Sukses

Info

7 Cara Menata Dapur agar Tidak Terlihat Seperti Gudang

Fimela.com, Jakarta - Bunda mungkin pernah mengalami kondisi ketika tempat penyimpanan perabot dapur semakin terbatas. Ujung-ujungnya, alat masak, wadah, bahan makanan, dan perlengkapan rumah tangga lainnya malah diletakkan di atas meja atau ditumpuk di satu sudut.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, area memasak menjadi penuh dan barang yang akan digunakan justru sulit ditemukan. Dapur pun bisa terasa semakin sesak dan terlihat berantakan.

Untuk menghindari ini, menata ulang posisi barang bisa membantu membuat dapur lebih rapi dan nyaman. Lantas, bagaimana cara menata dapur agar efisien? Yuk intip caranya versi Fimela.com yang mungki cocok Bunda terapkan, Kamis (1/10).

1. Kelompokkan Barang Sesuai Kegunaan

Cara menata dapur bisa dimulai dengan mengelompokkan barang berdasarkan kegunaannya. Pisahkan peralatan memasak, alat makan, bahan makanan, serta perlengkapan yang jarang digunakan. Cara ini membantu setiap barang memiliki tempat sehingga Bunda tidak perlu menaruhnya di sembarang area.

Peralatan yang sering dipakai sebaiknya ditempatkan di bagian yang mudah dijangkau. Sementara itu, barang yang hanya digunakan sesekali bisa disimpan di lemari atau bagian atas rak. Pembagian ini membuat permukaan meja tidak dipenuhi barang.

Sebelum menyimpan kembali, keluarkan barang yang sudah tidak digunakan. Langkah tersebut membuat ruang penyimpanan bisa dimanfaatkan untuk benda yang memang masih diperlukan.

2. Manfaatkan Dinding untuk Penyimpanan

Dinding dapur bisa digunakan untuk menempatkan beberapa perlengkapan yang sering digunakan. Rak tempel atau pengait dapat menjadi pilihan untuk peralatan yang sebelumnya memenuhi meja.

Bunda bisa menempatkan alat yang digunakan setiap hari pada bagian yang mudah diambil. Sementara itu, barang yang jarang digunakan tidak perlu berada di area tersebut.

Cara ini juga membantu membagi barang secara vertikal. Dengan begitu, bagian meja tetap bisa digunakan untuk menyiapkan makanan tanpa terganggu tumpukan peralatan.

3. Sisakan Permukaan Meja

Meja dapur sebaiknya memiliki ruang kosong untuk memotong bahan, meletakkan makanan, atau melakukan pekerjaan lain. Karena itu, hindari menjadikan meja sebagai tempat penyimpanan tetap.

Peralatan seperti blender, wadah, dan botol yang tidak digunakan setiap hari bisa dikembalikan ke tempat penyimpanan setelah selesai dipakai. Kebiasaan kecil ini membuat perubahan pada dapur terasa dari waktu ke waktu.

Bunda tidak harus mengosongkan seluruh meja. Sisakan bagian yang memang diperlukan untuk bekerja agar dapur tetap mudah digunakan.

4. Gunakan Wadah Secukupnya

Wadah bisa membantu menyimpan bahan makanan agar tidak tersebar di banyak tempat. Namun, jumlah wadah juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan supaya tidak menambah barang yang harus disimpan.

Bahan makanan yang kemasannya sudah terbuka bisa dipindahkan ke wadah dan diberi penanda. Cara tersebut membantu Bunda mengetahui isi penyimpanan tanpa harus membuka banyak kemasan.

Hindari membeli wadah hanya karena bentuknya menarik. Pilih berdasarkan jumlah bahan yang biasa disimpan sehingga ruang tidak kembali penuh.

5. Atur Barang Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Barang yang digunakan setiap hari sebaiknya berada di tempat yang mudah dijangkau. Peralatan yang hanya dipakai pada waktu tertentu bisa ditempatkan di bagian penyimpanan lain.

Pembagian tersebut membuat Bunda tidak perlu memindahkan banyak barang saat mengambil satu benda. Barang yang sering dicari juga lebih mudah dikembalikan ke tempat semula.

Jika satu tempat mulai penuh, periksa kembali isinya. Bisa jadi ada barang yang lebih tepat dipindahkan ke area lain agar penyimpanan tetap sesuai kebutuhan.

6. Manfaatkan Bagian Dalam Lemari

Bagian dalam pintu lemari juga bisa digunakan untuk menyimpan benda tertentu. Pengait atau tempat penyimpanan kecil dapat membantu menampung perlengkapan yang sebelumnya diletakkan di luar.

Bunda bisa menggunakannya untuk menyimpan barang berukuran kecil yang sering tercecer. Dengan begitu, bagian meja dan rak utama tidak perlu menampung semuanya.

Namun, jangan mengisi setiap ruang yang masih kosong. Sisakan tempat agar barang tetap mudah diambil dan dikembalikan setelah digunakan.

7. Kembalikan Barang Setelah Dipakai

Penataan dapur tidak berhenti setelah semua barang memiliki tempat. Kebiasaan mengembalikan barang setelah digunakan menjadi bagian penting agar susunan tetap terjaga.

Setelah memasak, peralatan yang sudah selesai digunakan bisa dicuci lalu dikembalikan ke tempatnya. Bahan makanan juga bisa langsung disimpan sehingga tidak menumpuk di meja.

Sahabat Fimela, cara menata dapur seperti ini tidak membutuhkan perubahan besar. Dengan membagi barang, menggunakan ruang yang tersedia, dan mengurangi benda yang menumpuk, dapur bisa tetap menjadi tempat memasak tanpa berubah fungsi menjadi gudang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menata Dapur agar Tidak Terlihat Seperti Gudang

Bagaimana cara membuat dapur terlihat rapi?

Kelompokkan barang berdasarkan kegunaan dan simpan sesuai frekuensi pemakaian.

Apa yang membuat dapur terlihat seperti gudang?

Barang yang menumpuk di meja, rak, dan sudut ruang bisa membuat dapur terlihat seperti tempat penyimpanan.

Bagaimana cara menata dapur kecil?

Manfaatkan dinding, bagian dalam lemari, dan ruang penyimpanan tanpa memenuhi permukaan meja.

Apa yang harus disimpan di dapur?

Simpan peralatan dan bahan yang memang digunakan untuk kegiatan memasak serta kebutuhan dapur.

Bagaimana agar dapur tetap rapi setiap hari?

Biasakan mengembalikan peralatan ke tempatnya setelah digunakan dan segera menyimpan bahan makanan.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading