Sukses

Lifestyle

Ternyata, Dia Tak Seperti Yang Aku Bayangkan

Semua wanita jika boleh meminta, pasti menginginkan pasangan yang akan menemani hingga akhir hayatnya adalah pria yang setia, mapan, berpendidikan, sabar, tampan, royal, dan masih akan panjang lagi daftar permintaannya. Tetapi karena pria idaman seperti itu hampir tidak ada yang sesempurna harapan wanita, akhirnya tren memilih pasangan didasarkan pada standar minimum. Dan standar minimum yang dibuat oleh tiap wanita pastinya berbeda.

Ketika Anda tiba-tiba bertemu dengan laki-laki yang sesuai dengan standar Anda, awalnya pasti sangat luar biasa bahagia. Tetapi, setelah menjalin hubungan dalam kurun waktu tertentu dan telah memutuskan melangkah ke pelaminan, misteri tentang kepribadian pasangan Anda muncul ke permukaan. Ternyata ada beberapa sifat atau perilakunya yang sangat mengganggu Anda. Rasanya seperti ingin lari dari kenyataan, tetapi Anda merasa telah terlanjur memilih dia menjadi calon pendamping Anda. Apa yang harus dilakukan? Nah, berikut ini tips yang bisa Anda jadikan pertimbangan:

1. Renungkan perubahan yang terjadi

Tidak selamanya perubahan itu berasal dari pasangan Anda. Renungkan sedalam-dalamnya, apa yang membuat pasangan Anda berubah. Apakah hal itu terjadi karena Anda yang lebih dulu berubah? Cari tahu dari teman dekatnya atau keluarganya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan Anda.

2. Renungkan bagaimana hubungan Anda selama ini

Apa saja yang telah Anda lalui bersama, pengorbanan yang telah dilakukan pasangan Anda. Renungkan, apakah semuanya terlalu instan dan terkesan pura-pura, atau memang Anda merasakan ketulusan yang sebenarnya. Jangan lupa untuk meminta saran dari orang tua Anda. Biasanya orang tua lebih paham dengan hal seperti ini karena sudah memakan getir pahit lebih banyak daripada Anda. Tanyakan pada orang tua Anda, sebaiknya dilanjutkan atau tidak hubungan Anda berdua.

3. Renungkan apa yang Anda pertahankan

Jika Anda sudah mencoba langkah-langkah di atas dan belum menemukan keputusan yang melegakan, coba ingat kembali apa yang ingin Anda dapatkan dari pasangan sejak awal menjalin hubungan dulu. Apakah Anda menginginkan kekayaannya atau menginginkan pasangan yang setia dan mencintai Anda hingga akhir hayat. Jujurlah pada diri Anda sendiri, karena kejujuran Anda akan menjadi pegangan hidup ketika badai melanda hubungan Anda kembali suatu saat nanti. Karena bisa saja, badai yang datang nantinya akan lebih besar daripada ini.

4. Ajak pasangan Anda bicara

Setelah melewati 3 langkah sebelumnya dan Anda masih belum bisa mengatasi kebimbangan, berarti ini saatnya Anda dan pasangan untuk bicara. Pilihlah waktu dan mood yang tepat. Suasana tempat Anda berbicara juga termasuk hal yang sangat menentukan pembicaraan Anda. Sampaikan padanya apa yang membuat Anda ragu kepadanya. Kemudian lihatlah reaksi pasangan Anda. Jika dia buru-buru meminta maaf dan memohon untuk bisa mempertahankan hubungan, berarti Anda harus memberinya kesempatan. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, misal pasangan Anda marah atau tidak terima, mungkin memang saatnya mengakui jika hubungan Anda berdua sudah tidak harmonis lagi.

5. Jeda

Sebelum Anda mengambil keputusan, berikan waktu misal 2 sampai 4 minggu. Gunakan waktu tersebut untuk hangout dengan teman-teman atau keluarga Anda dan belajar dari pengalaman hidup mereka. Karena pengalaman tetaplah menjadi guru yang terbaik. Tetapi orang yang bijak mampu mendapatkan ilmu tanpa harus menelan pil pahit terlebih dahulu. Gunakan juga waktu tersebut untuk membayangkan, bagaimana jika Anda mengakhiri hubungan Anda. Simulasikan seolah-olah Anda hidup tanpa pasangan Anda lagi. Jika Anda lebih mantap untuk melanjutkan hubungan dengannya, isilah hari-hari Anda untuk saling terbuka dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan demi kebaikan bersama.

Semoga keputusan Anda menjadi yang terbaik ya Ladies.

(vem/hyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading