Sukses

Info

Suhu di Arab Saudi Tembus 46 Derajat Celcius, Kaki Jemaah Haji Alami Luka Melepuh

Fimela.com, Jakarta Gelombang panas tengah menyelimuti Arab Saudi. Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin menjelaskan suhu di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir mencapai 46 derajat celcius.

“Kondisi Arab Saudi dilaporkan mencapai rata-rata suhu tertinggi 46 derajat celcius,” kata Akhmad Fauzin dalam konferensi pers penyelenggaraan Ibadah Haji 2022, seperti yang dikutip dari YouTube Kemenag, Kamis (23/6/2022).

Akibat suhu panas ini, lantai halaman Masjid Nabawi terasa sangat panas hingga menyebabkan kaki melepuh jika tidak menggunakan alas kaki. Seperti yang dialami oleh salah satu jamaah haji Indonesia asal Banda Aceh. Wanita paruh baya itu pun langsung mendapatkan pertolongan dari, dr. Fachrurrazy Basmalah, di halaman Masjid Nabawi.

“Jemaah mengalami luka bakar derajat dua. Ini merupakan derajat luka bakar tingkat sedang yang terjadi pada lapisan kulit lebih dalam dari epidermis,” ujar dr. Fachrurrazy di Madinah pada Sabtu (18/6/2022), seperti yang dikutip dari situs resmi Kemenag.

Dokter yang tergabung dalam pemberi Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) itu mengatakan, telapak kaki Jemaah tersebut terlihat melepuh dan kemerahan. Dia pun segera melakukan penanganan awal dengan menyiramkan area luka dengan air dingin dan air Zamzam. Setelah itu, dia mengoleskan salep luka bakar serta dibalut kasa.

 

Jamaah Haji Diimbau Hal ini

Untuk itu, Akhmad Fauzin mengimbah Jemaah haji untuk menjaga diri, mulai dari membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu memakai alas kaki, hingga rajin minum agar jamaah tidak kelelahan maupun dehidrasi selama proses haji 2022.

“Selalu pakai alas kaki, jangan menunggu haus untuk minum, menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup,” katanya.

Dia menambahkan, Jemaah haji tidak perlu memaksakan diri untuk selalu salah di Masjidil Haram mengingat kondisi di Mekkah yang panas menyengat.

“Atur kondisi kesehatan diri sendiri, dan tidak memaksakan untuk selalu salat di Masjidil haram,” tuturnya.

#women for women

Loading