Sukses

Info

Cara Menyimpan Kentang agar Tidak Cepat Bertunas, 6 Tips agar Awet dan Tetap Segar

Fimela.com, Jakarta - Kentang merupakan bahan makanan yang cukup tahan disimpan, tetapi dapat cepat bertunas apabila diletakkan di tempat yang terlalu hangat, terkena cahaya, atau memiliki sirkulasi udara yang buruk. Kondisi penyimpanan yang tepat dapat membantu memperlambat pertumbuhan tunas sekaligus menjaga kentang tetap segar dan layak diolah.

Selain memperhatikan tempat penyimpanan, kondisi kentang sebelum disimpan juga perlu diperiksa. Berikut beberapa cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas yang dapat diterapkan di rumah, diulas Fimela.com dari berbagai sumber, Rabu (19/8).

1. Pilih Kentang yang Kondisinya Masih Baik

Sebelum disimpan, pilih kentang yang masih keras dan memiliki permukaan kulit yang relatif utuh. Hindari kentang yang sudah lembek, berjamur, mengalami pembusukan, atau memiliki banyak luka dan memar karena kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan.

Jika terdapat kentang yang sudah rusak, sebaiknya pisahkan dari kentang yang masih sehat. Kentang yang kondisinya kurang baik juga sebaiknya digunakan lebih dahulu agar tidak terlalu lama berada di tempat penyimpanan.

Untuk kentang hasil panen sendiri, proses curing dapat dilakukan sebelum penyimpanan jangka panjang. Kentang dapat diletakkan sekitar dua minggu pada suhu 10–16 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 85–90 persen agar luka kecil mengering dan kulitnya menjadi lebih kuat.

2. Simpan di Tempat yang Sejuk dan Gelap

Kentang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan memiliki sirkulasi udara baik. Untuk penyimpanan rumahan, suhu sekitar 7–10 derajat Celsius dapat membantu memperlambat pertumbuhan tunas.

Di rumah, Anda dapat menggunakan pantry atau lemari dapur yang jauh dari kompor, oven, dan sumber panas lainnya. Hindari meletakkan kentang di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena cahaya dapat menyebabkan kentang menghijau dan meningkatkan kadar glikoalkaloid, sedangkan suhu yang lebih hangat dapat mempercepat pertunasan.

Namun, hindari menyimpan kentang pada suhu terlalu rendah jika akan segera dikonsumsi. Suhu di bawah sekitar 4 derajat Celsius dapat mendorong perubahan pati menjadi gula sehingga kentang dapat terasa lebih manis dan lebih mudah mengalami pencokelatan saat dimasak pada suhu tinggi.

3. Gunakan Wadah yang Memiliki Sirkulasi Udara

Hindari menyimpan kentang dalam kantong plastik yang tertutup rapat karena kelembapan dapat terperangkap di dalamnya. Kondisi lembap dapat meningkatkan risiko pembusukan dan membuat kentang lebih cepat kehilangan kualitas.

Sebagai gantinya, gunakan kantong kertas, keranjang, kardus berlubang, atau wadah lain yang memungkinkan udara bersirkulasi. Kentang juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu padat agar udara dapat bergerak di antara setiap umbi.

Wadah penyimpanan juga perlu ditempatkan di area yang terlindung dari cahaya. Dengan begitu, kentang tetap mendapatkan ventilasi yang cukup tanpa terpapar cahaya secara langsung.

4. Jangan Mencuci Kentang Sebelum Disimpan

Kentang yang akan disimpan sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu karena kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko kerusakan. Jika terdapat tanah yang menempel, bersihkan secara perlahan tanpa membuat permukaan kentang menjadi basah.

Apabila kentang terlanjur dicuci, pastikan permukaannya benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan memasukkan kentang yang masih basah ke dalam wadah penyimpanan karena kelembapan yang terperangkap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan pembusukan.

Untuk kentang hasil panen yang akan disimpan lebih lama, proses curing dapat dilakukan dalam kondisi yang sesuai sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan utama. Proses ini membantu mengeringkan luka kecil dan memperkuat kulit kentang sehingga lebih tahan selama penyimpanan.

5. Jauhkan Kentang dari Apel dan Buah Penghasil Etilen

Sebaiknya jangan menyimpan kentang bersama apel dan buah-buahan matang yang menghasilkan gas etilen. Paparan etilen dapat mempercepat pertumbuhan tunas pada kentang sehingga masa simpannya menjadi lebih pendek.

Karena itu, simpan kentang secara terpisah dari tempat penyimpanan buah. Selain apel, beberapa buah seperti pisang, tomat, dan alpukat juga dapat menghasilkan etilen, terutama ketika sudah matang.

Kentang juga sebaiknya tidak disimpan bersama bawang. Keduanya memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda, sehingga lebih baik ditempatkan dalam wadah dan lokasi yang terpisah agar kualitasnya lebih terjaga.

6. Periksa Kentang Secara Berkala

Meskipun sudah disimpan di tempat yang tepat, periksa kentang secara berkala untuk mengetahui apakah ada yang mulai bertunas, melunak, menghijau, atau membusuk. Kentang yang mengalami kerusakan sebaiknya segera dipisahkan agar tidak memengaruhi kentang lainnya.

Jika kentang sudah banyak bertunas, menghijau, terasa pahit, sangat keriput, lunak, atau menunjukkan tanda pembusukan, sebaiknya jangan dikonsumsi. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan peningkatan kadar glikoalkaloid atau kerusakan yang membuat kentang tidak lagi layak dikonsumsi.

Perlu diingat, pertunasan merupakan proses alami sehingga tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Menyimpan kentang di tempat yang sejuk, gelap, kering, memiliki ventilasi baik, serta jauh dari sumber etilen dapat membantu memperlambat pertumbuhan tunas dan menjaga kualitasnya lebih lama.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Kentang agar Tidak Cepat Bertunas

1. Apakah kentang boleh disimpan di kulkas?

Kentang sebaiknya tidak disimpan di kulkas untuk penyimpanan biasa. Suhu yang terlalu rendah dapat meningkatkan perubahan pati menjadi gula sehingga kentang terasa lebih manis dan lebih mudah mengalami pencokelatan ketika dimasak pada suhu tinggi.

2. Apakah kentang yang sudah bertunas masih boleh dimakan?

Sebaiknya periksa kondisinya terlebih dahulu. Kentang yang sudah banyak bertunas, menghijau, terasa pahit, lunak, sangat keriput, atau membusuk sebaiknya dibuang karena dapat memiliki kadar glikoalkaloid yang lebih tinggi.

3. Mengapa kentang tidak boleh terkena cahaya?

Paparan cahaya dapat membuat kentang berubah menjadi hijau dan meningkatkan kadar glikoalkaloid. Karena itu, kentang sebaiknya disimpan di tempat yang gelap atau dalam wadah yang dapat melindunginya dari cahaya.

4. Apakah kentang boleh disimpan dalam kantong plastik?

Sebaiknya hindari kantong plastik yang tertutup rapat karena dapat memerangkap kelembapan. Gunakan wadah atau kantong yang memungkinkan sirkulasi udara agar kentang tidak mudah lembap dan membusuk.

5. Berapa lama kentang dapat disimpan?

Lama penyimpanan bergantung pada kondisi awal kentang, varietas, dan lingkungan penyimpanannya. Kentang yang sehat dan disimpan di tempat sejuk, gelap, kering, serta memiliki ventilasi baik umumnya dapat bertahan lebih lama dibandingkan kentang yang disimpan di tempat hangat atau terkena cahaya.    

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading