, sebagian besar kejadian jatuh sebenarnya bisa dicegah jika risikonya dikenali lebih awal dan ditangani dengan pendekatan yang tepat.

“Ada alasan medis yang jelas di balik meningkatnya risiko jatuh seiring bertambahnya usia. Penurunan massa otot membuat tubuh kurang mampu menopang dirinya sendiri dengan stabil,” kata dr. Raymond

Gangguan keseimbangan dan koordinasi gerak membuat setiap perpindahan posisi — dari duduk ke berdiri, dari berdiri ke berjalan — menjadi momen yang lebih berisiko dari yang terlihat. Fungsi penglihatan yang menurun mempersulit deteksi hambatan di sekitar. Belum lagi efek samping obat-obatan tertentu yang bisa menyebabkan pusing atau tekanan darah yang tidak stabil.

dr. Raymond Posuma menjelaskan bahwa semua faktor ini tidak datang sendiri-sendiri — faktor-faktor tersebut sering hadir bersamaan, dan kombinasinya itulah yang membuat risiko jatuh pada lansia jauh lebih tinggi dari yang sering disadari.

Di luar faktor fisik dan medis, lingkungan sekitar juga memainkan peran yang tidak kecil. Lantai yang licin, pencahayaan yang kurang terang terutama di malam hari, tidak adanya pegangan di area yang sering digunakan, atau permukaan yang tidak rata — semua ini bisa menjadi pemicu yang mengubah momen biasa menjadi kejadian yang berbahaya.

“Kombinasi antara kondisi tubuh yang berubah dan lingkungan yang tidak mendukung inilah yang membuat risiko jatuh pada lansia menjadi tantangan yang perlu ditangani dari dua sisi sekaligus,” paparnya.

Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan Sebelum Jatuh Terjadi

Banyak keluarga baru menyadari ada masalah setelah kejadian jatuh pertama terjadi. Padahal jauh sebelum itu, ada tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat, hanya saja tidak dikenali sebagai peringatan.

Beberapa tanda yang paling sering diabaikan antara lain: Sering berpegangan pada dinding atau furnitur saat berjalan. Langkah yang menjadi lebih pendek dan lebih hati-hati dari biasanya. Menghindari aktivitas tertentu karena takut tidak seimbang. Pusing atau sempoyongan saat berdiri dari posisi dudukz Tubuh yang lebih lama merespons saat kehilangan keseimbangan.

Menurut dr. Raymond Posuma tanda-tanda ini bukan bagian normal dari proses menua yang harus diterima begitu saja, melainkan sinyal bahwa ada yang perlu dievaluasi dan ditangani sebelum terlambat.

Inilah mengapa deteksi risiko jatuh tidak perlu menunggu sampai kejadian terjadi. Dengan asesmen yang tepat oleh dokter spesialis seperti dr. Raymond Posuma risiko bisa diidentifikasi jauh sebelum jatuh menjadi kenyataan, dan dengan penanganan yang terstruktur, risiko itu bisa dikurangi secara signifikan.

“Mencegah selalu lebih baik dari mengobati, dan dalam konteks jatuh pada lansia, mencegah juga berarti melindungi kemandirian dan kualitas hidup yang jauh lebih panjang,” paparnya.

KINESIQ: Mendeteksi Risiko Sekaligus Melatih Keseimbangan

Selama ini pencegahan jatuh pada lansia sering dilakukan dengan cara yang terlalu umum — latihan yang sama untuk semua orang, tanpa benar-benar memahami seberapa besar risiko yang ada pada masing-masing individu. KINESIQ mengubah pendekatan itu. Sebelum latihan apapun dimulai, KINESIQ terlebih dahulu melakukan deteksi menyeluruh, mengukur keseimbangan, kekuatan otot, dan pola gerak untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang kondisi tubuh lansia.

Dari hasil itulah program latihan keseimbangan dirancang — bukan program generik, tapi program yang memang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik orang yang menjalaninya. Karena mencegah jatuh bukan soal bergerak lebih banyak, tapi bergerak dengan cara yang tepat.

“Di Seraphim Medical Center, KINESIQ digunakan sebagai bagian dari program pencegahan jatuh yang komprehensif, didampingi oleh tenaga medis yang memahami kondisi lansia secara menyeluruh, termasuk saya sebagai dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi yang menangani asesmen dan program pemulihan pasien. Setiap sesi dimulai dari asesmen awal yang menyeluruh, dilanjutkan dengan program latihan yang disesuaikan, dan dipantau perkembangannya secara berkala. Tujuannya bukan hanya mengurangi risiko jatuh, tapi membantu lansia tetap bergerak dengan aman, mandiri, dan penuh kepercayaan diri dalam aktivitas sehari-hari,” kata dr. Raymond Posuma

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading