Sukses

Lifestyle

Tanpa Sadar, 6 Perilaku Ini Termasuk Body Shaming

Fimela.com, Jakarta Perilaku body shaming masih sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk tubuh seseorang kerap menjadi sasaran empuk sebagai objek perundungan.

Beberapa aktris pun tidak luput dari tindak body shaming. Menandakan bahwa tindakan tidak terpuji ini bisa menimpa siapapun. Meskipun sejumlah seleb dan media menyuarakan body positivity, tidak menjamin perilaku body shaming lenyap dari kehidupan masyarakat.

Banyak faktor yang menyebabkan body shaming sulit untuk dilepaskan dari kehidupan sosial. Termasuk beberapa perilaku ini yang tanpa sadar kerap kita lakukan dan termasuk body shaming, seperti dikutip dari Insider berikut ini.

1. Aku merasa gemuk hari ini

Body shamming tidak melulu datang dari orang lain. Tanpa disadari, kita kerap merundung diri sendiri dengan pernyataan "aku gemuk hari ini". Hal ini disebabkan adanya kebiasaan untuk memperlakukan orang gemuk dengan cara yang berbeda. Selain itu, gemuk kerap diartikan sebagai sesuatu yang negatif.

2. Kamu berani sekali pakai pakaian olahraga terbuka

Kebanyakan orang mengasosiasikan pakaian olahraga yang terbuka hanya bisa digunakan oleh mereka yang berbadan ramping. Ini akan mematahkan semangat motivasi dan semangat orang lain yang sedang ingin memulai hidup sehat. 

3. Apakah aku terlihat gemuk?

Pertanyaan klasik ketika seorang perempuan berpose untuk berfoto. Mungkin kamu hanya ingin memastikan bahwa potretmu tampak terlihat baik. Namun perilaku ini justri semakin menegaskan bahwa gemuk itu jelek.

4. "Makan yang banyak"

Body shaming tidak hanya menimpa orang gemuk. Orang dengan ukuran tubuh terlaly kurus pun juga jadi sasaran empuk body shaming. Mereka dinilai kurang gizi sehingga lelucon makan banyak kerap dilontarkan. Tanpa orang-orang sadari, ada beberapan kondisi yang menyebabkan seseorang tidak mampu menyimpan lemak meski makan banyak.

5. Hebat sekali bisa menurunkan berat badan

Sekilas terdengar seperti penghargaan bagi mereka yang berhasil melakukan diet. Namun bagaimana jika penurunan berat badan terjadi karena penyakit? Selain itu, pernahkah kamu memikirkan perasaan mereka yang belum berhasil menurunkan berat badan?

6. Kamu yakin bisa makan semua ini?

Bagi kebanyakan orang memiliki nafsu makan yang tinggi adalah tabu. Sehingga makan sesedikit mungkin lebih dinilai positif. Hal ini akan semakin menghubungkan pilihan makanan seseorang terhadap bentuk perundungan. Di mana makan banyak sama artinya dengan rakus atau gemuk. Terutama dalam budaya yang menjunjung tinggi diet dan penurunan berat badan.

Simak video berikut ini

#elevate women

Ultah Ke-25, Hoshi SEVENTEEN Donasi Rp 1,27 Miliar ke Kampung Halaman
Loading