Fimela.com, Jakarta - Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Namun, di balik berbagai kemajuan terapi yang terus berkembang, para ahli sepakat bahwa keberhasilan penanganan kanker sebenarnya dimulai jauh sebelum pasien menjalani pengobatan, yakni dari proses diagnosis yang akurat.
Selama ini, banyak orang menganggap deteksi dini sebagai satu-satunya kunci meningkatkan peluang kesembuhan. Padahal, diagnosis yang tepat memiliki peran yang sama pentingnya. Sebab, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan jenis terapi yang paling sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 menunjukkan terdapat sekitar 20 juta kasus kanker baru dan hampir 9,7 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri diperkirakan muncul lebih dari 408 ribu kasus baru dengan sekitar 242 ribu kematian setiap tahun. Yang menjadi tantangan, lebih dari 70 persen pasien baru datang berobat ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut sehingga pilihan terapi menjadi lebih kompleks.
Advertisement
Kondisi tersebut membuat proses diagnosis menjadi semakin krusial. Semakin lengkap informasi mengenai karakteristik penyakit yang dimiliki dokter sejak awal, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.
Advertisement
Era Baru Penanganan Kanker yang Lebih Personal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3230666/original/054667000_1599459934-cancer-patient-resting_256588-1326.jpg)
Perkembangan teknologi medis dalam beberapa tahun terakhir turut mengubah pendekatan penanganan kanker. Jika sebelumnya terapi lebih banyak ditentukan berdasarkan lokasi atau jenis kanker, kini dunia medis mulai mengadopsi pendekatan precision oncology.
Pendekatan ini memungkinkan dokter memahami karakteristik penyakit secara lebih mendalam melalui berbagai teknologi pencitraan dan analisis jaringan. Dengan informasi yang lebih lengkap, terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien sehingga diharapkan memberikan hasil yang lebih optimal.
Teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), molecular imaging, hingga spectral imaging kini menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Selain membantu mendeteksi lesi berukuran sangat kecil, teknologi ini juga membantu menentukan stadium penyakit secara lebih akurat serta memantau respons tubuh terhadap pengobatan.
Dalam praktiknya, dokter tidak hanya membutuhkan informasi mengenai keberadaan tumor. Mereka juga perlu mengetahui apakah kanker telah menyebar, bagaimana karakter jaringan yang dimiliki, hingga apakah terdapat penyakit penyerta yang perlu ditangani bersamaan.
Teknologi seperti PET/CT mampu menghasilkan pencitraan molekuler dengan detail tinggi sehingga membantu mendeteksi kanker pada tahap lebih awal. Sementara SPECT/CT memberikan gambaran mengenai fungsi organ sekaligus penyebaran penyakit.
Di sisi lain, Spectral CT memungkinkan dokter membedakan jaringan normal dan jaringan yang dicurigai sebagai kanker dengan tingkat akurasi lebih tinggi dibanding CT scan konvensional. Informasi tersebut menjadi bekal penting dalam menyusun strategi terapi yang lebih presisi.
Diagnosis yang Tepat Membantu Menentukan Terapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313995/original/036778200_1785729269-Foto_4-uAngio_AVIVA_Intelligent_Angiography_System.jpg.jpeg)
Pendekatan menyeluruh juga semakin dibutuhkan karena pasien kanker berisiko mengalami penyakit lain selama menjalani pengobatan. Sebuah studi dari Johns Hopkins University pada 2020 menunjukkan penyintas kanker memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dan 59 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dibanding populasi tanpa riwayat kanker. Hal ini membuat penanganan pasien kanker kini melibatkan kolaborasi multidisiplin agar terapi yang diberikan tetap aman dan optimal.
Meski teknologi berkembang sangat pesat, para ahli menegaskan bahwa inovasi tidak menggantikan peran dokter. Teknologi justru menjadi alat bantu yang memberikan informasi lebih lengkap sehingga keputusan medis dapat dibuat dengan lebih tepat.
Pendekatan ini pula yang kini diperkuat oleh MRCCC Siloam Semanggi melalui pengembangan layanan berbasis precision oncology. Rumah sakit tersebut menghadirkan empat teknologi terbaru, yakni uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System untuk mendukung perjalanan penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, penegakan diagnosis, penentuan stadium penyakit, hingga evaluasi hasil terapi.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan bahwa investasi teknologi dilakukan untuk membantu dokter memperoleh informasi yang semakin akurat sehingga terapi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
"Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai," ujarnya.
Penanganan kanker bukan hanya soal menemukan pengobatan terbaik, tetapi juga memastikan setiap keputusan medis didasarkan pada informasi yang lengkap dan akurat. Ketika diagnosis dilakukan secara presisi, dokter memiliki peluang lebih besar untuk menyusun terapi yang tepat, sementara pasien pun memiliki kesempatan lebih baik dalam menjalani pengobatan dengan hasil yang optimal.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3591528/original/052998300_1633315620-pexels-anna-tarazevich-5483017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3979402/original/058161400_1648622391-bermix-studio-yWYiNNK_tOI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3414292/original/006161400_1617025589-cavitacion-2894835_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280312/original/040091100_1752220839-angiola-harry-nJv6xnlpNaA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313025/original/009710500_1785572559-IMG_2331.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161333/original/026937700_1741846587-1741840710074_penyebab-dbd-selain-nyamuk.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313821/original/071850500_1785685628-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_23.18.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312971/original/032870000_1785570001-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_23.10.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312916/original/038012400_1785567767-Desain_tanpa_judul__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312111/original/009152300_1785480781-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_13.06.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310395/original/045052900_1785315997-email-attachment_2026_07_29_windanelfira-at-klyid_bgn-luncurkan-pusat-pelayanan-terpadu-layani-aduan-soal-mbg-lewat-call-center-whatsapp_IMG_2963.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312366/original/072187200_1785488855-Blank_2_Grids_Collage.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3591528/original/052998300_1633315620-pexels-anna-tarazevich-5483017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
![Atur menu makan yang bikin badan kembali langsing tanpa mengorbankan kualitas nutrisi untuk Anak. [Dok/Pexels.com/Artem Podrez].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/inqBdBTkLtW6_wCTyhxREnyxQTc=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261176/original/055547900_1781688075-pexels-artempodrez-7495756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5932914/original/077753900_1778830391-pexels-rdne-8217790.jpg)