Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan yang bikin rumah lembap sering kali berasal dari rutinitas sederhana yang dianggap sepele oleh banyak penghuni rumah, padahal jika dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan kadar kelembapan udara di dalam ruangan sehingga memicu munculnya jamur, bau apek, hingga kerusakan pada dinding, plafon, dan berbagai jenis furnitur yang terbuat dari kayu maupun bahan berpori lainnya.
Selain memengaruhi kondisi bangunan, kebiasaan yang bikin rumah lembap juga dapat berdampak pada kualitas udara di dalam rumah karena udara yang terlalu lembap menjadi lingkungan ideal bagi jamur, bakteri, dan tungau untuk berkembang biak, sehingga penting bagi setiap penghuni memahami berbagai kebiasaan yang perlu dihindari agar rumah tetap nyaman, sehat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Advertisement
1. Jarang Membuka Jendela pada Pagi Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7827760/original/010913300_1780647436-jendela_jadul2.jpg)
Membuka jendela pada pagi hari merupakan cara paling sederhana untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah, tetapi banyak orang justru membiarkan jendela tetap tertutup karena ingin menghindari debu, udara dingin, atau alasan keamanan, sehingga udara lembap yang terkumpul sepanjang malam tidak dapat keluar secara optimal.
Akibat kebiasaan tersebut, kadar uap air di dalam ruangan akan terus meningkat, terutama pada kamar tidur dan ruang keluarga yang minim ventilasi, sehingga dinding menjadi lebih mudah berjamur, kaca sering berembun, serta ruangan terasa pengap meskipun sudah menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan.
2. Menjemur Pakaian di Dalam Rumah Tanpa Ventilasi
Pakaian basah yang dijemur di dalam rumah akan melepaskan banyak uap air ke udara selama proses pengeringan, sehingga kelembapan ruangan meningkat secara perlahan, terutama jika dilakukan setiap hari tanpa adanya ventilasi atau aliran udara yang memadai.
Apabila kondisi ini terus berlangsung, udara di dalam rumah akan terasa semakin lembap, proses pengeringan pakaian justru lebih lama, dan risiko munculnya jamur pada dinding maupun plafon ikut meningkat karena uap air tidak memiliki jalur untuk keluar dari ruangan.
Advertisement
3. Tidak Menyalakan Exhaust Fan di Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349540/original/066738200_1757924217-lembab_4.jpg)
Setelah mandi menggunakan air hangat maupun air biasa, kamar mandi menghasilkan uap air dalam jumlah cukup besar yang akan menempel pada dinding, plafon, cermin, dan lantai apabila tidak segera dikeluarkan melalui exhaust fan atau ventilasi alami.
Kondisi tersebut membuat area sekitar kamar mandi menjadi lebih lembap dibanding ruangan lain, bahkan kelembapan dapat menyebar ke lorong maupun kamar yang berdekatan sehingga mempercepat pertumbuhan jamur dan menyebabkan aroma kurang sedap sulit dihilangkan.
4. Membiarkan Kebocoran Pipa atau Keran Menetes
Kebocoran kecil pada keran, saluran air, maupun pipa sering dianggap tidak berbahaya karena volume air yang keluar terlihat sedikit, padahal tetesan air yang berlangsung selama berhari-hari mampu membuat area sekitar selalu dalam kondisi lembap.
Selain meningkatkan kelembapan ruangan, air yang terus merembes juga dapat merusak lapisan lantai, memicu pertumbuhan lumut, serta membuat struktur dinding atau kabinet kayu menjadi lebih cepat lapuk apabila tidak segera diperbaiki.
Advertisement
5. Menempatkan Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8413058/original/013014600_1782297352-aa64a0b3-3e63-4712-992a-0aa363e80845.jpg)
Tanaman hias memang mampu mempercantik interior sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara, tetapi jumlah tanaman yang terlalu banyak di dalam ruangan dapat meningkatkan kadar kelembapan karena proses penguapan air dari media tanam dan permukaan daun berlangsung setiap hari.
Supaya tetap mendapatkan manfaat tanaman tanpa membuat rumah terasa pengap, sebaiknya pilih jumlah tanaman yang proporsional, gunakan media tanam yang tidak terlalu basah, dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup agar kelembapan tetap terkendali.
