Sukses

Lifestyle

Berat Dijalani, Tapi Aku Harus Bekerja dengan Selingkuhan Suamiku

Fimela.com, Jakarta Tidak ada yang lebih mudah selain menjalani pernikahan dengan kisah perselingkuhan di dalamnya. Ini juga yang dialami seorang perempuan yang tak disebutkan namanya dalam Kidspot dan dituliskan oleh Shona Hendley.

Ketika banyak orang mungkin merasa kesal bekerja dengan rekan yang menyebalkan atau susah diajak kerja sama di kantor, bagi saya itu masih belum ada apa-apanya. Terutama ketika saya mengetahui bahwa saya harus bekerja dengan seseorang yang jadi selingkuhan suami saya sendiri.

Selama lima hari dalam seminggu saya bekerja sebagai perawat di sebuah bangsal rumah sakit dan bertugas setiap hari tak peduli lelah. Saya dan suami, sebut saja Tony (nama disamarkan), telah menikah selama 19 tahun hingga saat ini. Jika bisa dibilang, saya relatif bahagia menjalani pernikahan ini dan saya percaya penuh padanya. Hingga setahun yang lalu saya mengetahui bahwa selama berbulan-bulan, dia berselingkuh dengan pasiennya.

Tony adalah seorang ahli osteopati. Dia telah merawat banyak teman, anggota keluarga, kolega, dan kenalan lainnya selama bertahun-tahun. Itu terjadi secara alami dan tidak ada yang mencurigakan dengan hal itu.

Seorang teman memberi kabar

Suatu hari rekan kerja saya sesama perawat, Ally (nama disamarkan), memberi tahu saya bahwa dia ada janji bertemu suami saya untuk perawatan osteopati, dan saya menanggapi dengan santai. Bahkan saya mendorongnya untuk segera memeriksakan diri karena Tony hebat dalam pekerjaannya.

"Kamu akan berada di tangan yang tepat," kata saya waktu itu.

Tiga bulan kemudian saya mendapat telepon dari seorang teman yang menelepon dengan suara ragu dan takut seakan ia akan menyampaikan berita tak menyenangkan pada saya. Dan benar saja, ia mengatakan melihat Tony mengantarkan seorang perempuan hingga depan rumah dan menciumnya dengan mesra.

Meskipun saya kaget mendengar hal itu, kejadian aneh di sana-sini tiba-tiba menjadi masuk akal, jam kerja lembur lebih sering, telepon yang jarang dibalas, sikap Tony yang mulai acuh tak acuh dan lain sebagainya.

Saya segera bertanya kepada teman yang menelepon tentang apa saja yang sudah dilihatnya. Ia menceritakan segalanya, hingga mengungkapkan siapa selingkuhan tersebut. Ally.

Aku harus bekerja secara profesional

Suami saya selingkuh dengan rekan kerja saya sendiri. Suatu pukulan yang benar-benar menghancurkan hati saya. Rekan perawat yang setiap hari saya temui, hampir seperti teman baik namun ternyata berlagak tidak ada apa-apa selama ini padahal ia menusuk dari belakang.

Ally dan saya memiliki usia yang sama. Meski memiliki profesi yang sama namun kepribadian dan penampilan kami sangat berbeda. Ally lebih energik dan supel, sedangkan saya lebih pendiam dan pemalu.

Saya heran dengan Tony, mungkinkah "sesuatu baru" seperti itu yang diinginkannya? Saya tak tahan dan akhirnya meluapkan segalanya. Tony bilang itu hanya hubungan fisik saja, tidak lebih, itu hanya kesalahan bodoh. Dia segera mengakhiri hubungannya dengan Ally dan sejak itu kami belajar mengatasi masalah kepercayaan yang telah hancur berkeping-keping.

Meski memang pernikahan kami semakin kuat, tapi secara profesional saya harus tetap bekerja melihat wajah Ally. Saya bukan orang yang konfrontatif, jadi saya tidak pernah berbicara dengan Ally tentang perselingkuhannya, namun hati saya masih sangat marah.

Meski shift kami sudah diganti sehingga saya tak terlalu sering bertemu dengannya namun rasa sakit hati itu masih ada. Secara profesional saya masih harus berkomunikasi dengannya soal para pasien. Saya ingin mengundurkan diri namun tempat tinggal kami cukup dekat dan pilihan kerja spesialisasi keperawatan seperti kami juga terbatas. Jadi saya akhirnya harus menerima.

#ChangeMaker with FIMELA

;
Loading