Sukses

Health

Refleksi Pinktober 2026, Mengapa Deteksi Dini Kanker Payudara Begitu Penting?

Fimela.com, Jakarta - Kanker payudara bukan hanya tentang bagaimana penyakit tersebut ditangani setelah terdiagnosis. Perjalanan melawannya juga dimulai dari satu langkah yang sering kali sederhana, tetapi sangat berarti dengan mengenali kondisi tubuh dan tidak mengabaikan perubahan yang terjadi.

Momentum Breast Cancer Awareness Month atau Pinktober setiap Oktober menjadi pengingat untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara, termasuk pentingnya deteksi dini dan akses terhadap penanganan medis yang sesuai. Di Indonesia, upaya tersebut masih menjadi tantangan karena sebagian kasus baru diketahui ketika penyakit sudah berkembang lebih jauh.

Hal inilah yang menjadi perhatian Siloam Hospitals Surabaya melalui kegiatan Pinktober 2026 yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Tidak hanya menghadirkan edukasi medis, kegiatan ini juga mempertemukan tenaga kesehatan, pasien, warrior, survivor, dan caregiver untuk berbagi pengalaman sekaligus membangun dukungan emosional.

 

Mengenali Perubahan pada Payudara Sejak Dini

Kanker payudara dapat memiliki tanda dan gejala yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, mengenali kondisi payudara sendiri menjadi salah satu bagian penting dari kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Perubahan seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan pada kulit, perubahan puting, maupun keluarnya cairan yang tidak biasa perlu diperhatikan. Namun, adanya perubahan tersebut tidak selalu berarti kanker. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Prof. Dr. dr. Ami Ashariati, SpPD, Subsp HOM (K), menekankan agar perempuan tidak membiarkan rasa takut membuat pemeriksaan tertunda.

“Deteksi dini merupakan langkah penting dalam penanganan kanker payudara. Karena itu, perempuan perlu lebih mengenali kondisi payudaranya, tidak mengabaikan perubahan yang terjadi, dan segera memeriksakan diri apabila menemukan tanda yang mencurigakan.”

Menurutnya, pemeriksaan lebih awal dapat membantu dokter melakukan evaluasi dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Dengan demikian, deteksi dini bukan berarti mencari-cari penyakit, melainkan menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri. Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah pemeriksaan kanker payudara tidak semata-mata dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan.

 

Deteksi Dini Bukan Berarti Menunggu Gejala

Jenis dan waktu pemeriksaan dapat berbeda berdasarkan usia, faktor risiko, riwayat keluarga, serta kondisi kesehatan masing-masing. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan payudara secara klinis maupun pemeriksaan penunjang seperti mammografi atau ultrasonografi sesuai kebutuhan.

Karena itu, perempuan sebaiknya tidak menentukan sendiri pemeriksaan yang dianggap paling tepat. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing.

Jika menemukan perubahan yang mencurigakan, jangan menunggu hingga keluhan menjadi semakin berat. Rasa takut terhadap kemungkinan diagnosis justru sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan.

Diagnosis kanker payudara dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Selain menjalani berbagai tahapan pengobatan, pasien juga mungkin menghadapi rasa cemas, takut, perubahan penampilan, hingga kekhawatiran mengenai kehidupan sehari-hari.

Karena itu, dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran penting. Keluarga dan caregiver dapat membantu pasien menjalani proses pengobatan, mendampingi saat konsultasi, sekaligus menjadi tempat berbagi ketika kondisi emosional sedang tidak baik.

Dalam Pinktober 2026, Siloam Hospitals Surabaya menghadirkan sesi sharing bersama warrior, survivor, caregiver, serta dr. Een Hendarsih, SpPD, Subsp HOM (K). Ruang tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendengar pengalaman secara langsung dan saling memberikan semangat.

Kehadiran komunitas seperti ini menunjukkan bahwa perjalanan menghadapi kanker tidak harus dijalani sendirian. Dukungan emosional dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menghadapi berbagai perubahan selama proses pengobatan.

 

Dari Edukasi hingga Donasi Rambut

Kepedulian terhadap pasien kanker juga dapat diwujudkan melalui berbagai aksi sederhana. Dalam rangkaian Pinktober kali ini, Siloam Hospitals Surabaya berkolaborasi dengan Donasi Rambut dan Salon Etienne menghadirkan drop box hair donation pertama di Surabaya.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendonasikan rambut sesuai dengan ketentuan program. Rambut yang terkumpul kemudian diteruskan kepada Donasi Rambut untuk dibuat menjadi wig yang dapat dibagikan kepada pasien kanker sesuai dengan pengelolaan program.

Inisiatif tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap pasien kanker tidak selalu harus berbentuk tindakan medis. Hal-hal yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang dapat memiliki makna tersendiri bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan.

CEO Siloam Hospitals Surabaya, Indrajani Harsono, mengatakan peningkatan kesadaran mengenai kanker payudara perlu dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Melalui Pinktober, kami ingin mengingatkan bahwa kepedulian terhadap kanker payudara tidak berhenti pada kesadaran akan penyakitnya saja, tetapi juga bagaimana kita mendukung setiap perempuan untuk lebih mengenali kondisi tubuhnya, berani melakukan pemeriksaan, dan mendapatkan penanganan yang tepat.”

Semangat tersebut menjadi semakin relevan karena kesadaran terhadap kanker payudara seharusnya tidak hanya muncul setiap Oktober. Mengenali tubuh, melakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi tenaga medis, serta mencari pertolongan ketika menemukan perubahan yang mencurigakan merupakan bentuk perhatian terhadap diri sendiri yang dapat dilakukan sepanjang tahun.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading