KAPANLAGI NETWORK
MORE

TRUE STORY: 51 Tahun Menikah Berbeda Agama, Bahagia & Tetap Romantis

Kamis, 13 Desember 2012 14:00 Oleh: Fimela Editor
1/2

“Awalnya biasa saja,” ujar Suparman Padma (77) ketika ditanya tentang pertemuan pertamanya dengan Nancy Suparman (76). Satu SMA dan dua tahun berada di kelas yang sama membuat mereka memulai hubungan dari pertemanan. Sehingga ketika ditanya seperti apa proses ‘penembakan' yang dilakukan Suparman, mereka berdua tidak ingat. “Semua berjalan begitu saja. Intensitas bertemu yang cukup sering membuat hubungan kita berjalan sangat mudah.” Setelah 7 tahun berpacaran, pasangan suami-istri beda agama ini memutuskan untuk menikah dan berhasil mempertahankan pernikahannya sampai di usia ke 51 tahun.

Suparman dan Istri

Kuat di atas perbedaan

“Pesan saya ke Aki hanya satu saat itu, tidak peduli berapa tahun kami berpacaran, saya tidak mau menikah jika tidak direstui oleh orangtua.“ Maka ini menjadi tantangan untuk Suparman. Nancy yang beragama Nasrani mengakui adanya ketidaksetujuan dari pihak keluarga mengenai keputusan mereka menikah. Namun, kebaikan hati dan sifat Suparman yang supel dan tulus menggugurkan semua persepsi keluarganya tentang agama lain. Sehingga seiring dengan waktu berjalan, kedua belah pihak kelurga dapat menerima keputusan mereka berdua dengan ikhlas.

Pada masa itu pemerintah belum mempunyai undang-undang khusus tentang pernikahan beda agama. “Kalau keluarga sudah setuju, pemerintah nggak akan ikut campur,” papar Nancy. Namun, masalah belum selesai sampai di situ. Gereja yang menjadi tempat idaman Nancy untuk menikah, tidak bisa menerima calon pengantin berbeda agama. Pada akhirnya, Nancy berkompromi dan menikahi Suparman secara Islam tanpa berpindah agama.

Awal pernikahan, orangtua Suparman beberapa kali mengajak Nancy untuk mengaji. “Saya memberikan pengertian kepada mertua bahwa menurut saya itu sebuah kesalahan. Berpindah agama haruslah didasari dengan keyakinan, bukan karena pernikahan.” Ketetapan hati dan keyakinan Nancy diterima baik oleh kedua orangtua suaminya, menghasilkan hubungan yang harmonis di atas perbedaan yang ada.

 

Melihat satu sama lain

“Aki itu orang yang penuh perhatian. Bahkan seringkali menghiraukan dirinya sendiri untuk kepentingan orang lain,” ungkap Nancy pasti saat ditanya tipe seperti apa Suparman itu. Sifat perhatian yang dimiliki suaminya ini sudah ada dari mereka berpacaran dan tidak pernah berubah. “Dia itu pundungan. Kalau sedang marah, lama ngambeknya. Tapi saya sudah hafal kalau dia marah, jangan langsung didekati. Saat hatinya sudah tenang, dia yang akan datang sendiri ke saya dan mengajak untuk mencari solusi,” aku Nancy sambil tersenyum kepada Sang Suami.

Ketika saya meminta kepada Suparman satu hal yang menggambarkan Nancy, dengan becanda Ia menjawab, “Biasa saja. Saya juga bingung kenapa mau sama dia dulu.” Nancy pun ikut tertawa mendengar jawaban suaminya yang humoris. “Dari dulu nih dia seperti ini. Seperti ini kok bisa banyak temannya,” balas Nancy.

 

Komentar Anda