Sukses

Info

7 Desain Rumah Kecil Agar Tidak Terasa Penuh Furnitur

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, punya rumah kecil bukan berarti kamu harus mengurangi banyak barang sampai rumah terasa kosong. Tantangannya justru bagaimana memilih furnitur dan menata ruang supaya kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa membuat area terasa sesak.

Rumah dengan luas terbatas memang membuat setiap sudut perlu digunakan dengan pertimbangan. Sofa, meja, lemari, tempat tidur, sampai rak penyimpanan bisa memakan ruang kalau penempatannya tidak disesuaikan dengan ukuran ruangan.

Kabar baiknya, kamu tetap bisa membuat rumah kecil terasa lega dengan pilihan desain yang tepat. Mulai dari furnitur multifungsi sampai cara memanfaatkan area vertikal, beberapa ide versi Fimela.com berikut bisa kamu pertimbangkan tanpa harus melakukan perubahan besar, Sabtu (3/10).

1. Gunakan Furnitur Multifungsi

Sahabat Fimela, furnitur multifungsi bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin memenuhi beberapa kebutuhan dengan satu barang. Misalnya, meja makan yang bisa digunakan sebagai meja kerja atau tempat tidur yang memiliki ruang penyimpanan di bagian bawah.

Cara ini membantu mengurangi jumlah furnitur yang harus masuk ke dalam ruangan. Kamu tetap punya tempat untuk beraktivitas tanpa harus menyediakan satu barang untuk setiap kebutuhan.

Pilih furnitur berdasarkan aktivitas yang memang kamu lakukan setiap hari. Dengan begitu, ruang tidak dipenuhi barang yang jarang digunakan dan setiap furnitur punya fungsi yang jelas.

2. Manfaatkan Area Vertikal

Kalau luas lantai terbatas, coba lihat bagian dinding yang masih kosong. Area vertikal bisa digunakan untuk menempatkan rak buku, rak dekorasi, kabinet, atau tempat penyimpanan barang sehari-hari.

Penataan seperti ini membuat barang tidak semuanya berada di lantai. Ruang gerak pun bisa tetap tersedia sehingga kamu lebih leluasa beraktivitas di dalam rumah.

Kamu juga bisa memilih rak dengan ukuran yang menyesuaikan dinding. Hindari memenuhi seluruh permukaan dinding jika tidak diperlukan karena penyimpanan tetap perlu disesuaikan dengan jumlah barang yang kamu punya.

3. Pilih Furnitur dengan Bentuk Sederhana

Furnitur dengan bentuk yang sederhana bisa membantu ruang kecil terasa lebih teratur. Kamu bisa memilih meja, kursi, sofa, atau lemari yang ukurannya sesuai dengan luas ruangan.

Sebelum membeli furnitur, ukur terlebih dahulu area yang tersedia. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu kamu mengetahui apakah barang tersebut benar-benar muat dan masih menyisakan ruang untuk bergerak.

Sahabat Fimela, jangan hanya mempertimbangkan tampilan saat memilih furnitur. Perhatikan juga ukuran, fungsi, dan posisi penempatannya agar barang yang masuk ke rumah memang sesuai dengan kebutuhan.

4. Gunakan Rak Terbuka Secukupnya

Rak terbuka bisa menjadi pilihan untuk menyimpan buku, tanaman, perlengkapan rumah, atau barang yang sering digunakan. Model ini juga membuat kamu lebih mudah mengambil barang tanpa harus membuka pintu kabinet.

Namun, terlalu banyak barang di rak bisa membuat ruangan terlihat penuh. Karena itu, gunakan rak sesuai kebutuhan dan hindari menjadikannya tempat menumpuk semua barang.

Kamu bisa menyisakan beberapa bagian rak tanpa barang. Ruang kosong tersebut membantu susunan barang terlihat lebih ringan dan membuat rak tidak menjadi sumber tumpukan baru di dalam rumah.

5. Buat Area dengan Fungsi Ganda

Rumah kecil tidak selalu membutuhkan ruangan berbeda untuk setiap kegiatan. Satu area bisa digunakan untuk beberapa aktivitas selama penataannya memungkinkan.

Misalnya, sudut ruang keluarga dapat digunakan sebagai tempat bekerja dengan menambahkan meja berukuran kecil. Area dekat jendela juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat membaca tanpa membutuhkan ruangan khusus.

Sahabat Fimela, kuncinya adalah menentukan batas fungsi setiap area. Gunakan furnitur yang mudah dipindahkan atau disimpan ketika tidak digunakan agar ruangan tetap bisa dipakai untuk kegiatan lain.

6. Pilih Furnitur Sesuai Ukuran Ruangan

Sahabat Fimela, ukuran furnitur perlu disesuaikan dengan luas ruangan agar rumah kecil tidak terasa penuh. Sofa yang terlalu panjang atau meja yang terlalu lebar bisa membuat area berjalan menjadi terbatas meski jumlah barang di dalam ruangan tidak banyak.

Sebelum membeli furnitur, ukur panjang dan lebar area yang akan digunakan. Kamu juga bisa memberi tanda pada lantai untuk memperkirakan posisi furnitur sehingga lebih mudah melihat apakah ruang yang tersisa masih cukup untuk beraktivitas.

Jangan lupa pertimbangkan pintu, jendela, dan jalur menuju ruangan lain. Furnitur yang ukurannya sesuai akan membuat setiap bagian rumah tetap bisa digunakan tanpa harus menyingkirkan barang setiap kali ingin bergerak.

7. Sisakan Ruang untuk Bergerak

Salah satu hal yang sering terlupakan ketika menata rumah kecil adalah ruang untuk berjalan. Keinginan memasukkan banyak furnitur bisa membuat jalur pergerakan menjadi sempit.

Sebelum menambah barang, coba perhatikan jalur dari pintu menuju ruang lain, area menuju tempat tidur, atau akses menuju dapur. Jangan sampai furnitur menghalangi bagian yang sering dilewati.

Kamu tidak perlu mengisi setiap sudut rumah. Justru dengan menyisakan ruang kosong di beberapa bagian, rumah bisa terasa lebih lega dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah Kecil Agar Tidak Terasa Penuh Furnitur

Bagaimana agar rumah kecil tidak terasa penuh?

Pilih furnitur sesuai ukuran ruang, gunakan barang multifungsi, manfaatkan dinding sebagai tempat penyimpanan, dan sisakan area untuk bergerak.

Furnitur apa yang cocok untuk rumah kecil?

Furnitur multifungsi, berukuran sesuai ruangan, dan mudah dipindahkan bisa menjadi pilihan karena bisa digunakan untuk beberapa kebutuhan tanpa memenuhi banyak area.

Apakah rak terbuka cocok untuk rumah kecil?

Rak terbuka bisa digunakan selama jumlah barang yang diletakkan di dalamnya tetap terkontrol. Terlalu banyak barang justru bisa membuat ruangan terlihat penuh.

Bagaimana cara menata ruang kecil agar terasa lega?

Kamu bisa mengurangi furnitur yang tidak diperlukan, memanfaatkan area vertikal, memilih barang sesuai ukuran ruang, dan menjaga jalur berjalan tetap terbuka.

Apakah rumah kecil harus menggunakan furnitur minimalis?

Tidak harus. Yang penting adalah menyesuaikan ukuran, jumlah, dan fungsi furnitur dengan luas ruangan agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa menghalangi ruang gerak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading