Sukses

Lifestyle

Cara Mengetahui dan Menangani Menopause

Fimela.com, Jakarta Menopause adalah transisi fase kehidupan baru. Menopause dimulai ketika siklus haid selesai. Menopause bukanlah masalah kesehatan dan beberapa mengalaminya sebagai waktu pembebasan. Namun, perubahan hormon dan faktor lain yang terlibat dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti penambahan berat badan.

Menopause terjadi ketika seorang perempuan tidak mengalami haid dalam 12 bulan berturut-turut dan tidak dapat lagi hamil secara alami. Ini biasanya dimulai antara usia 45 dan 55, tetapi dapat berkembang sebelum atau setelah rentang usia ini.

Kapan menopause dimulai dan berapa lama?

Sebagian besar perempuan pertama mulai mengembangkan gejala sering berlanjut sampai sekitar 4 tahun setelah haid terakhir seorang perempuan. Sebagian kecil mengalami gejala menopause hingga 1 dekade sebelum menopause benar-benar terjadi, dan 1 dari 10 perempuan mengalami gejala menopause selama 12 tahun setelah periode terakhir mereka.

Ada banyak faktor yang membantu menentukan kapan seorang perempuan akan mulai menopause, termasuk faktor genetika dan kesehatan ovarium. Perimenopause terjadi sebelum menopause. Perimenopause adalah saat hormon mulai berubah dalam persiapan untuk menopause. Itu bisa berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Banyak perempuan memulai perimenopause beberapa saat setelah mereka berusia 40-an. Sebagia lainnya melewatkan perimenopause dan tiba-tiba memasuki menopause.

Sekitar 1% perempuan memulai menopause sebelum usia 40 tahun, yang disebut menopause dini atau insufisiensi ovarium primer. Sekitar 5 % mengalami menopause antara usia 40 dan 45 tahun. Ini disebut sebagai menopause dini.

Perimenopause, Menopause Postmenopause

Selama perimenopause, periode menstruasi menjadi tidak teratur. Haid mungkin terlambat, atau mungkin dapat melewati satu periode atau lebih. Aliran haid juga bisa menjadi lebih berat atau lebih ringan. Menopause didefinisikan sebagai kurangnya menstruasi selama satu tahun penuh. Sedangkan postmenopause mengacu pada tahun-tahun setelah menopause telah terjadi.

Gejala Menopause

Gejala menopause setiap perempuan tentunya berbeda-beda. Gejala biasanya lebih parah ketika menopause terjadi secara tiba-tiba atau dalam periode waktu yang lebih singkat. Kondisi yang berdampak pada kesehatan indung telur, seperti kanker atau histerektomi , atau pilihan gaya hidup tertentu, seperti merokok , cenderung meningkatkan keparahan dan lamanya gejala.

Selain perubahan menstruasi, gejala perimenopause, menopause, dan postmenopause umumnya sama. Tanda-tanda awal perimenopause yang paling umum adalah:

  • Haid yang tidak teratur
  • Periode yang lebih berat atau lebih ringan dari biasanya dialami
  • Insomnia
  • Bertambahnya berat badan
  • Depresigelisah
  • Masalah memori
  • Meningkatkan buang air kecil
  • Massa tulang berkurang
  • Payudara menyusut
  • Sakit kepala

Jantung berdebar kencang

Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah hilangnya folikel ovarium aktif. Folikel ovarium adalah struktur yang menghasilkan dan melepaskan telur dari dinding ovarium, memungkinkan menstruasi dan kesuburan. Kebanyakan perempuan pertama kali melihat frekuensi haid menajdi kurang konsisten. Ini biasanya terjadi pada beberapa titik di pertengahan hingga akhir 40-an.

Diagnosis Menopause

Sebaiknya bicarakan masalah ini dengan penyedia layanan kesehatan, jika mengalami gejala meopause yang mungkin mengganggu atau ketika mengalami menopause ketika berusia 45 tahun atau lebih muda. Tes PicoAMH baru-baru ini digunakan untuk membantu menentukan apakah seorang perempuan telah memasuki masa meopause atau mendekati masa menopause. Tes baru-baru ini mungkin bermanfaat bagi perempuan yang menunjukkan gejala perimenopause, yang juga berdampak buruk bagi kesehatan. Menopause dini dikaitkan dengan risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi, penyakit jantung, dan perubahan suasan hati.

Mengatasi Gejala Menopause

Untuk seorang perempuan yang mengalami meopause parah hingga memengaruhi kualitas hidupnya mungkin sebaiknya konsultasikan pada dokter. Terapi hormon dapat menajdi pengobatan yang efektif pada perempuan usia di bawah 60 tahun. Obat lain mungkin juga akan diberikan untuk mengobati gejala menopause yang lebih spesifik seperti rambut rontok.Tips Mengatasi Gejala Menopause.

Tetap Tenang dan Nyaman

Kenakan pakaian yang longgar, berlapis terutama saat di malam hari dan selama cuasa tidak menentu. Menjaga kamar tidur tetap dingin dan menghindari selimut tebal di malam hari juga dapat membantu mengurangi kemungkinan berkeringat di malam hari.

Berolahraga

Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan tidak kelebihan berat badan sebaiknya lakukan olahraga. Selain itu kurangi asupan kalori dari 400 hingga 600 kalori untuk membantu mengatur berat badanmu. Penting juga untuk melakukan olahraga ringan selama 20-30 menit sehari. Hal ini dapat membantu meningkatkan energi, mendapatkan tidur yang berkualitas dan meningkatkan mood. Dapat juga berbicara dengan anggota keluarga atau orang yang dicintai tentang perasaan cemas, perubahan suasana hati, atau depresi sehingga mereka mengetahui kebutuhanmu.

Melengkapi Kebutuhan Diet

Konsumsi suplemen kalsium, vitamin D dan magnesium untuk membantu mengurangi resiko terkena osteoporosis dan meningkatkan energi dan tidur. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, suplemen apa yangd apat dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan sekesahatnmu. Selain itu dapat berlatig relaksasi seperti yoga dan meditasi.

Merawat Kulit

Oleskan pelembab setiap hari untuk mengurangi kulit kering. Selain itu perlu untuk mengurangi mandi atau berenang yang terlalu berlebihan yang dapat mengeringkan dan mengiritasi kulitmu.

Menopause adalah penghentian alami siklus haid pada perempuan dan menandai akhir dari kesuburan. Sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 52 tahun, namun kerusakan panggul atau ovarium dapat menyebabkan menopause dapat terjadi lebih awal. Secara umum, gejala menopause dapat dikelola atau dikurangi dengan menggunakan pengobatan alami dan penyesuaian gaya hidup.

#Changemaker

;
Loading