Sukses

Lifestyle

Mengenal lebih dekat sosok Kartini sebagai pejuang emansipasi perempuan

Fimela.com, Jakarta Pahlawan tidak selalu memakai seragam dan memegang senjata, begitulah yang ingin ditampilkan sosok Kartini. Perempuan yang lahir pada tanggal 21 April 1879 ini memiliki keinginan yang besar untuk menyamakan hak antara perempuan dan pria. Seperti yang kita ketahui, perempuan pada masa Kartini masih dianggap tabu untuk berada di luar rumah bahkan untuk sekadar mendapatkan pendidikan.

Lewat tulisannya Kartini muda menyampaikan buah pikirannya, bahkan kumpulan surat Kartini dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Pemikiran Kartini yang mengungkapkan tentang persamaan ini bukan berarti kita sebagai perempuan melupakan kodrat dan mengambil alih apa yang menjadi tugas pria. Tapi bukan berarti menganggap tugas domestik adalah melulu urusan perempuan dan mencari uang adalah urusan pria. Bukan seperti itu.

Memahami emansipasi sebagai kebebasan akan membuat kita lebih bijak. Emansipasi tidak hanya menyoal tentang tuntutan kita untuk dipandang sama dengan pria dalam berbagai aspek kehidupan. Ada yang lebih penting dari itu. Emansipasi adalah membebaskan, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Salah satu daripada cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa, haruslah juga segan menyakiti makhluk lain, sedikit pun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapat-dapat yang kita usahakan, supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu "terima kasih" namanya. - R. A. Kartini

Sangat penting untuk tidak menyakiti orang lain, apalagi sesama perempuan. Well, yang perlu diteladani dari sikap Kartini adalah berani untuk menyuarakan pendapat. Berani untuk memperjuangkan kaumnya. Dan yang lebih penting, meninggikan diri tidak harus merendahkan orang lain.

Jadikan Kartini sebagai teladan. Dan yang perlu kita teladani, kemerdekaan satu perempuan adalah kemerdekaan perempuan lainnya. Jadi berhenti saling merendahkan. Selamat hari ini.

Loading