6. Menutup Seluruh Ventilasi demi Menghindari Debu
Banyak orang memilih menutup seluruh ventilasi rumah agar debu dari luar tidak mudah masuk, namun kebiasaan ini justru menghambat pertukaran udara sehingga udara lembap akan terus terjebak di dalam ruangan tanpa memiliki jalur untuk keluar.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut membuat kualitas udara semakin buruk, ruangan terasa pengap, dan berbagai bagian rumah seperti plafon, kusen, hingga sudut ruangan menjadi lebih rentan ditumbuhi jamur akibat tingginya kadar kelembapan.
Advertisement
7. Tidak Segera Mengeringkan Lantai yang Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2395209/original/047333400_1540807647-1.jpg)
Lantai yang basah setelah dipel, terkena tumpahan air, atau selesai dibersihkan sebaiknya segera dikeringkan karena genangan air yang dibiarkan terlalu lama akan terus menguap dan meningkatkan kadar kelembapan udara di dalam rumah.
Selain membuat ruangan menjadi lebih lembap, lantai yang selalu basah juga meningkatkan risiko terpeleset, memicu pertumbuhan jamur di sela keramik, serta menyebabkan bau apek yang perlahan menyebar ke seluruh ruangan apabila tidak segera ditangani.
8. Menyimpan Barang Terlalu Rapat di Lemari atau Gudang
Lemari dan gudang yang dipenuhi barang hingga tidak menyisakan ruang bagi aliran udara akan menciptakan area yang lembap karena sirkulasi udara menjadi sangat terbatas, terutama pada bagian belakang lemari yang menempel ke dinding.
Kondisi tersebut membuat pakaian, dokumen, hingga berbagai barang berbahan kain atau kulit menjadi lebih mudah berjamur, berbau apek, dan mengalami kerusakan meskipun sebenarnya ruangan utama di dalam rumah terasa cukup kering.
Advertisement
9. Mengabaikan Rembesan pada Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303346/original/084106500_1784627539-27ee568e-0a61-4a2e-91e4-d42615018bb1__1_.jpg)
Rembesan air yang muncul pada dinding akibat hujan, kebocoran atap, atau saluran air yang rusak tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil karena air yang terserap ke dalam dinding akan terus meningkatkan kadar kelembapan material bangunan.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, cat akan menggelembung, plester mulai rapuh, warna dinding berubah menjadi kusam, dan biaya perbaikan menjadi jauh lebih besar dibandingkan apabila rembesan segera diperbaiki sejak awal.
10. Sering Memasak Tanpa Membuka Ventilasi Dapur
Aktivitas memasak menghasilkan panas dan uap air dalam jumlah cukup banyak, terutama saat merebus, mengukus, atau memasak makanan berkuah, sehingga dapur membutuhkan ventilasi yang baik agar uap tidak menyebar ke seluruh rumah.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap ini sering tidak disadari karena uap hasil memasak terlihat menghilang, padahal sebagian masih menempel pada permukaan dinding, kabinet, dan plafon sehingga secara perlahan meningkatkan kelembapan di dalam rumah.
Advertisement
11. Menggunakan AC Tanpa Perawatan Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180311/original/079761900_1743752017-Depositphotos_211232496_S.jpg)
AC yang jarang dibersihkan akan mengalami penurunan performa karena filter dipenuhi debu dan saluran pembuangan air kondensasi berpotensi tersumbat, sehingga proses mengurangi kelembapan udara menjadi tidak bekerja secara maksimal.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap juga dapat muncul ketika pengguna hanya mengandalkan AC tanpa pernah membersihkan filter maupun memeriksa saluran pembuangannya, sehingga ruangan terasa dingin tetapi tetap memiliki kadar kelembapan yang tinggi.
12. Meletakkan Furnitur Terlalu Menempel ke Dinding
Furnitur berukuran besar seperti lemari, rak buku, dan sofa sebaiknya diberi sedikit jarak dari dinding agar udara tetap dapat mengalir di belakangnya, karena ruang yang terlalu rapat akan menjadi area lembap yang sulit terdeteksi.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap ini sering menimbulkan bercak hitam pada dinding, membuat bagian belakang furnitur berjamur, serta mempercepat kerusakan material kayu akibat paparan kelembapan yang berlangsung terus-menerus.
