Sukses

Lifestyle

Karir Lancar Karena Menangis di Kantor

Vemale.com - Urusan kemampuan dalam bekerja, wanita tidak perlu diragukan lagi. Saat ini jabatan setinggi apa pun bisa dicapai oleh seorang wanita. Namun ada anggapan pula bahwa wanita harus menyamai pria dalam beberapa hal agar dianggap setara, termasuk urusan emosi. Wanita yang kuat digambarkan sebagai dia yang tidak pernah menangis di tempat kerja, padahal secara emosional maupun fisiologi wanita memang lebih mudah menangis daripada pria. Secara fisiologi, dikutip dari dailymail, kantong air mata wanita ukurannya lebih kecil sehingga lebih mudah meluber di saat-saat tertentu. Urusan menahan air mata, pria tentu lebih ahli karena kantong air mata mereka lebih besar. Selain itu, wanita juga punya kadar hormon prolactin 60 persen lebih tinggi dari pria. Hormon ini yang mendorong produksi air mata. Jadi, sebenarnya menangis tidak menentukan Anda lemah atau tidak. Demikian pula di tempat kerja, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menangis di tempat kerja juga bisa menjadi hal positif bagi karir Anda. Anne Kreamer, seorang jurnalis Amerika dan penulis buku It's Always Personal: Emotion In The New Workplace berpendapat anggapan menangis adalah lemah itu sudah kuno. Berdasarkan studi pada 700 warga Amerika, buku ini menemukan bahwa wanita memang menangis lebih sering dari pria namun hal ini tidak dianggap buruk oleh orang lain. Baik pria maupun wanita mengakui bahwa alasan yang paling umum untuk tangisan adalah karena tekanan dari rumah yang terbawa ke tempat kerja, atau tekanan pekerjaan itu sendiri. Menurut Anne, semua orang yang berada di level manajemen pasti pernah menangis dan mengabaikan bahwa hal itu bisa membunuh karir mereka. Hal mengejutkan lainnya, menangis di mata wanita mungkin dianggap menunjukkan kelemahan diri, namun para pria justru lebih bisa menghargai keinginan wanita untuk menangis di tempat kerja. Yasmine Yaghmour, peneliti di bidang psikologi juga mengadakan penelitian yang hampir sama dengan skala yang lebih kecil bersama Profesor Gail Kinman di University of Bedford pada tahun 2008. Hasilnya, wanita yang menangis menghakimi dirinya sendiri jauh lebih buruk dari cara mereka menghakimi orang lain di posisi yang sama. Singkat kata, para wanita merasa menangis membuat nampak lemah padahal orang lain--terutama pria--tidak menganggap demikian. Para psikolog di Britania Raya menemukan efek positif dari menangis yang sering tidak terlihat oleh wanita karena sibuk dengan rasa bersalah dan malu akibat menangis--yang sebenarnya tidak perlu. Secara naluri, orang-orang di sekitar akan memberikan dukungan dan kekuatan ketika tahu Anda menangis. Air mata menjadi semacam indikator bahwa ada yang tidak beres, tidak nyaman atau tidak menyenangkan dalam cara kerja ini sehingga rekan kerja dan manajemen akan berpikir untuk lebih sportif dan supportif. Satu hal yang perlu diingat agar tangisan Anda tidak nampak bitchy adalah latih diri untuk mengontrol emosi, pisahkan masalah kerjaan dan masalah pribadi, dan jangan cengeng dengan sedikit-sedikit menangis. Dengan ini, rekan kerja bisa paham jika Anda menangis maka itu berarti sesuatu yang serius. (vem/miw)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading