Sukses

Lifestyle

Sex Toys Mana Yang Aman

Vemale.com - Berbagai bentuk dan fungsi tersendiri dapat kita temui dalam ragam sex toys yang beredar secara tersembunyi di negara kita ini. Berbicara mengenai sex toys, ternyata alat ini sudah dikenal sangat lama sekali. Menurut studi seperti yang dilansir oleh Timesonline, pada tahun 2007 sempat ditemukan sex toy yang dibuat dari batu, yang berumur lebih dari 30.000 tahun. Sex toy yang ditemukan di salah satu gua prasejarah di daerah Jerman ini menunjukkan bahwa bahkan manusia di jaman tersebut memanfaatkan sex toys untuk kebutuhan seksualnya. Secara fungsi, tentunya keberadaan sex toys digunakan untuk membantu pasangan atau diri sendiri untuk mencapai orgasme, atau bahkan beberapa alat seksual ditujukan untuk membantu memperkuat sensasi orgasme yang dirasakan. Berbagai tipe alat bantu diciptakan untuk menjawab kebutuhan baik pria maupun wanita dalam mencapai orgasme, dan seiring dengan kemajuan jaman, berbagai bahan juga digunakan untuk membuat alat bantu ini. Permasalahannya, terkadang dari berbagai bahan yang ada, resiko bahaya dan infeksi tetap mengintip, maka ada baiknya kita bisa memilih bahan mana yang memberikan jaminan keamanan kepada pemakainya? Mari kita amati bersama-sama. Nu-Skin Bahan yang satu ini disebut-sebut sebagai bahan yang paling dekat dengan kulit manusia. Bahan yang sering juga disebut sebagai Cyberskin atau Ultra Skin ini adalah bahan yang dianggap memiliki sensasi yang paling mendekati kulit manusia sebenarnya. Sensasi sentuhan lembut yang diberikan oleh bahan ini, ditambah dengan detil ekstra yang mampu dihasilkan oleh bahan yang satu ini sampai sekarang tidak dapat dikalahkan oleh bahan lain. Permasalahan yang paling sering ditemui pada sex toys dengan bahan baku Nu-Skin adalah perawatan. Bahan ini memiliki pori dan terkenal menarik debu dan kotoran, sehingga alat ini harus mendapat perhatian ekstra untuk perawatan dan penyimpanan. Disarankan agar pembersihan Nu-Skin harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus berada dalam keadaan kering sebelum disimpan. Bahkan, tempat penyimpanan juga diwajibkan bersih dan kering, sehingga tidak tumbuh jamur atau berkumpul bakteri di alat ini.[break] Silikon Silikon sering dianggap sebagai bahan paling ideal untuk pembuatan sex toy. Silikon mampu untuk menyerap panas, sehingga temperaturnya dapat menyamai suhu tubuh, dan mampu memiliki kekenyalan yang berbeda-beda, silikon juga dapat meneruskan getaran dengan baik. Selain keuntungan tadi, silikon juga terkenal memiliki ketahanan yang bagus, sehingga alat yang dibuat dari silikon juga tidak mudah rusak. Jika dibutuhkan, alat ini juga dapat digunakan dengan pelumas berbahan dasar air ataupun minyak, tapi jangan pernah menggunakan pelumas berbahan dasar silikon, karena pelumas dengan bahan dasar silikon cenderung menempel kepada sesama silikon, sehingga dapat merusak bentuk dan sangat sulit dibersihkan. Perawatan untuk silikon tidak terlalu rumit, bahkan untuk mematikan bakteri, silikon bisa direndam dalam air mendidih selama 3-5 menit tanpa merusak alat tersebut. Pembersihan dengan sabun juga dapat dilakukan, atau jika Anda masih kurang yakin akan kesterilannya, Anda bisa menggunakan alkohol. Karet atau Latex Bahan karet atau lateks relatif lebih murah dari bahan lainnya, sehingga lebih banyak beredar. Bahan ini cenderung lebih keras daripada silikon, sehingga rasa yang ditimbulkan seringkali dikeluhkan sebagai 'kurang alami'. Bahan karet atau latex juga relatif lebih mudah rusak daripada bahan lain, sehingga daya tahan dari alat dengan bahan dasar karet ini kurang terjamin. Pelumas berbahan dasar minyak tentunya tidak boleh dipergunakan, karena akan merusak bentuk dan permukaan alat ini. Dari sisi perawatan, bahan karet atau latex juga cenderung lebih sulit, karena berpori dan cenderung mudah terpengaruh oleh penggunaan bahan yang kurang tepat. Maka untuk merawat alat ini harus sangat hati-hati dan menggunakan sabun yang lembut. Selain itu proses pengeringan alat ini juga harus teliti, karena jika alat disimpan dalam kondisi lembab, maka dapat menyebabkan bakteri tumbuh di pori-pori alat yang basah. Gelas atau Akrilik Bahan ini memiliki kekuatan lebih, ditambah dengan kondisi yang tidak berpori, membuat bahan ini menjadi salah satu bahan paling aman dan paling tidak mudah rusak. Sayangnya, bahan ini cenderung sangat kaku, sehingga hanya sedikit orang yang tertarik menggunakan sex toys dengan bahan seperti ini. Penggunaan bahan akrilik dan gelas sebagai sex toy menuntut penggunaan pelumas dengan jumlah yang cenderung banyak. Dari sisi perawatan, alat dengan bahan dasar gelas atau akrilik jauh lebih mudah dibersihkan dan aman. Cukup dengan alkohol, atau bahkan bisa direbus dalam waktu 5 menit tanpa takut rusak sama sekali. (vem/ari/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading