Sukses

Info

Mulai Bisnismu Sekarang Juga, Pegadaian Hadirkan Rahasianya Lewat Webinar Bertajuk 'UMKM Berjaya, Ekonomi Merdeka'

Fimela.com, Jakarta Hayo siapa yang menginginkan untuk membuka lini bisnis sendiri? Generasi muda, career woman, dan siapapun memang sangat memiliki peluang yang terbuka lebar untuk menjadi seorang creative preneur hingga membuka UMKM.

Meski begitu, membuka bisnis tentunya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan strategi, riset, serta kegigihan dalam membuat sebuah bisnis sendiri. Kabar baiknya, PT Pegadaian menggandeng Direktorat Jendral Pajak menggelar sebuat sesi obrolan inspiratif kepada pelaku UMKM.

Pegadaian menggelar webinar pada Jumat, 5 Agustus 2022 bertajuk 'UMKM Berjaya, Ekonomi Merdeka'. Bukan webinar biasa, ada pakar keren yang dihadirkan pada sesi kali ini yaitu Manager Produk Gadai PT Pegadaian yaitu Iwan Juniyadi dan Kasubit Penyuluhan Perpajakan pada Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jendral Pajak, yaitu Inge Diana Risnawati.

Ketinggalan sesi inspiratif dari webinar kali ini? Cek kembali yuk, Sahabat Fimela!

Berbagai Sektor Kreatif Bisa Dijadikan Peluang Bisnis Menjanjikan

Webinar kali ini menghadirkan Manager Produk Gadai PT Pegadaian yaitu Iwan Juniyadi. Pada sesi kali ini, Iwan mengatakan jika ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa dirintis.

Mulai dari generasi muda, mantan karyawan, wanita karir, dan siapapun bisa mulai merintis karir sebagai pengusaha. Dirinya juga mengatakan jika beberapa sektor menjadi yang paling favorit untuk dirintis bagi para pelaku UMKM.

"Ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa dirintis bahkan dari rumah oleh para generasi muda. Seperti bisnis makanan dan minuman sehat, reseller, desain grafis, hingga copywriter," jelas Iwan.

Perlu Siasat Cerdas di Segi Permodalan

Bicara tentang memulai bisnis pasti nggak bisa dilepaskan dengan modal. Aspek permodalan ini sangat penting karena akan menentukan sarana prasarana hingga operasional di tahap awal bisnis. Atas hal tersebut, Iwan berpesan agar pelaku UMKM bisa menentukan strategi permodalan secara bijak dan nggak tergiur dengan adanya pinjaman online.

"Seringkali kita terjebak dalam bahaya pinjol itu sendiri. Mulai dari suku bunga tinggi, fee besar, teror dan intimidasi dalam penagihan, dan ancaman sebar data pribadi. Untuk itu, kita harus selektif dalam memilih modal pinjaman," kata Iwan.

Bukan tanpa alasan, layanan pinjaman online ilegal sangat menjamur di Indonesia dan berpotensi merugikan masyarakat. Dari data yang disajikan Iwan, total terdapat lebih dari 700.000 pemberi jasa pinjaman, namun baru 106 perusahaan fintech P2P lending yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Tentu saja pinjaman online ilegal merugikan konsumen senilai triliunan rupiah.

Direktorat Jenderal Pajak Siap Mendukung Pelaku UMKM

Webinar seru ini juga menghadirkan Kasubit Penyuluhan Perpajakan pada Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jendral Pajak, yaitu Inge Diana Risnawati. Sebagai perwakilan dari Direktoral Jenderal Pajak, pihaknya mengatakan jika pemerintah siap mendukung penuh para pelaku UMKM.

Inge mengatakan jika UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi bangsa. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa 60% PDB Indonesia atau setara Rp9,580 triliun dari total PDB sebesar Rp15,832 triliun disumbangkan oleh para pegiat UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

"UMKM sudah diberikan kemudahan dalam menjalankan bisnis seperti penyederhanaan administrasi perpajakan dan diberi insentif pajak penghasilan," ujar Inge.

Dukungan juga dihadirkan Direktorat Jenderal Pajak melalui PP 23 Tahun 2018 yang memungkinkan pelaku UMKM untuk memilih tidak menjadi bagian dari Pengusaha Kena Pajak, sehingga nggak memiliki kewajiban memungut serta menyetor PPN.

Ini merupakan peran riil pemerintah dalam menjaga UMKM agar tetap bertahan. Melalui program ini, pemerintah pusat berupaya menangani kesehatan masyarakat. Bahkan, alokasi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional terus bertambah. Diharapkan kemudahan ini bisa membuat para pegiat UMKM semakin bertumbuh.

Mulai Bisnismu dengan Bermitra Bersama Pegadaian

Nggak perlu insecure, kamu bisa memulai bisnis sekarang juga dengan bermitra bersama Pegadaian. Iwan Juniyadi mengatakan jika masyarakat bisa mengambil skema gadai yang memudahkan.

Dengan menggadaikan barang yang durasinya 4 bulan, masyarakat nggak bakal diwajibkan mengangsur tiap bulannya. Nantinya, etelah memasuki periode 4 bulan, masyarakat akan diberi dua pilihan yaitu menebus semua pembiayaan atau membayar sewa modalnya saja. Membayar sewa modal ini bisa sekaligus berfungsi untuk menambah jangka waktu 4 bulan lagi. Tentu saja ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

"Masyarakat yang ingin memulai usaha bisa mengambil skema gadai yang memiliki waktu 4 bulan. Ketika sudah 4 bulan, nasabah bisa menebus barang yang digadaikan atau memperpanjang," kata Iwan.

Nggak cuma itu, masyarakat juga bisa menjadi agen dari Pegadaian. Agen dari Pegadaian ini memungkinkan individu dalam memasarkan produk yang ada di Pegadaian. Masyarakat bisa mendapatkan beragam benefit seperti penghasilan tambahan, menambah jumlah pelanggan UMKM, hingga branding gratis.

"Di daerah tertentu seperti Sumbawa, kain tenun bisa dijadikan barang gadai. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pegadaian menjunjung tinggi nilai kearifan lokal yang tersebar di tiap daerah," ujar Iwan.

Masih ragu untuk memulai bisnismu sendiri? Yuk mulai sekarang juga dengan beragam benefit dari Pegadaian.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading