Sukses

Lifestyle

Jangan Dipaksa, 8 Hal Ini Tunjukkan Hubunganmu Nggak Bahagia

Fimela.com, Jakarta Salah satu kunci hubungan awet memang semangat memperjuangkan. Apapun keadaannya, jangan mudah menyerah. Namun, bersamaan dengan itu seharusnya konteks 'memperjuangkan'-nya sendiri juga dipahami.

Sejauh mana kamu harus berjuang? Sampai kapan harus berjuang? Apa batas perjuangan itu harus diakhiri? Kamu harus tahu jawabannya. Memang perlu sangat berhati-hati. Sebab, batas antara yang satu dengan lainnya sangat tipis. Yang jelas, 'bosan' bukanlah batas.

Bosan masih bisa diatasi agar nggak menjalar ke hal-hal yang lebih fatal lagi. Kalau kalian berdua sama-sama memperjuangkan satu sama lain, rasa bosan itu pasti kalah. Namun jika perjuangan mempertahankan hubungan berjalan dengan nggak seimbang, bahagialah tahurannya. Kalau sudah nggak bahagia ini, nih, yang susah.

Mungkin sudah banyak hal yang kalian lakukan dan perjuangkan bersama, sehingga rasa nggak bahagia pun jadi sulit diakui keberadaannya. Akibatnya, kamu, atau mungkin dia juga, jadi menjalaninya dengan terpaksa.

1. Kamu merasa ada yang salah meski belum jelas di mana letaknya

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Henri Pham)

Ada kegelisahan yang nggak kamu tahu dengan pasti di mana sumbernya. Kamu cuma tahu bahwa ada yang salah pada sesuatu yang sedang kamu jalani, nggak tahu itu di mana. Kamu belum bisa menemukannya.

2. Ada sesuatu yang disembunyikan setiap kalian bersama

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Anthony Mapp)

Kegelisahan itu, pasti kamu sembunyikan. Perasaan nggak bahagia, perasaan terpaksa, semua kamu simpan di balik senyum yang kamu paksa hadir demi berakting 'baik-baik saja' di depannya.

3. Semua yang kalian lakukan terasa sebatas rutinitas

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Andrew Robles)

Nggak ada lagi nyawa dalam hubungan kalian. Nggak ada gairah, nggak ada senyum yang merekah. Semua dijalani karena kamu berpikir memang begitu seharusnya. Iya, seharusnya. Bukan yang kamu mau.

4. Malas bayangin gimana hidup dengan dia seterusnya

Ilustrasi relatioship. (Foto: pexels.com)

Kalau kamu memang bahagia sama dia, kamu justru akan senang membayangkan bagaimana hari-harimu selanjutnya dengan dia yang selalu ada di sana. Kalau kamu saja malas membayangkannya, atas dasar apa kamu bersamanya saat ini?

5. Kamu malah membayangkan hal-hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan tanpa dia

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Arkady Lifshits)

Jelas banget kalau kamu sudah nggak bahagia sama dia. Bukannya membayangkan hal-hal seru yang bisa kalian lakukan bersama, kamu malah membayangkan lebih bahagia tanpa ada dia.

6. Selalu ada dorongan untuk mencari yang lebih baik

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Sylvain Reygaerts)

Baik kamu mengakuinya secara langsung ataupun nggak langsung, ada tindakan membanding-bandingkan si dia dengan orang lain dalam benakmu. Sialnya, dia selalu kalah baik dengan orang lain. Bukan karena dia nggak baik sebenarnya, tapi karena bukan kebaikan dia yang kamu inginkan.

7. Setiap lagi berduaan, kamu memikirkan kapan selesainya

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Dulu waktu kalian masih saling sayang, waktu kamu masih bahagia sama dia, tiap bersama rasanya nggak mau pisah. Sekarang boro-boro. Tiap lagi berduaan, malah mikir kapan kelarnya.

8. Kamu nggak lagi nyaman bercerita dengan dia

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Chalis)

Biasanya bawel kalau ada apa-apa. Segalanya diceritain. Bahkan abis digigit nyamuk aja, cerita. Sekarang sih, ada hal penting aja kamu mikir dua kali untuk cerita sama dia. Rasanya sudah nggak nyaman, malas, dan lebih memilih cerita sama orang lain.

Nggak perlu begitu, girls. Kalau memang sudah nggak bahagia, ikhlaskan saja. Bukan berarti dulu kalian nggak saling cinta, hanya saja cinta yang kalian punya dulu sudah terlanjut kedaluwarsa. Dalam keadaan begini, perpisahan adalah yang terbaik bagi hubungan yang kalian jalani.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading