Sukses

Info

9 Cara Mengatur Isi Kulkas untuk Keluarga Kecil, Bahan Makanan Jadi Lebih Terorganisir

ringkasan

  • Jaga suhu kulkas di 0-4°C dan freezer di -18°C untuk keamanan makanan.
  • Atur penempatan makanan berdasarkan zona kulkas untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Gunakan wadah kedap udara, transparan, dan bertumpuk untuk efisiensi penyimpanan.

Fimela.com, Jakarta - Kulkas menjadi salah satu tempat penyimpanan makanan yang paling sering digunakan, terutama bagi keluarga kecil yang ingin menjaga bahan makanan tetap segar tanpa memenuhi lemari pendingin. Penataan yang tepat bukan hanya membuat kulkas terlihat rapi, tetapi juga membantu memisahkan bahan mentah dan makanan siap santap serta memudahkan dalam memantau persediaan.

Tidak perlu membeli banyak wadah atau memenuhi setiap rak dengan bahan makanan agar kulkas terasa lebih teratur. Kuncinya adalah mengelompokkan makanan berdasarkan jenis dan frekuensi penggunaan, sekaligus menyisakan ruang agar udara dingin dapat bersirkulasi dengan baik. 

Nah, berikut cara mengatur isi kulkas untuk keluarga kecil yang diulas Fimela.com dari berbagai sumber, Rabu (26/8).

1. Kelompokkan Makanan Berdasarkan Jenisnya

Langkah pertama adalah membagi isi kulkas menjadi beberapa kelompok, misalnya makanan siap santap, produk susu dan telur, bahan mentah, buah, serta sayuran. Cara ini dipilih karena makanan yang memiliki karakteristik dan kebutuhan penyimpanan serupa akan lebih mudah ditemukan jika ditempatkan dalam area yang sama.

Untuk keluarga kecil, pengelompokan seperti ini juga membantu menghindari kebiasaan menumpuk semua bahan di satu rak. Anda dapat menggunakan satu wadah untuk produk sarapan, satu wadah untuk bahan masakan yang akan segera digunakan, dan laci khusus untuk buah atau sayuran.

Selain membuat isi kulkas lebih teratur, pengelompokan memudahkan Anda mengecek bahan yang masih tersedia sebelum berbelanja. Dengan begitu, risiko membeli bahan yang sebenarnya masih ada atau lupa menggunakan makanan yang sudah disimpan dapat dikurangi.

2. Letakkan Makanan Siap Santap di Rak yang Mudah Dijangkau

Makanan yang sudah dimasak, sisa makanan, minuman yang sering dikonsumsi, dan bahan yang siap dimakan sebaiknya ditempatkan pada rak yang mudah terlihat dan dijangkau. Tujuannya agar makanan tersebut tidak terlupakan di bagian belakang kulkas dan dapat segera dikonsumsi sesuai masa simpannya.

Simpan makanan matang dalam wadah tertutup sebelum dimasukkan ke kulkas. Selain membantu menjaga kualitas makanan, wadah tertutup juga mengurangi kemungkinan makanan menyerap aroma dari bahan lain di dalam kulkas. 

Untuk keluarga kecil, Anda juga tidak perlu menyimpan terlalu banyak makanan matang sekaligus. Pedoman penyimpanan makanan menyebutkan bahwa banyak jenis makanan matang dan sisa makanan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu sekitar 3–4 hari di dalam kulkas, sehingga jumlah masakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. 

3. Tempatkan Daging dan Bahan Mentah dalam Wadah Tertutup

Daging, ayam, ikan, dan bahan mentah lainnya sebaiknya ditempatkan dalam wadah tertutup atau dibungkus rapat. Cara ini penting untuk mencegah cairan dari bahan mentah menetes dan mencemari makanan lain yang berada di dalam kulkas. 

Anda dapat menempatkan bahan mentah pada bagian bawah atau area khusus yang terpisah dari makanan siap santap. Penataan tersebut dipilih bukan semata-mata karena bagian bawah kulkas selalu paling dingin, sebab distribusi suhu setiap model kulkas dapat berbeda, tetapi terutama untuk mengurangi risiko cairan bahan mentah mengenai makanan lain.

Jika daging tidak akan segera dimasak, pertimbangkan untuk membaginya menjadi beberapa porsi sebelum disimpan. Untuk keluarga kecil, cara ini lebih praktis karena Anda hanya perlu mengambil satu porsi sesuai kebutuhan tanpa berulang kali membuka dan mencairkan seluruh persediaan.

4. Manfaatkan Laci Khusus untuk Buah dan Sayuran

Gunakan laci crisper untuk menyimpan sayuran dan buah yang memang perlu didinginkan. Kompartemen ini dirancang untuk membantu menciptakan kondisi penyimpanan yang lebih sesuai bagi produk segar, sementara kebutuhan kelembapan buah dan sayuran dapat berbeda. 

Agar lebih mudah digunakan, Anda dapat memisahkan buah dan sayuran berdasarkan laci jika kulkas memiliki lebih dari satu kompartemen. Sebaiknya jangan memasukkan semua jenis hasil kebun secara sembarangan karena beberapa buah menghasilkan etilen yang dapat mempercepat perubahan kualitas pada produk yang sensitif terhadap gas tersebut. 

Namun, tidak semua buah dan sayuran harus masuk kulkas. Pisang, kentang, ubi jalar, dan bawang bombai kering, misalnya, termasuk bahan yang umumnya lebih sesuai disimpan di tempat kering pada suhu ruang yang sejuk, sehingga tidak perlu memenuhi ruang kulkas keluarga kecil. 

