Sukses

Lifestyle

Agar Badai Mereda, Hindari 4 Sikap Ini setelah Bertengkar dengan Pasangan

Fimela.com, Jakarta Pertengkaran dalam hubungan kadang tak bisa dihindari. Bila hal ini terjadi, kita perlu sama-sama bersikap dewasa dalam menghadapinya. Setidaknya ketika bertengkar bisa segera berbaikan kembali. Jangan sampai kita malah memperburuk keadaan karena salah bersikap setelah pertengkaran reda.

Ada beberapa sikap yang sebaiknya dihindari setelah bertengkar dengan pasangan. Dengan menghindari sikap ini, diharapkan masalah yang ada bisa segera terselesaikan dengan baik dan hubungan bisa lebih harmonis ke depannya.

1. Ngambek dan Saling Diam

Benar bahwa kita akan membutuhkan ruang untuk sendiri setelah bertengkar. Tapi jangan sampai berlebihan saat ngambek dan saling diam terlalu lama. "Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pasangan setelah bertengkar adalah saling diam," papar Rachel A. Sussman, seorang psikoterapis berlisensi dan pakar asmara di New York City seperti yang dikutip dari womansday.com. Kalau memang kita butuh waktu untuk menyendiri selama beberapa waktu, sebaiknya jujur saja. Misalnya, kita butuh waktu satu hari untuk menenangkan diri, maka katakan pada pasangan mengenai kebutuhan tersebut.

2. Membuat Pembelaan atas Pertengkaran yang Terjadi

Mungkin kita bertengkar karena kondisi tubuh sedang sangat capek. Sehingga satu masalah kecil saja bisa langsung membuat kita marah. Tapi sebaiknya hindari membuat pembelaan setelah pertengkaran usai. Mencari-cari alasan untuk membela diri dan menyalahkan pasangan atas pertengkaran yang terjadi hanya akan membuat keadaan makin runyam.

3. Mengabaikan Kebutuhan Pasangan

"Dalam pertengkaran, saat salah satu pasangan sedang lelah, ia tak akan bisa memproses pikirannya," papar Dr. Megan Flemming, seorang psikolog klinis dan ahli terapi seks bersertifikat. Maka dari itu, bila pasangan kita mengatakan ia butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya, kita perlu memberinya ruang. Tak perlu merasa tersinggung atau marah bila pasangan ingin waktu untuk sendiri selama beberapa waktu.

4. Mengatakan Maaf tanpa Ketulusan Hati

Hanya asal mengatakan maaf setelah bertengkar bisa menyulut pertengkaran baru. Kalau kata maaf hanya "diobral" dan tidak tampak ada ketulusan serta niat untuk memperbaiki keadaan, maka nantinya masalah baru akan muncul. Bila masih sama-sama emosi dan belum tenang, tenangkan diri dulu. Baru ketika pertengkaran reda dan lebih tenang, baru utarakan kata maaf yang tulus dari dalam hati.

Semoga pertengkaran yang terjadi dengan pasangan tidak sampai berlarut-larut, ya. Dari sebuah pertengkaran, ambil hikmah dan pelajaran untuk bisa lebih dewasa sebagai pasangan satu sama lain.

#GrowFearless with FIMELA

;
Loading