Sukses

Info

Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Diprediksi Akan Melonjak Menurut Ilmuwan Jerman

Fimela.com, Jakarta Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksi akan mengalami lonjakan. Hal ini diungkapkan oleh pakar kesehatan Jerman. Ia mengatakan jika lonjakan kasus akan terjadi di musim panas ini. Di Indonesia sendiri, varian ini sudah mulai mengalami peningkatan kasus. 

Dikutip dari Liputan6.com, Menurut laporan DW, Selasa (14/6/2022), Robert Koch Institute (RKI) menyebut Covid-19 sub-varian BA.4 dan BA.5 meningkat lebih cepat ketimbang varian-varian lainnya. Kesimpulan RKI adalah dua sub-varian ini bisa menjadi mayoritas kasus di Jerman.

Di Jerman, sebanyak 10 persen infeksi yang terjadi disebabkan oleh varian BA.5. Hal ini meningkat dua kali lipat dari pekan sebelumnya. Selai ini, varian ini juga memicu kekhawatiran tersendiri seperti yang terjadi di Afrika pada bulan Mei lalu. 

Varian baru sebabkan lonjakan

Kenaikan juga terjadi di Portugal, di mana kasus BA.5 mendominasi sebanyak 80 persen dari kasus baru. Disebutkan jika varian ini sulit terdeteksi dan sangat menular jika dibandingkan dengan sub varian Omicron lainnya. 

 Sebagai upaya pencegahan dan perlindungan, maka RKI merekomendasikan untuk melakukan booster bagi para lansia dan orang-orang yang berisiko tinggi. Selain itu, masih belum diketahui pula dengan jelas apa konsekuensi jangka panjang dari varian Omicron ini.

CDC menyebut bahwa dampak long COVID termasuk masalah pernapasan, brain fog, nyeri dada, kelelahan, dan berbagai gejala lain.

Kenaikan kasus COVID-19 Imbas Subvarian BA.4 dan BA.5

Sub-varian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah masuk RI. Temuan subvarian tersebut berimbas pada kenaikan kasus harian COVID-19 di Tanah Air. Bila di akhir Mei kasus COVID-19 sempat di angka 200-an, menilik beberapa hari belakangan, kasus positif sempat berada di angka 500 bahkan 600 dalam sehari.

Banyak yang menduga kenaikan kasus akibat libur Lebaran 40 hari yang lalu. Namun, Menteri Kesehatan RI mengatakan bahwa kenaikan kasus akhir-akhir ini terjadi karena adanya varian baru yakni BA.4 dan BA.5.

"Confirm, dipicu oleh varian baru. Ini juga terjadi di negara lain," kata Budi usai Rapat Terbatas pada Senin, 13 Juni 2022.

Memang pada libur Lebaran tahun lalu dan Natal dan Tahun Baru kemarin ada kenaikan kasus. Namun, kenaikan kasus terjadi pada hari 24-37.

Lalu, Budi juga mengatakan setiap ada lonjakan besar di suatu negara itu bukan karena hari raya tapi karena ada varian baru.

#Women For Women

Loading