Sukses

Lifestyle

8 Tips Tingkatkan 'PeDe' Anak

Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita

Ambil saja sebuah contoh, dalam bergaul, dimisalkan anak Anda memiliki perawakan yang tidak terlalu tinggi, dan karena hobby makannya tubuhnya juga sedikit maximize. Teman-temannya kemudian memberikan julukan kepadanya 'Si buah Pear', karena fisiknya yang memang bulat menyerupai buah Pear. Ada dua kondisi yang akan terjadi, yang pertama jika kepercayaan diri anak Anda tinggi, ia tidak akan mudah sakit hati dan akan mencari cara bagaimana membuat julukan itu malah memberikan efek positif bagi dirinya. Namun di kasus kedua, jika ternyata anak Anda memiliki kepercayaan diri yang rendah, bisa saja tiba-tiba ia ngambek dan tidak mau lagi ke sekolah. Tentu akan kacau jadinya, sudah membayar mahal, eh si anak malah tak mau bersekolah. Belum lagi jika suami kita malah marah-marah dengan alasan kita tidak bisa mengurus anak. Namun, sebelum itu semua terjadi Anda bisa mencegahnya. Temukan 8 tips ala WomanOnly untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, di halaman berikut ini. [break] 1. Berikan sedikit pujian Cita-cita utama anak sejak kecil adalah membahagiakan orang tua dan membuat mereka terkesan. Saat mereka melakukan hal yang baik, atau menunjukkan prestasi, berikan pujian dan tak ada salahnya memberikan hadiah kecil untuknya. Bukan berapa harga hadiah atau pujian yang Anda berikan kepadanya, tetapi bagaimana Anda mampu memacu anak untuk berbuat lebih dan berusaha belajar hal-hal baru yang baik. 2. Berikan tanggung jawab kecil padanya "Bantu mama menaburi roti ini dengan keju yuk," kata Anda kepadanya saat bersama-sama di dapur membuat kue keju kesukaannya. Hal ini mungkin terlihat sederhana dan tidak penting, tetapi coba abadikan momen wajahnya yang ceria sekaligus bangga ketika Anda menyodorkan semangkuk keju untuk ditaburkan di atas kue. Ini menunjukkan kepercayaan Anda padanya, dan ia merasa mampu untuk melakukan sesuatu yang berarti.[break] 3. Dengarkan pendapatnya Mungkin pendapat anak-anak kurang mendalam dan jauh, berbeda dengan orang dewasa yang dapat berpikir dari segala sisi. Tetapi bukan berarti pendapatnya harus selalu diabaikan. Berikan sedikit keleluasaan dan kesempatan untuk mengungkapkan pendapat. "Adik, Mama lebih cantik pakai baju yang merah atau biru sih?" atau "Sayang, enaknya papa dikasih kado apa ya?" Biarkan mereka memberikan jawaban sesuai pendapat mereka, kemudian ajarkan mereka untuk mengembangkan pemikiran dengan menyediakan waktu untuk membahas pendapat mereka dengan bahasan yang ringan. Pancing si dia untuk berpikir lebih jauh, sekaligus asah kemampuan logikanya. 4. Jangan pernah memaki anak-anak "Dasar bodoh...", "Dasar pemalas...", "Dasar tukang ngompol...", "Memang monster kecil kamu!" Oh tidak, hindari dan buang jauh-jauh semua judgement ini. Sekalipun ia telah melakukan kesalahan atau kenakalan, jangan pernah sekali-kali memaki si dia. Mengapa? Ini akan membuat dirinya semakin kecil dan menganggap dirinya memang buruk. Anak Anda hebat jika Anda mampu memberikan motivasi pada mereka, karena Anda juga orang tua yang hebat.[break] 5. Ajak ia bermain Kesibukan Anda di luar rumah mungkin menyita sebagian besar waktu Anda. Akhirnya anak-anak Anda sibuk bermain sendiri atau bersama pengasuhnya. Susun jadwal, usahakan selama 1 atau 2 jam Anda menemaninya bermain setiap hari. Kedekatan Anda pada mereka akan membuat mereka merasa diperhatikan, bahkan di saat mereka bermain. Ingat, bermain sangat penting bagi anak-anak meningkatkan kemampuan imajinasinya. Jangan paksakan mereka terus menerus belajar dari buku. Bermain sama pentingnya dengan belajar di sekolah. 6. Panggil namanya Ketika ia lahir, Anda sebagai orang tua menyiapkan nama. Tetapi kemudian nama itu jarang digunakan, Anda lebih nyaman memberikan nama julukan yang dianggap lucu. Hmmm..sepertinya Anda harus mulai mengubah kebiasaan ini. Panggilan sayang mungkin memang menarik. Tetapi, buat mereka bangga dengan nama yang Anda berikan. Tentunya di balik nama itu ada arti dan harapan bukan?[break] 7. Cermati bakatnya Tidak harus melulu Anda memberikan anak Anda les privat pelajaran sekolah, ah sungguh membosankan. Kenali bakatnya, apa kesukaan mereka, apakah mereka suka bermain di air? Apakah mereka suka melukis, atau mereka suka menari? Cari kelas menarik bagi mereka dan biarkan mereka mengembangkan bakatnya. Kemampuan lebih dari sekedar pelajaran sekolah akan semakin membuat mereka pede. Lihat saja contoh-contoh yang telah berhasil, seperti Agnes Monica, Sherina, atau Amanda 8. Jadilah teladan bagi mereka "Sayang ayo mandi, sudah sore lho..." sedangkan Anda sendiri masih asyik menonton tayangan gosip di televisi dan enggan beranjak untuk mandi. Anda tentu tidak menyadari hal ini bukan? Sebelum menyuruh anak-anak untuk berbuat sesuatu, berikan contoh terlebih dahulu bagi mereka, niscaya mereka akan mengikutinya. Anak-anak memang sangat mengagumi orang tuanya, jadi apa yang dilakukan orang tua, mereka anggap sebagai teladan dan contoh yang harus ditiru. Wah, mulai sekarang tampaknya Anda juga tidak bisa bermalas-malasan lagi. Ya! Jangan mau kalah dengan anak-anak, berikan mereka contoh terbaik. Jadilah pahlawan bagi anak-anak Anda. Dan kelak, mereka yang akan menjadi pahlawan bagi Anda. (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    Loading