5. Simpan Telur dan Produk Susu di Area yang Stabil

Telur, susu, yoghurt, keju, dan produk olahan susu dapat dikelompokkan dalam satu area agar mudah ditemukan. Namun, untuk telur, sebaiknya tetap disimpan dalam kartonnya dan ditempatkan di dalam bagian utama kulkas, bukan di rak pintu. 

Pintu kulkas memang praktis untuk menyimpan botol dan kemasan yang sering digunakan, tetapi suhunya dapat lebih berfluktuasi dibandingkan area bagian dalam. Karena itu, area pintu lebih cocok untuk produk yang sesuai dengan petunjuk penyimpanannya dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suhu.

Untuk keluarga kecil, cara ini juga membuat stok produk susu lebih mudah dipantau. Anda dapat menempatkan produk dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat di bagian depan sehingga lebih dahulu digunakan.

6. Gunakan Rak Pintu untuk Bahan yang Sering Diambil

Rak pintu dapat dimanfaatkan untuk minuman, saus, selai, bumbu, atau produk lain yang sesuai dengan petunjuk penyimpanan pada kemasannya. Penempatan ini dipilih karena rak pintu mudah dijangkau sehingga cocok untuk bahan yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Hindari menjadikan rak pintu sebagai tempat utama untuk semua bahan makanan. Produk yang membutuhkan suhu penyimpanan lebih stabil sebaiknya ditempatkan di bagian dalam kulkas sesuai petunjuk pada kemasannya.

Agar tidak cepat berantakan, kelompokkan isi setiap rak pintu berdasarkan fungsi. Misalnya, satu bagian untuk saus dan bumbu, bagian lain untuk minuman, sedangkan produk berukuran kecil dapat ditempatkan dalam wadah agar tidak mudah bergeser saat pintu dibuka.

7. Beri Label dan Tanggal pada Makanan yang Sudah Dibuka

Makanan yang sudah dimasak atau kemasannya telah dibuka sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan. Langkah ini dipilih karena keluarga kecil cenderung memiliki jumlah makanan yang lebih sedikit, sehingga bahan yang tersimpan di belakang kulkas lebih mudah terlupakan.

Gunakan label sederhana seperti “26 Agustus” atau “masak 26/8” pada wadah makanan. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui makanan mana yang perlu diprioritaskan tanpa harus mengandalkan ingatan.

Sistem ini juga membantu menerapkan prinsip first in, first out, yaitu menggunakan makanan yang disimpan lebih dahulu sebelum makanan yang baru dimasukkan. Tetap perhatikan jenis makanan dan pedoman masa simpannya karena tidak semua bahan memiliki batas penyimpanan yang sama. 

8. Jangan Mengisi Kulkas Sampai Terlalu Penuh

Keluarga kecil memang tidak membutuhkan kulkas yang penuh sesak. Sisakan ruang di antara wadah dan kemasan agar udara dingin dapat bergerak dengan baik di dalam kulkas. 

Penataan yang terlalu padat juga membuat bahan makanan sulit terlihat. Akibatnya, Anda mungkin harus mengeluarkan banyak wadah hanya untuk menemukan satu bahan yang berada di bagian belakang.

Idealnya, lakukan pemeriksaan singkat sebelum belanja mingguan. Keluarkan bahan yang sudah tidak layak, pindahkan makanan yang akan segera dikonsumsi ke bagian depan, dan rapikan kembali setiap kelompok makanan agar ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien.

9. Atur Suhu Kulkas dan Periksa Kondisinya Secara Berkala

Penataan yang rapi perlu diikuti dengan suhu penyimpanan yang tepat agar makanan tetap aman selama berada di dalam kulkas. Suhu kulkas sebaiknya dipertahankan pada 4°C atau lebih rendah, sedangkan freezer pada -18°C atau lebih rendah.

Jangan hanya mengandalkan angka pada pengaturan kulkas karena angka tersebut tidak selalu menunjukkan suhu aktual di dalam kompartemen. Gunakan termometer khusus kulkas dan freezer untuk memantau suhu secara berkala agar penyimpanan makanan tetap berada pada kisaran yang dianjurkan.

Dengan mengelompokkan makanan, menggunakan wadah tertutup, memberi label tanggal, serta menjaga suhu kulkas tetap sesuai anjuran, isi kulkas keluarga kecil akan lebih mudah dikelola. Penataan seperti ini membuat bahan makanan lebih mudah ditemukan sekaligus membantu menjaga kualitas dan keamanan makanan selama penyimpanan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatur Isi Kulkas untuk Keluarga Kecil

1. Bagaimana cara mengatur isi kulkas untuk keluarga kecil?

Kelompokkan makanan berdasarkan jenisnya, seperti makanan siap santap, bahan mentah, produk susu, buah, dan sayuran. Letakkan bahan yang sering digunakan di area yang mudah dijangkau, sementara bahan mentah sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan terpisah dari makanan siap santap.

2. Berapa suhu yang tepat untuk kulkas dan freezer?

Suhu kulkas sebaiknya dipertahankan pada 4°C atau lebih rendah, sedangkan freezer pada -18°C atau lebih rendah. Gunakan termometer khusus kulkas dan freezer untuk mengetahui suhu aktual karena angka pada pengaturan perangkat belum tentu menunjukkan suhu di dalam kompartemen.

3. Berapa lama makanan matang dapat disimpan di dalam kulkas?

Sebagian besar makanan matang dan sisa makanan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 3–4 hari jika disimpan di dalam kulkas dengan suhu yang tepat. Beri label tanggal pada wadah makanan agar lebih mudah mengetahui makanan yang perlu dikonsumsi terlebih dahulu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading