Sukses

Lifestyle

Sayangi Keluarga, Sebaiknya tidak Nekat untuk Mudik selama Pandemi

Fimela.com, Jakarta Mengubah rutinitas di tengah panedemi virus corona ini memang tidak mudah. Mengatasi rasa cemas dan was-was pun membuat kita tak nyaman. Kita semua pun berharap semua keadaan akan segera membaik. Melalui Lomba Share Your Stories: Berbagi Cerita tentang Pandemi Virus Corona ini Sahabat Fimela berbagai cerita dan harapannya di situasi ini. Langsung ikuti tulisannya di sini, ya.

***

Oleh: Wigi Atiningsih

Ramadan tahun ini jelas sekali terasa berbeda dengan Ramadan-Ramadan sebelumnya. Sebagai anak rantau yang jauh dari keluarga, momen kebersamaan selama Ramadan dan merayakan hari raya bersama orang-orang tersayang pasti menjadi impian. Tapi apa mau dikata, Ramadan tahun ini mungkin menjadi Ramadan yang tidak mudah untuk dilalui tapi tetap harus dilewati.

Sejak masa pandemi tidak bisa dipungkiri, pasti banyak sekali yang berubah dalam kehidupan sehari-hari aku dan juga suami serta si kecil. Biasanya setiap Ramadan seperti ini pasti banyak persiapan yang dilakukan sebelum melakukan mudik. Obrolan sambil berbuka puasa bersama suami sedikit banyak pasti membahas tentang mudik. Oleh-oleh apa saja yang dibawa, persiapan booking tiket, kebutuhan apa saja yang diperlukan selama diperjalanan, dan masih banyak hal lain lagi selalu menjadi diskusi yang menyenangkan, karena tidak lama lagi akan berkumpul dengan keluarga besar. Tapi tahun ini benar-benar berbeda. Semenjak ada larangan mudik sudah pasti sedikit asa terasa terpendam dalam. Keinginan untuk bertemu keluarga juga harus ditahan-tahan.

Sedih tapi Tetap Harus Bertahan

Sedih. Itu sudah pasti. Tapi kami tidak boleh terjebak dalam situasi. Aku dan suami berusaha untuk lebih jeli mencermati kondisi saat ini. Mulai belajar untuk tidak banyak mengeluh dan menuntut ini itu. Situasi seperti ini mengajarkan kami bagaimana caranya untuk tetap bertahan dalam situasi yang tidak biasa. Salah satunya bertahan untuk tidak nekat pulang ke rumah orangtua selama pandemi. Menahan diri untuk tetap tinggal di rantau dan tidak melakukan mudik lebaran. Menurutku siapa saja yang mampu bertahan untuk sementara tidak pulang adalah sebenar-benarnya pemenang.

Tidak hanya kesehatan fisik yang tengah diuji saat ini tapi juga kesehatan mental. Itulah kenapa selama pandemi ini kita harus tetap bisa bersikap waras. Bukan waktunya lagi memenuhi segala keinginan dan kemauan, mengeluhkan rutinitas yang sebelumnya bisa dilakukan menjadi tidak. Belajar menepis ego demi kebaikan. Tidak hanya untuk diri kita tapi untuk semua. Kita tidak melewatinya sendirian. Jadi, tetap berusaha untuk bisa bertahan.

#ChangeMaker

;
Loading