Advertisement
13. Membiarkan Talang Air atau Saluran Pembuangan Tersumbat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296342/original/000682900_1784011869-0bab0b24-c507-4f2a-ab43-f63e7b0b021e.jpg)
Talang air yang dipenuhi daun, lumut, atau sampah akan menghambat aliran air hujan sehingga air meluap dan merembes ke bagian atap maupun dinding rumah, terutama saat curah hujan sedang tinggi.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap ini bukan hanya menyebabkan noda rembesan pada plafon, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan struktur bangunan karena air terus meresap ke dalam material konstruksi tanpa disadari.
14. Tidak Memanfaatkan Sinar Matahari yang Masuk ke Rumah
Membiarkan tirai selalu tertutup sepanjang hari membuat cahaya matahari sulit masuk ke dalam rumah, padahal sinar matahari membantu mengurangi kelembapan alami pada dinding, lantai, kasur, dan berbagai permukaan lainnya.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap ini juga membuat ruangan terasa lebih dingin, pengap, dan mudah berbau apek karena kelembapan tidak pernah berkurang secara alami melalui paparan sinar matahari.
Advertisement
15. Menyimpan Kasur, Karpet, atau Sofa dalam Kondisi Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133023/original/021426600_1739517614-pillow-bed.jpg)
Kasur, karpet, dan sofa merupakan perabot yang mudah menyerap uap air sehingga perlu dibersihkan serta dikeringkan secara berkala, terutama apabila terkena tumpahan air atau berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
Kebiasaan yang bikin rumah lembap akan semakin parah apabila perabot tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan secara rutin karena kelembapan yang tersimpan di dalam serat kain dapat memicu pertumbuhan jamur, tungau, dan bau apek yang mengganggu kenyamanan penghuni rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Bikin Rumah Lembap
1. Apa penyebab utama rumah menjadi lembap?
Kurangnya ventilasi, kebocoran air, dan sirkulasi udara yang buruk menjadi penyebab paling umum.
2. Apakah rumah lembap bisa memicu jamur?
Ya. Kondisi lembap sangat ideal untuk pertumbuhan jamur dan lumut.
3. Berapa tingkat kelembapan rumah yang ideal?
Kelembapan ideal berada di kisaran 40–60 persen.
4. Apakah menjemur pakaian di dalam rumah membuat ruangan lembap?
Ya. Uap air dari pakaian basah dapat meningkatkan kelembapan udara di dalam ruangan.
5. Bagaimana cara mengurangi kelembapan di rumah?
Perbaiki ventilasi, buka jendela setiap pagi, perbaiki kebocoran, dan manfaatkan sinar matahari agar rumah tetap kering.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303333/original/081477600_1784626710-ad672ffd-2bbf-4847-9938-d27704337841.jpg)
![Fimelahood Fit & Fun with Lifebuoy kali ini hadirkan keseruan pilates reformer core bersama Strong Pilates. [Foto: Fimela. dok]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/4V1n3xUTTzirFJJf-S_BLpSRY0I=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547872/original/010912700_1775474625-IMG_8173-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301835/original/041528900_1784521839-98d2788b-1ae0-41ae-9cf6-8bd684736d18.jpg)
![Sahabat Fimela yuk simak beberapa kebiasaan yang tanpa sadar sering diikuti oleh anak. [Dok/freepik.com/pressfoto]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/MTE4-3QAMDXZqf0wLtfjxGyNT-M=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694158/original/025865800_1778571326-19020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534443/original/063888800_1773823618-pexels-kratz-1363876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5851953/original/010015000_1778753029-pexels-miriam-alonso-7622578.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325397/original/068672900_1755968306-happy-woman-enjoying-idyllic-nature-celebrating-freedom-rising-her-arms_11zon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964587/original/077614900_1782978033-IMG_1846.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771065/original/068235200_1710317271-IMG_1701.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303561/original/020896900_1784645389-IMG_5803.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303525/original/018798800_1784639971-IMG_9409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8636464/original/018643100_1782637725-154330.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303285/original/083306800_1784624465-jennie.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302925/original/021910400_1784613403-kwang_dong_yeon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299922/original/019023200_1784279279-_image__-_5446120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303118/original/092075200_1784619613-npd-world-tour-587572.webp)