Sukses

Lifestyle

Editor Says: Kangen Dipeluk Mama dan Papa

Fimela.com, Jakarta Semakin dewasa pernah nggak sih kamu merasa kalau kurang punya waktu untuk mama dan papa di rumah. Aktivitas seharian bikin waktu dengan keluarga menjadi semakin sedikit. Bahkan saking sibuknya, kamu pulang saat orang rumah sudah tidur.

***

Saya sendiri menyadari bahwa semakin ke sini, tak miliki waktu untuk mendengar celotehnya atau sekadar memberitahu tentang kehidupan terkini. Terkadang saya menyesal karena tahu bahwa sayalah yang kurang mengakrabkan diri padahal semakin kesini, mereka pun akan menua.

Mungkin memang tak persis seperti Nani Wijaya dan Ajip Rosidi, tapi aku cintaku padamu tak kenal usia. (Via: pixabay)

Teringat waktu kecil, saya seperti tak bisa hidup tanpa mama. Sedikit saja ia tak terlihat, saya akan bertanya kemana dia pergi. Sebentar saja ia menghilang, maka biasanya saya akan mencari.

Mungkin hal itu saya lakukan karena sudah terbiasa bersamanya. Karena, papa saya yang sudah meninggal sejak saya Sekolah Dasar, saat itu pula saya menjadi anak yang selalu bergantung dengan mama.

Namun sayang, di saat yang sama, mama disibukkan dengan berbagai pekerjaan untuk menunjang perekonomian kamu. Di situlah saya merasa rindu. Namun, lambat laun saya terbentuk menjadi anak yang mandiri.

Tips Jitu Memikat Hati Ibu Mertua (Foto: nextavenue.org)

Mungkin sudah menjadi hal yang aneh ketika di masa SD saya sudah terbiasa melakukan segalanya sendiri. Meski tentu saya mendapatkan kasih sayang yang sangat cukup bahkan berlimpah dari kakek dan nenek, tentu saya masih merindukan mama. Kendati demikian, saya merasa dengan jarangnya waktu kami berkomunikasi, di situ saya menjadi mandiri.

Kini saya menyadari dengan sangat bahwa absensi orangtua saya tidak selalu berdampak buruk. Karena dengan sedikitnya waktu kami berkomunikasi, di situ saya merasa semakin bisa mengurus diri sendiri.

Anak sebagai Bentuk Keegoisan Orangtua

Dewasa ini, banyak sekali saya mendengar remaja yang 'salah jalan'. Ada yang melarikan sepi ke tawuran, seks bebas, hingga narkoba. Mungkin banyak di antara kamu yang mendengar hal serupa.

Banyak sekali yang melatarbelakangi tindakan remaja itu. Entah salah pergaulan, atau tidak dekat dengan keluarganya sendiri. Tak bisa dipungkiri bahwa peran keluarga sangat penting untuk pertumbuhan anak.

Jika pacar kamu punya ciri-ciri kayak gini, wahh.. idaman banget! Nikahin! (Via: daily mail)

Karena seorang anak akan meniru lingkungan yang ada di sekitar mereka. Sedari kecil, anak-anak menyerap apa yang mereka lihat dan dengar. Jika terlahirkan di keluarga penuh cinta, kemungkinan besar anak tersebut akan menjadi penyayang.

Bagi saya, kewajiban orangtua memang untuk mendidik anaknya sedari kecil, mengurus mereka sampai miliki pribadi yang baik, memfasilitasi mereka agar tidak kesusahan dan kekurangan selama masih dalam pengawasan mereka.

Tolong koreksi jika saya salah, namun bagi saya, anak adalah bentuk keegoisan dari orangtua. Hal tersebut dikarenakan anak tak pernah minta untuk dilahirkan. Namun orangtualah yang menginginkan eksistensi mereka.

Pertemuan pertama dengan orang tua si pacar adalah saat yang menentukan suka atau tidaknya dia pada dirimu. (Foto: huffingtonpost)

Jadi bagi saya pribadi, kewajiban dan peran orangtua sangatlah penting. Tak hanya itu, para calon ayah dan ibu harus memperisapkan segala sesuatunya mulai dari finansial hingga psikologi untuk miliki anak yang merupakan komitmen seumur hidup.

Jadi, ketika kamu sudah menikah, jangan memutuskan untuk punya anak karena selalu ditanya 'kapan punya momongan' oleh mertua, ibu, atau orang terdekat. Putuskanlah kamu dan suami ingin punya anak ketika sudah merasa siap secara finansial dan psikologi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading