Sukses

Lifestyle

5 Cara Menjadi Perempuan Kuat Menghadapi Berbagai Tekanan Sosial

Fimela.com, Jakarta Hidup sebagai seorang perempuan tak bisa mengelak dari kenyataan banyaknya tekanan sosial yang harus diterima. Soal pendidikan, pekerjaan, hingga pernikahan, berapa pun usia kita, selalu ada tekanan baru yang kita terima. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang suportif dan tidak judgmental, sungguh itu sebuah anugerah yang luar biasa. Masalahnya saat lingkungan kita terus memojokkan kita dan memberi kita banyak tekanan, rasanya sulit untuk bisa menegakkan kepala dan tetap kuat.

Untuk menjadi perempuan kuat, ada upaya yang perlu kita kerahkan. Apakah mudah? Bisa mudah, bisa juga tidak. Akan tetapi, selalu ada cara  yang bisa kita pilih untuk menjadi perempuan kuat.

1. Berhenti Menyalahkan Keadaan 

“If you feel lost, disappointed, hesitant, or weak, return to yourself, to who you are, here and now and when you get there, you will discover yourself, like a lotus flower in full bloom, even in a muddy pond, beautiful and strong.”― Masaru Emoto, Secret Life of Water

Selama kita tak terus menerus menyalahkan keadaan atau mengutuk situasi, kita bisa lebih baik dalam menjalani hidup. Ada saat-saat yang memang menuntut kita untuk bertahan dan meminta kita untuk menunggu serta bersabar lebih lama. Selama kita tak putus asa atau menyerah begitu saja, akan ada titik terang yang akan menyambut kita. Tak usah terus menyalahkan keadaan. Fokus saja pada pilihan-pilihan terbaik yang bisa kita buat saat ini. 

2. Bangun Motivasi Baru

“My scars remind me that I did indeed survive my deepest wounds. That in itself is an accomplishment. And they bring to mind something else, too. They remind me that the damage life has inflicted on me has, in many places, left me stronger and more resilient. What hurt me in the past has actually made me better equipped to face the present.”― Steve Goodier

Menerima berbagai tekanan memang menyesakkan dada. Kita boleh saja bersedih dan mengizinkan emosi negatif itu mengalir. Nantinya, air mata akan mengering. Rasa perih akan luruh. Kesedihan akan perlahan memudar. Meski mungkin masih ada luka hati yang belum sembuh, tetaplah berterima kasih pada dirimu. Berterima kasih pada dirimu yang masih bertahan dan berjuang. Buat motivasi hidup yang baru dan hadirkan makna baru dalam hidupmu.

3. Capai Target-Target Baru

“Every challenge you face today makes you stronger tomorrow. The challenge of life is intended to make you better, not bitter.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Mustahil rasanya melakukan sesuatu yang bisa disukai semua orang. Tak akan pernah bisa rasanya untuk memastikan setiap tindakan yang kita lakukan bisa menyenangkan dan memuaskan hati semua orang. Tekanan sosial akan selalu ada. Tapi daripada terus meratapi nasib atau hidup, lebih baik rangkai target-target baru. Buat pencapaian-pencapaian baru untuk meningkatkan kekuatan kita dan bisa lebih tegar berdiri di atas kaki sendiri.

4. Ciptakan Makna Hidup Sendiri

Mengutip buku Man's Search for Meaning karya Viktor E. Frankl, dalam sebuah jajak pendapat publik yang dilaksanakan di Prancis beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa 89 persen peserta mengakui bahwa manusia membutuhkan "sesuatu" agar dapat hidup. Selanjutnya, 61 persen mengakui bahwa mereka rela mati demi sesuatu atau seseorang. Kita perlu memiliki makna hidup untuk bisa bahagia. Ciptakan makna hidupmu sendiri dan pegang teguh serta perjuangkan dengan baik. Maka, akan selalu ada kekuatan baru yang akan kamu temukan dalam perjalananmu.

5. Berbaik Hati pada Diri Sendiri

Dunia takkan berhenti berputar hanya karena kita merasa punya masalah yang begitu besar. Dunia akan terus berputar. Waktu akan terus melaju ke depan. Hidup mungkin akan terasa berat. Banyaknya tekanan sosial bisa membuat diri ini sangat lelah. Meski begitu, tetap luangkan waktu untuk berbaik hati pada diri sendiri. Sesekali beristirahat dan menyenangkan diri sendiri bisa jadi semacam amunisi baru untuk menjadi lebi kuat.

Semoga apa pun masalah dan tekanan yang kamu hadapi saat ini bisa membentuk pribadimua jadi lebih tegar. Serta, terima kasih sudah berjuang hingga sampai ke titik ini.

#ElevateWomen

Loading
Artikel Selanjutnya
Perempuan yang Tak Menuntut Orang Lain untuk Membuatnya Bahagia, Hidupnya Nyaman
Artikel Selanjutnya
5 Hal yang Terjadi jika Terus Menyesali Sesuatu di Masa Lalu