Sukses

Lifestyle

Menguak Manfaat Membersihkan Gigi Menggunakan Siwak

Fimela.com, Jakarta Bila ditanya mengenai kesehatan gigi masyarakat jaman dahulu versus jaman sekarang tentu berbeda. drg. Bambang Nursasongko menjelaskan, sejak dulu, gigi berlubang (karies) memang menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak terjadi. Namun dibandingkan pada orang jaman dahulu, risiko terkena karies pada masyarakat masa kini lebih meningkat.

Pola makan modern turut menambah risiko gigi berlubang. Ini bisa terlihat dari tingginya angka karies di perkotaan ketimbang di desa yang masih lebih mempertahankan kebiasaan jaman dahulu.

“Masyarakat modern seperti di perkotaan, banyak makanan olahan, juga minuman manis dan berkarbonasi. Sehingga banyak karbohidrat yang difermentasi oleh bakteri,” terang drg. Bambang Nursasongko, Sp.KG(K) dari FKG UI, dalam diskusi media yang diselenggarakan Sasha Halal Toothpaste di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sedangkan masyarakat desa masih banyak mengonsumsi serat, yang membantu membersihkan gigi dari kotoran, walaupunkini, angka karies di pedesaan pun mulai meningkat, terpengaruh pola makan kota yang mulai menjalar ke desa.

Cara membersihkan gigi, dulu dan sekarang

Dari zaman dulu, orang sudah sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga. Antara lain menggunakan abu gosok, jeruk nipis, sirih, dan siwak, tergantung daerahnya.

Siwak termasuk salah satu chewing stick yang telah digunakan sejak 3.500 tahun lalu. Ada 182 jenis tanaman yang dulu biasa digunakan sebagai chewing stick.

“Hanya siwak yang sampai saat ini masih digunakan karena menjadi bagian dari agama tertentu (Islam). Rasulullah meminta umatnya membersihkan gigi, dan Rasul mencontohkan denganmenggunakan siwak,” tutur DR. Siti Sadiah, Msi, Apt, Dosen Divisi Fisiologi, Dept. Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dan Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.

Siwak berasal dari ranting tanaman Salvadora persica, yang banyak digunakan di daerah Timur Tengah hingga sekarang. Cara menggunakannya, batang siwak sepanjang +20cm digigit-gigit salah satu ujungnya, hingga terurai seperti sikat.

Begitulah cara siwak membersihkan gigi secara mekanik. Tak hanya membersihkan gigi secara mekanik, siwak juga mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi gigi. Antara lain fluoride, vitamin C, antimikroba (benzylisotiosianat), sulfur yang bisa mencegah radang gusi, dan tanin.

“Tanin menimbulkan kesat pada gigi. Rasa kesat pada gigi adalah salah satu tanda, gigi sudah bersih,” ujar DR. Diah.

Begitu banyak penelitian yang membuktikan manfaat siwak, bila ditelusuri di mesin pencari Google ada sekitar 8.000 penelitian terkait siwak. “Tidak heran, siwak telah disetujui oleh WHO sebagai agen oral hygene,” lanjut DR. Diah.

Sekarang membersihkan gigi menjadi lebih mudah dengan adanya sikat gigi dan pasta gigi. Dari sekian banyaknya manfaat siwak, sayangnya masyarakat modern kini tidak lagi melakukannya. Ketidakpraktisan serta kesulitan memperoleh siwak menjadi alasannya.

“Kini, Sasha Halal Toothpaste menghadirkan pasta gigi halal pertama dengan siwak asli, yang mampu membersihkan gigi secara maksimal dan sekaligus membunuh bakteri penyebab gigi berlubang serta nafas tak segar,” jelas Danti Nastiti, Brand Manager Sasha Halal Toothpaste, yang diproduksi PT Kino Indonesia, Tbk.

Danti juga menjelaskan bahwa Sasha Halal Toothpaste menggunakan siwak yang digunakan siwak asli yang diserpihkan, bukan diekstrak seperti pada produk lainnya.

What's On Fimela
Loading