Fimela.com, Jakarta - Cara mengurangi kelembapan rumah tanpa memakai dehumidifier menjadi solusi yang banyak dicari, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Kelembapan yang terlalu tinggi tidak hanya membuat rumah terasa pengap, tetapi juga memicu munculnya jamur, bau apek, hingga kerusakan furnitur dan dinding.
Kondisi rumah yang lembap sering kali disebabkan oleh kombinasi cuaca, ventilasi yang kurang baik, dan aktivitas sehari-hari seperti memasak, menjemur pakaian di dalam rumah, atau mandi dengan air panas. Jika dibiarkan, kelembapan berlebih juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam rumah.
Anda tidak harus membeli dehumidifier untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan beberapa perubahan sederhana pada tata ruang, sirkulasi udara, dan kebiasaan sehari-hari, kelembapan di dalam rumah dapat dikurangi secara alami. Menurut Architectural Digest India dan The Spruce, kelembapan di dalam rumah sebenarnya lebih efektif dikendalikan dengan mengatasi sumber penyebabnya daripada sekadar menghilangkan gejalanya. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Advertisement
1. Maksimalkan Sirkulasi Udara di Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573667/original/050122100_1777949176-7x_12_keramik_terang_2.jpeg)
Sirkulasi udara merupakan faktor paling penting untuk menjaga kelembapan tetap terkendali. Udara yang terjebak di dalam ruangan membuat uap air sulit keluar sehingga kelembapan terus meningkat.
Architectural Digest India menyebutkan bahwa cross ventilation atau ventilasi silang merupakan salah satu cara alami paling efektif untuk mengurangi kelembapan ruangan.
Caranya antara lain:
- Membuka jendela pada dua sisi rumah secara bersamaan.
- Membuka pintu antar-ruangan beberapa jam setiap hari.
- Menggunakan kipas angin plafon atau kipas berdiri agar udara terus bergerak.
Meski kipas tidak menghilangkan uap air secara langsung, aliran udara membantu mempercepat penguapan sehingga ruangan terasa lebih nyaman.
2. Biarkan Cahaya Matahari Masuk ke Dalam Rumah
Sinar matahari bukan hanya membuat rumah lebih terang, tetapi juga membantu mengeringkan permukaan yang lembap.
Menurut Architectural Digest India, ruangan yang mendapatkan paparan sinar matahari secara rutin cenderung memiliki tingkat kelembapan lebih rendah dibanding ruangan yang selalu teduh.
Agar cahaya matahari dapat bekerja maksimal:
- Buka gorden pada pagi hingga siang hari.
- Hindari menempatkan lemari besar tepat di depan jendela.
- Gunakan tirai tipis agar cahaya tetap masuk.
Selain mengurangi kelembapan, sinar matahari juga membantu menekan pertumbuhan jamur pada dinding dan furnitur.
3. Gunakan Material yang Mudah "Bernapas"
Bahan-bahan tertentu mampu menyimpan kelembapan lebih lama dibanding yang lain.
Architectural Digest India merekomendasikan penggunaan material alami seperti:
- katun,
- linen,
- rotan,
- bambu,
- jute.
Material tersebut memiliki sirkulasi udara yang lebih baik sehingga lebih cepat kering ketika terkena kelembapan.
Sebaliknya, sebaiknya kurangi penggunaan:
- karpet tebal berbahan sintetis,
- permadani besar,
- lapisan kain dekoratif yang berlebihan.
Ruangan dengan material alami biasanya terasa lebih segar meskipun kelembapan udara luar cukup tinggi.
4. Kurangi Sumber Kelembapan dari Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8123386/original/082246800_1780974413-roster_1.jpeg)
Banyak orang mengira kelembapan berasal dari cuaca, padahal sebagian besar justru dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari.
Beberapa sumber kelembapan yang sering tidak disadari meliputi:
- menjemur pakaian di dalam rumah,
- memasak tanpa menutup panci,
- mandi air panas tanpa ventilasi,
- kebocoran pipa kecil,
- menyiram tanaman secara berlebihan.
Menurut Architectural Digest India, menghilangkan sumber kelembapan sering kali memberikan hasil yang lebih besar daripada hanya mencoba menyerap uap air yang sudah terlanjur ada.
