Sukses

Info

8 Desain Rumah Kecil di Lahan Sempit dengan Dapur Belakang, Cocok Buat yang Baru Menikah

Fimela.com, Jakarta - Desain rumah kecil di lahan sempit bisa menjadi pilihan buat kamu yang baru menikah dan ingin punya tempat tinggal sendiri. Meski gayanya minimalis, keberadaan desainnya bisa sangat mungkin berisi fasilitas mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur di area belakang.

Sahabat Fimela, dapur belakang bisa menjadi pilihan untuk mengatur kegiatan memasak tanpa mengambil banyak ruang di bagian depan rumah. Penempatannya juga bisa disesuaikan dengan posisi kamar mandi, area cuci, dan halaman belakang agar kegiatan rumah tangga berjalan lebih praktis.

Kamu tidak harus punya lahan luas untuk mewujudkan rumah yang nyaman ditempati berdua. Ada beberapa desain yang bisa diterapkan dengan menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Yuk, simak 8 inspirasinya berikut ini, dihadirkan Fimela, Kamis (29/10).

1. Rumah Satu Lantai dengan Dapur di Ujung Belakang

Desain ini cocok buat pasangan yang ingin membangun rumah dengan pembagian ruang yang sederhana. Bagian depan bisa digunakan untuk ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, lalu kamar tidur ditempatkan di bagian tengah dan dapur berada di ujung belakang.

Penempatan dapur di belakang membuat kegiatan memasak terpisah dari area menerima tamu. Kamu juga bisa menambahkan pintu menuju halaman belakang agar sirkulasi udara tetap berjalan dan kegiatan memasak tidak membuat seluruh ruangan terasa pengap.

Supaya lahan tidak banyak terpakai untuk sekat, gunakan pembagian ruang sesuai kebutuhan. Pastikan dapur memiliki akses air, saluran pembuangan, dan ventilasi yang memadai sebelum menentukan posisi peralatan memasak.

2. Rumah Minimalis dengan Dapur dan Ruang Makan Menyatu

Kalau luas tanah terbatas, menggabungkan dapur dan ruang makan bisa membantu menghemat ruang. Kamu bisa menempatkan meja makan kecil di dekat dapur belakang sehingga kegiatan menyiapkan makanan dan menyantapnya berlangsung dalam satu area.

Bagian depan rumah dapat digunakan untuk ruang keluarga sekaligus ruang menerima tamu. Dengan susunan ini, kamu tidak perlu menyediakan ruang makan terpisah yang justru mengurangi area untuk kamar tidur atau tempat penyimpanan.

Pilih meja makan yang ukurannya sesuai dengan jumlah penghuni rumah. Kamu juga bisa menggunakan rak dinding untuk menyimpan peralatan dapur agar permukaan meja tetap bisa digunakan saat menyiapkan makanan.

3. Rumah dengan Dapur Belakang Terbuka

Dapur terbuka bisa menjadi pilihan buat pasangan yang ingin memanfaatkan area belakang sebagai tempat memasak sekaligus mencuci peralatan. Area ini dapat dirancang dengan atap sebagian agar tetap terlindungi dari hujan, tetapi masih memiliki sisi terbuka untuk pertukaran udara.

Kamu bisa menempatkan dapur setelah ruang keluarga atau ruang makan. Jika tersedia sisa lahan, area tersebut juga bisa digunakan untuk menjemur pakaian atau menaruh tanaman dalam pot tanpa mengganggu jalur keluar masuk.

Perhatikan posisi saluran air dan kemiringan lantai agar air tidak menggenang. Gunakan material lantai yang tidak licin ketika basah, serta pastikan area memasak tetap terlindungi dari tampias hujan.

4. Rumah Memanjang dengan Dapur di Bagian Paling Belakang

Lahan berbentuk memanjang bisa dimanfaatkan dengan menyusun ruangan secara berurutan dari depan ke belakang. Misalnya, ruang tamu berada di bagian depan, disusul kamar tidur, kamar mandi, lalu dapur di ujung rumah.

Susunan ini membantu kamu membagi fungsi ruang tanpa perlu membuat banyak lorong. Namun, posisi setiap ruangan perlu diperhitungkan supaya penghuni tetap bisa bergerak dengan leluasa dan akses ke dapur tidak terhalang furnitur.

Agar bagian tengah rumah tidak kekurangan cahaya, pertimbangkan penggunaan jendela atau bukaan udara pada sisi yang memungkinkan. Jika rumah berdempetan dengan bangunan tetangga, kamu bisa merencanakan area terbuka di belakang atau bukaan atap sesuai kondisi bangunan.

5. Rumah Kecil dengan Dapur Berbentuk L

Dapur berbentuk L memanfaatkan dua sisi dinding untuk menempatkan meja kerja, tempat cuci piring, dan kompor. Susunan ini bisa diterapkan di sudut belakang rumah sehingga bagian tengah ruangan tetap memiliki ruang untuk bergerak.

Kamu bisa menyesuaikan panjang meja dapur dengan luas area yang tersedia. Tempat penyimpanan juga dapat dibuat di bawah meja agar peralatan memasak tidak memenuhi permukaan kerja.

Sebelum menentukan bentuk dapur, perhatikan jarak antara kompor, tempat cuci piring, dan lemari penyimpanan. Susunan yang sesuai akan membantu kegiatan memasak berjalan lebih praktis tanpa mengorbankan ruang gerak.

6. Rumah dengan Dapur Belakang dan Area Cuci Terpadu

Untuk pasangan yang ingin menghemat tempat, dapur belakang bisa digabung dengan area mencuci pakaian. Kedua kegiatan ini dapat ditempatkan dalam satu zona selama posisi peralatan, saluran air, dan jalur pergerakannya direncanakan dengan baik.

Mesin cuci bisa ditempatkan di sisi yang tidak menghalangi akses menuju kompor atau tempat cuci piring. Kamu juga bisa menambahkan rak untuk deterjen dan perlengkapan kebersihan agar barang-barang tersebut tidak bercampur dengan bahan makanan.

Pastikan area mencuci memiliki ventilasi dan saluran pembuangan yang sesuai. Jika memungkinkan, berikan pembatas atau jarak antara peralatan memasak dan tempat mencuci supaya kegiatan rumah tangga tidak saling mengganggu.

7. Rumah dengan Dapur Belakang dan Taman Kecil

Sisa lahan di belakang rumah bisa dimanfaatkan untuk dapur dan taman kecil. Kamu dapat menempatkan meja dapur di dekat dinding, lalu menyisakan sedikit ruang terbuka untuk tanaman dalam pot atau area duduk.

Desain ini bisa membantu pasangan yang ingin memiliki akses ke ruang terbuka meski tinggal di lahan terbatas. Pintu atau jendela yang menghadap taman juga bisa menjadi jalur masuk cahaya dan udara, selama posisi bukaan memungkinkan.

Agar taman tidak mengganggu kegiatan memasak, pilih tanaman yang tidak membutuhkan banyak ruang dan atur pot di sisi yang tidak dilalui penghuni. Pastikan pula area terbuka memiliki saluran air yang baik agar tidak menimbulkan genangan.

8. Rumah Tumbuh dengan Dapur Belakang

Rumah tumbuh cocok buat pasangan yang ingin membangun tempat tinggal sesuai anggaran saat ini, lalu menambah ruang ketika kebutuhan keluarga berubah. Pada tahap awal, kamu bisa memprioritaskan kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur di bagian belakang.

Rencana pengembangan perlu dibuat sejak awal agar penambahan ruangan tidak mengganggu fungsi rumah yang sudah digunakan. Posisi struktur bangunan, jalur instalasi air, serta kemungkinan penambahan lantai sebaiknya diperhitungkan bersama tenaga profesional.

Dengan perencanaan tersebut, kamu bisa menyesuaikan pembangunan berdasarkan kemampuan finansial. Namun, jangan menganggap semua rumah kecil bisa langsung ditambah lantai atau ruangan tanpa pemeriksaan struktur dan ketentuan bangunan setempat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah Kecil di Lahan Sempit dengan Dapur Belakang

1. Berapa ukuran lahan yang cocok untuk rumah kecil dengan dapur belakang?

Ukuran lahan bergantung pada jumlah ruang, bentuk tanah, dan kebutuhan penghuni. Lahan terbatas tetap bisa dimanfaatkan dengan menyusun ruang secara efisien.

2. Bagaimana cara membuat dapur belakang di lahan sempit?

Manfaatkan sudut atau ujung rumah, gunakan meja dapur sesuai ukuran area, dan pastikan tersedia ventilasi serta saluran pembuangan.

3. Apakah dapur belakang harus berada di ruang terbuka?

Tidak. Dapur belakang bisa berada di dalam bangunan, asalkan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai.

4. Bagaimana cara menghemat ruang di rumah kecil untuk pasangan baru menikah?

Gabungkan ruang yang memiliki fungsi berkaitan, gunakan furnitur sesuai kebutuhan, dan hindari sekat yang tidak diperlukan.

5. Apa yang perlu diperhatikan saat membangun rumah di lahan sempit?

Perhatikan pembagian ruang, pencahayaan, ventilasi, saluran air, kebutuhan penghuni, serta aturan bangunan yang berlaku di lokasi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading