Sukses

Lifestyle

Cara Tepat Gunakan Minyak Zaitun untuk Memasak

Fimela.com, Jakarta Memasak di rumah menjadi tren di tengah masyarakat saat ini. Kebiasaan memasak kini menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan lebih sehat. Tentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan makanan yang diolah. Termasuk memilih penggunaan minyak yang tepat dan sehat.

Minyak zaitun merupakan salah satu minyak sehat yang kerap digunakan dalam diet. Kandungan antioksidan dan lemak tak jenuh tunggalnya sangat baik bagi kesehatan. Namun persepsi di masyarakat bahwa minyak zaitun tidak boleh digunakan untuk memasak karena bisa merusak struktur baik dalam minyak.

Nutrisionis Emilia Achmadi menuturkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun ada perspesi yang perlu diperbaiki soal penggunaan minyak zaitun untuk memasak.

"Minyak zaitun sering dibilang tidak bisa dipakai untuk memasak. Karena dibilang kalau kena panas bisa mengubah struktur. Hal ini tidak akurat. Masing-masing lemak memiliki titik asap. Titik di mana ketika dipanaskan akan rusak. Tandanya dengan mengeluarkan asap," jelas Emilia Achmadi.

Minyak zaitun sendiri memiliki beragam jenisnya. Di Bertolli, terdapat tiga jenis minyak zaitun berdasarkan proses ekstraksi buah zaitunnya. Ketika ekstraksi pertama akan menghasilkan Extra Virgin Olive Oil yang memiliki batas titik asap 180 derajat celsius. Sedangkan Classico memiliki titik asap 200 derajat celsius dan Extra Light yang memiliki titik asap 220 derajat celsius.

 

2 dari 2 halaman

Penggunaan minyak zaitun untuk memasak

Ketika sudah melewati titik asap tertentu, memang akan merusak struktur minyak itu sendiri. Selama tidak melewati titik asap, minyak zaitun aman digunakan untuk memasak paling banyak 2-3 kali penggorengan.

Proses perusakan struktur minyak zaitun dianalogikan sebagai untaian kalung. Ketika terkena panas, untaian kalung ini akan terputus sehingga membuat lemak memiliki sifat karsinogen yang mencetuskan kanker.

Untuk terhindar dari bahaya tersebut, bisa dilakukan pemantauan suhu menggunakan termometer. Ketika termometer menunjukkan kenaikan suhu, yang perlu dilakukan adalah mengecilkan api untuk menjaga kualitas minyak. Kebanyakan chef handal menggunakan termometer untuk menjaga kualitas makanan yang ia sajikan.

Selain lebih sehat, penggunaan minyak zaitun dalam memasak akan memberikan aroma dan rasa tambahan. Bahkan untuk memasak masakan Indonesia sekalipun yang terkenal dengan banyak bumbu dan rempah.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jangan Takut, Lemak Baik untuk Tubuh Jika Tepat Mengonsumsinya
Artikel Selanjutnya
Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut, Sudah Pernah Dengar?