Jika memungkinkan:
- jemur pakaian di luar rumah,
- nyalakan exhaust fan saat memasak,
- buka ventilasi kamar mandi setelah mandi,
- segera perbaiki kebocoran air.
Inilah salah satu cara mengurangi kelembapan rumah tanpa memakai dehumidifier yang paling efektif karena menyelesaikan akar masalahnya.
5. Manfaatkan Garam Batu sebagai Penyerap Kelembapan
Garam batu telah lama digunakan sebagai penyerap kelembapan alami.
Baik Architectural Digest India maupun The Spruce menjelaskan bahwa garam batu bersifat higroskopis, yaitu mampu menarik uap air dari udara.
Penggunaannya sangat sederhana.
Masukkan garam batu ke dalam:
- mangkuk,
- ember berlubang,
- wadah terbuka.
Tempatkan di area yang sering lembap seperti:
- lemari pakaian,
- rak sepatu,
- gudang,
- sudut ruangan.
Jika garam mulai menggumpal atau mencair, gantilah dengan yang baru.
Untuk area yang lebih luas, The Spruce bahkan menyarankan membuat penyerap kelembapan sederhana menggunakan dua ember, di mana air hasil penyerapan akan menetes ke ember bagian bawah.
6. Gunakan Arang Aktif (Activated Charcoal)
Arang aktif tidak hanya mampu menyerap kelembapan, tetapi juga membantu mengurangi bau apek.
Menurut The Spruce, arang aktif cocok digunakan pada:
- lemari,
- ruang bawah wastafel,
- gudang,
- loteng,
- kamar mandi.
Masukkan arang aktif ke dalam wadah berlubang atau kaleng yang diberi lubang kecil agar udara tetap dapat bersirkulasi.
Ganti arang setiap beberapa bulan agar daya serapnya tetap optimal.
Advertisement
7. Manfaatkan Baking Soda untuk Ruang Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2893093/original/025778000_1566815356-baking-soda-768950_1920.jpg)
Baking soda dikenal sebagai penyerap bau, tetapi juga dapat membantu mengurangi kelembapan ringan.
Menurut The Spruce, baking soda cocok digunakan pada ruang kecil seperti:
- lemari pakaian,
- kabinet dapur,
- laci penyimpanan.
Cukup letakkan baking soda di dalam mangkuk kecil tanpa penutup.
Ketika baking soda mulai mengeras, berarti bahan tersebut telah menyerap cukup banyak kelembapan dan perlu diganti.
Cara ini memang tidak sekuat dehumidifier, tetapi cukup efektif sebagai solusi murah untuk area yang sempit.
8. Pilih Tanaman Hias yang Tidak Membutuhkan Banyak Air
Banyak orang menganggap semua tanaman meningkatkan kelembapan ruangan. Padahal tidak selalu demikian.
Architectural Digest India menjelaskan bahwa jumlah tanaman yang terlalu banyak memang dapat meningkatkan kelembapan melalui proses transpirasi. Namun, beberapa tanaman dengan kebutuhan air rendah tetap cocok diletakkan di dalam rumah.
Contohnya:
- lidah mertua (snake plant),
- ZZ plant,
- lidah buaya (aloe vera),
- rubber plant.
Selain mudah dirawat, tanaman tersebut tidak memerlukan penyiraman terlalu sering sehingga tidak menambah kelembapan secara berlebihan.
9. Kurangi Barang yang Menumpuk
Semakin banyak barang menumpuk, semakin sulit udara mengalir.
Area di belakang lemari besar, bawah tempat tidur, atau sudut ruangan yang dipenuhi kardus sering menjadi tempat berkumpulnya udara lembap.
Cobalah untuk:
- memberi jarak beberapa sentimeter antara lemari dan dinding,
- mengurangi tumpukan barang yang tidak diperlukan,
- merapikan gudang secara berkala.
Sirkulasi udara yang lebih baik membantu dinding dan lantai tetap kering.
10. Pantau Tingkat Kelembapan Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5353342/original/028617700_1758172562-lantai_2.jpg)
Menurut The Spruce, cara terbaik menjaga kelembapan rumah adalah memantau tingkat kelembapan menggunakan hygrometer atau alat pengukur kelembapan udara.
Idealnya, kelembapan dalam rumah berada pada kisaran 30–50 persen. Jika angkanya terus berada di atas kisaran tersebut, berarti perlu dilakukan evaluasi terhadap ventilasi, kebocoran air, atau sumber kelembapan lainnya.
Dengan mengetahui kondisi rumah secara berkala, Anda dapat segera mengambil tindakan sebelum muncul jamur maupun kerusakan pada bangunan.
Mengapa Rumah yang Terlalu Lembap Perlu Segera Diatasi?
Kelembapan yang tinggi bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah, seperti:
- pertumbuhan jamur pada dinding dan plafon;
- bau apek pada ruangan;
- furnitur kayu lebih cepat lapuk;
- pakaian mudah berjamur;
- tungau debu berkembang lebih cepat;
- kualitas udara dalam rumah menurun.
Karena itu, menerapkan cara mengurangi kelembapan rumah tanpa memakai dehumidifier sejak dini merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi rumah tetap sehat dan nyaman.
Tanya Jawab Seputar Rumah Lembap
1. Berapa tingkat kelembapan ideal di dalam rumah?
Menurut The Spruce, kelembapan ideal di dalam rumah berada pada kisaran 30–50 persen agar tetap nyaman dan meminimalkan risiko pertumbuhan jamur.
2. Apakah kipas angin bisa mengurangi kelembapan?
Kipas angin tidak menghilangkan uap air secara langsung, tetapi membantu memperlancar sirkulasi udara sehingga ruangan terasa lebih kering.
3. Mengapa rumah tetap lembap meski cuaca sedang panas?
Penyebabnya bisa berasal dari dalam rumah, seperti ventilasi yang buruk, kebocoran pipa, menjemur pakaian di dalam ruangan, atau aktivitas memasak yang menghasilkan banyak uap air.
4. Apakah garam batu benar-benar dapat menyerap kelembapan?
Ya. Garam batu bersifat higroskopis sehingga mampu menyerap uap air dari udara. Cara ini paling efektif digunakan untuk ruang kecil seperti lemari, gudang, dan rak sepatu.
5. Apakah semua tanaman hias membuat rumah semakin lembap?
Tidak. Tanaman dengan kebutuhan air rendah seperti lidah mertua, ZZ plant, lidah buaya, dan rubber plant umumnya lebih cocok ditempatkan di dalam rumah dibanding menempatkan terlalu banyak tanaman yang memerlukan penyiraman intensif.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582931/original/042767500_1778132669-Inspirasi_Rumah_Type_45_dengan_Dapur_Terbuka_Anti_Asap_dan_Bau_yang_Bikin_Sehat_Penghuninya.jpg)
![Fimelahood Fit & Fun with Lifebuoy kali ini hadirkan keseruan pilates reformer core bersama Strong Pilates. [Foto: Fimela. dok]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/4V1n3xUTTzirFJJf-S_BLpSRY0I=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547872/original/010912700_1775474625-IMG_8173-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311217/original/041764800_1785393105-9786d4da-2d1f-4662-8b41-195a03ad493a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311006/original/085041400_1785385016-04b5d2fd-f0d0-4ec4-9668-96cfc461189d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4122239/original/015778700_1660318686-stephen-andrews-tegxWQgZudE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310939/original/043831900_1785381823-pexels-arina-krasnikova-6654108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554183/original/002763800_1776062404-Gemini_Generated_Image_9p0y3i9p0y3i9p0y.jpeg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311352/original/085118300_1785400140-IMG-20260730-WA0171.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311138/original/017677600_1785389537-IMG_6258.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311161/original/034318600_1785390782-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_12.38.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311110/original/091684600_1785388195-IMG_6242.jpeg)
![Sering merasa kewalahan dengan berbagai urusan yang menumpuk? Life admin day bisa menjadi solusi untuk membuat keseharianmu lebih terorganisir. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/YO64XPYz5ztGCOKrl8Ya0QSjnjc=/260x125/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309040/original/037573200_1785216945-pexels-rdne-7888650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309167/original/085145000_1785220201-Depositphotos_876033008_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309358/original/052181100_1785225631-pexels-shvetsa-4587695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311116/original/060117000_1785388582-SnapInsta.to_759421739_18605412061024180_6117401760192958718_n.jpg)